Buat Para Pemula, Baca 5 Panduan Berinvestasi Ini Ya!

by DuitPintar 1.293 views2

panduan berinvestasi
Artikel ini dipersembahkan oleh mitra produk investasi kami Bareksa.com

Bareksa Logo

 

Bareksa.com – Investasi semakin populer di Indonesia. Jenisnya pun beragam mulai deposito, obligasi, reksa dana, emas batangan hingga saham. Return (tingkat pengembalian hasil) dari masing-masing produk tersebut pun berbeda, dari terbatas hingga tinggi.

 

Kalau mereka yang sudah lama berinvestasi sih, mungkin bukan hal sulit untuk memilih atau mengatur portofolionya. Tapi, bagi investor pemula, gak begitu dong?

 

Nah, kalau kamu seorang investor pemula, ada banyak pekerjaan rumah sebelum mulai berinvestasi. Udah wajib hukumnya kamu belajar dan paham prinsip-prinsip serta strategi supaya investasi bisa sukses.

 

Sebagai permulaan, ada lima panduan utama yang harus diperhatikan dalam berinvestasi. Silahkan dibaca dan diresapi. Kalau gak mau ya gak papa, tapi bersiap aja jadi kecewa karena hasil investasinya gak sesuai yang diharapkan. OK?

 

1. Tentukan tujuan investasi

Bagi yang berinvestasi pertama kali, musti targetin investasi dulu. Ini tentu termasuk seberapa besar kamu mau dan mampu menaruh dana. Tak lupa, kapan saja akan menginvestasikan dana tersebut.

 

Baiknya sih bersikap realistis ya, dan juga paham mengenai seberapa besar yang bisa kamu jadikan investasi dari total penghasilan. Satu hal yang harus diketahui jika menyimpan uang selain bentuk tunai, otomatis kamu juga musti pertimbangkan untuk gak mengutak-atik investasi tersebut setidaknya dalam lima tahun.

 

2. Mengerti risiko investasi

Dikutip dari yourmoney, prinsip kedua dalam memulai investasi adalah mengerti – dan bisa menerima – risiko investasi. Semakin tinggi potensi keuntungan maka potensi penurunan nilai investasi juga akan semakin tinggi.

 

Setiap tipe investasi juga punya risiko berbeda-beda. Berinvestasi dalam bentuk uang tunai di bank pun sebenarnya mengandung risiko, khususnya jika bunga di bank tersebut lebih rendah dibanding inflasi.

 

Nilai uangmu bisa makin tergerus. Berinvestasi dalam obligasi, properti atau pun saham mungkin akan menghasilkan lebih banyak. Namun, risiko yang dihadapi oleh investor juga semakin besar.

 

Kalau kamu tergolong masih muda, mungkin mengincarnya investasi jangka panjang dan lebih bisa menerima risiko. Investasi di sektor saham pun mungkin lebih menarik. Tapi, saham yang harus diperhatikan adalah saham-saham mainstream atau blue chip dan bukan saham kelas kedua atau ketiga.

 

3. Diversifikasi

Prinsip ketiga dari investasi adalah diversifikasi. Investor harus menyebarkan risiko mereka.

 

Misalnya, kamu menyebarkan investasi di satu kelompok saham akan lebih baik daripada hanya di satu saham. Diversifikasi investasi juga bisa kok melalui berbagai produk investasi, semisal saham, deposito dan juga tabungan. Dengan demikian risiko yang ditanggung akan lebih rendah.

 

4. Kenali semua biayanya

Saat berinvestasi atau menyimpan dana, ya udah pasti dong kalau investasimu itu akan dikurangi biaya-biaya dari pengelolanya. Biaya-biaya inilah yang patut diperhatikan dengan seksama, jadi jangan cuma asal menaruh investasi.

 

Jangan pula cuma melirik yang memberi biaya termurah, tapi seberapa besar kamu membayar dan tahu penggunaannya. Dengan kata lain, what you pay is what you get.

 

5. Amati perkembangannya

Prinsip terakhir yang harus dilakukan adalah memonitor perkembangan investasi secara reguler. Kebanyakan orang melakukan investasi dan melupakannya. Mau terima beresnya aja.

 

Ini gak bijak banget, karena jika investasi yang kita tanamkan secara terus menerus underperform maka kita harus mengetahuinya. Investor harus mengecek investasi mereka minimal satu atau dua kali salam satu tahun agar bisa memutuskan tindakan penyesuaian yang bisa mereka lakukan.

 

 

 

Baca Juga:

Benarkah Mitos Menakutkan Soal Reksa Dana Ini

FINANCIAL PLANNER: Perhatikan 2 Hal Ini

Belajar mengelola Keuangan Dari Kim Kardashian

Tags: ,

Masih banyak lagi dari duitpintar.com