Buat Keuangan, Ini Nih Pro-Kontranya Masih Single dan Tinggal Serumah dengan Orangtua

by Tifanny 311 views0

Serumah dengan Orangtua

“Doniiii, udah jam 8 nih. Bantu beresin rumah dong!” ibunda Doni berteriak memanggil dari luar kamar seraya menggedor pintu.

“Aduuuh…iya maaa. Ini Sabtu kaliii!” yang namanya dipanggil membalas sambil meringkuk di balik selimut.

Ya gitu deh resikonya tinggal serumah dengan orangtua. Bagi orangtua, mengingatkan anak-anak untuk melakukan kewajiban adalah naluri. Gak ada yang salah kok memilih masih tinggal serumah dengan orangtua walau sudah mandiri secara finansial.

Biar gak ada yang gagal paham dan saling menghakimi, simak yuk pro-kontra saat sudah dewasa dan memilih masih tinggal serumah dengan orangtua:

Pro:

1. Gratis biaya tempat tinggal

Salah satu keuntungan tinggal serumah dengan orangtua sudah pasti menghemat pengeluaran sewa tempat tinggal. Walau ini gak berarti kamu lepas tangan gitu aja.

Tetap ada bujet setiap bulan yang wajib kamu keluarkan sebagai bentuk kontribusi ke orangtua. Entah itu buat belanja kebutuhan sehari-hari, bayar tagihan listrik, air, telepon rumah, dan lainnya. Tapi paling gak, nominalnya lebih ringan dibanding saat kamu sewa atau ngontrak sendiri.

serumah dengan orangtua
Udah punya gaji ya setiap bulan jangan lupa jatah emak sama bapak ya hehehe (Uang Rupiah / merdeka)

2. Ada yang ngurusin

Ada saat di mana kamu bakal terlalu lelah dan gak peduli dengan cucian baju kotor yang numpuk atau keadaan rumah yang berantakan. Bayangin kalau tinggal sendiri? Kamu bakal ngebiarin aja keadaan yang kayak gitu dan tempat tinggal jadi gak nyaman.

Lain hal saat tinggal serumah dengan orangtua. Bakal ada yang mengingatkan, bahkan mungkin memaksa kamu buat gak jorok dan rajin menata barang-barang pribadi. Selain itu juga ibunda akan mengurus semua cucian baju kotor seisi rumah termasuk baju kamu. Saat kamu butuh baju bersih pas mau ke kantor, semua sudah siap.

3. Gak kesepian

Kadang menyendiri memang enak, tapi percaya deh, bakal ada saat di mana kamu membutuhkan kehadiran orang lain. Yang jomblo-jomblo pasti setuju nih.

Nah, kamu gak akan merasa kesepian kalau tinggal bareng orangtua, malah bisa jadi banyak cerita. Walau kadang akan diisi juga dengan adu argumen. Tapi justru suasana yang sedikit ramai itu lah yang membuat rumah jadi terasa hidup dan bukan gak mungkin jadi penyemangat karena selalu ada teman berbagi.

4. Irit biaya makan

Manusia hidup pasti butuh makan. Hitung deh berapa pengeluaran buat makan dalam sebulan, pasti melotot. Iya, melotot karena nominalnya bisa jadi yang paling dominan jika dibandingkan dengan pos pengeluaran lainnya.

serumah dengan orangtua
Asyik nih makan ramai-ramai bareng keluarga tercinta. Jangan lupa cuci piringnya ya hehehe (Makan Bareng / liputan6)

Nah, tinggal serumah dengan orangtua dijamin gak akan pusing dan ribet soal mau makan apa hari ini.  Ada ibunda tersayang yang selalu menghidangkan masakan rumah buat anggota keluarga. Jadi kamu gak perlu khawatir atau keluar banyak uang buat beli makanan.

Kontra:

1. Gak mandiri

Tinggal serumah dengan orangtua bakal bikin kamu cenderung gak mandiri. Gimana mau mandiri? Terbiasa dengan segala sesuatu yang disediakan dan diurus oleh orangtua, ya jelas aja kamu jadi malas dan menggampangkan. Termasuk soal finansial.

Saat gaji sebulan sudah habis di tengah bulan atau ada keinginan membeli sesuatu, orangtua bakal jadi “sumber pinjaman” pertama yang dituju. Orangtua mana yang tega menolak saat anak meminta tolong?

2. Masih ikut aturan orangtua

Tinggal di rumah orangtua pasti ada aturan-aturan yang diterapkan buat seluruh penghuni rumah. Ada masa di mana kamu akan merasa “terkekang” alias gak bebas. Contohnya, pulang kantor hangout sama teman-teman, harus kabarin orangtua kamu mau pulang jam berapa atau malah gak pulang?

Tinggal serumah dengan orangtua artinya kamu harus mikirin orang rumah yang khawatir dengan keberadaan kamu saat di luar rumah. Gak bisa egois. Lain halnya saat tinggal sendiri, kamu bakal lebih bebas karena gak ada yang menunggu di rumah.

serumah dengan orangtua
Hayooo, masa mau kayak maling sih gara-gara pulang kemalaman takut dimarahi bapak sama ibu yaaa (Maling / jawapos)

3. Gak malu?

Kalau yang ini sih lebih ke beban moral yang harus kamu pertanyakan ke diri sendiri. Emangnya gak malu, sudah dewasa, punya penghasilan sendiri, tapi masih numpang sama orangtua?

Bukan berarti melarang atau salah ya, tapi lebih ke perenungan saja, supaya kamu mulai berpikir untuk memiliki kehidupan sendiri yang lebih mandiri. Kan ini bisa juga jadi latihan sebelum kamu benar-benar menikah dan punya pasangan.

Mau tinggal serumah dengan orangtua atau tinggal sendiri saat sudah dewasa adalah pilihan yang datang dengan konsekuensi berbeda. Gak usah saling nyinyir ya, karena gak ada yang lebih buruk kok! Disesuaikan saja dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing, lalu sikapi dengan bijak.

 

Yang terkait artikel ini;

[Baca: Lakuin Hal-Hal Ini Saat Orangtua Serumah dengan Kita Biar Keuangan Aman]

[Baca: Ini Positif dan Negatifnya Menitipkan Orangtua ke Panti Jompo]

[Baca: Ajari Anak Generasi Z Mengelola Keuangan Lewat Dunia Digital Yuk]

Tifanny

Menjadi Public Relation Officer adalah cita-cita saya beberapa tahun lalu. Ternyata pasion saya yang sebenarnya adalah menjadi penulis profesional. Keuangan adalah hal yang selama ini sering saya abaikan. Kini saya sadar bahwa keuangan memegang peran penting dalam kehidupan semua orang. Dan hal itulah yang ingin saya bagikan ke semua orang.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com