Buat yang Siap Nikah dan Punya Momongan, Simak Dulu Hitungan Manfaat Asuransi Pendidikan Anak

by DuitPintar 1.184 views3

merencanakan dana pendidikan anak

Maya sedang berbunga-bunga sekaligus harap-harap cemas. Biaya nikah sudah disusun, ongkos bulan madu siap dicairkan. Tapi bagaimana dengan biaya pendidikan anak kelak?

 

Dia tak mau seperti sepupunya, Dewi, yang kelimpungan mencari dana untuk memasukkan anaknya ke SD. Dewi dulu sama sekali tak memikirkan bagaimana akan membiayai pendidikan anaknya.

 

Dia cuma menabung dan menabung  tanpa menghitung apakah tabungan itu nantinya cukup buat  pendidikan si kecil. Walhasil, ketika sudah tiba saatnya si anak masuk sekolah, ternyata tabungannya belum cukup.

 

Setelah browsing di Internet dan tanya ke sana-kemari, Maya tertarik menggunakan asuransi pendidikan untuk menyiapkan biaya sekolah anaknya nanti.

 

Bersama calon suaminya, Maya lalu mulai mengumpulkan informasi seputar asuransi pendidikan agar lebih paham dan menghitung manfaatnya untuk biaya sekolah anaknya nanti.

 

Apa Itu Asuransi Pendidikan

dana pendidikan naik dari tahun ke tahun
Biaya pendidikan naik terus nih. Gaji juga naik sih, tapi tanpa investasi, bisa repot nanti.

 

 

Asuransi pendidikan adalah produk asuransi plus investasi yang digunakan untuk persiapan dana pendidikan anak sekaligus memberikan manfaat proteksi jiwa buat nasabahnya. Itulah yang bikin Maya tertarik.

 

Jadi, jika Maya  meninggal dunia atau cacat total, dana pendidikan yang telah direncanakan bakal tetap diberikan kepada si anak. Selain itu, ada manfaat berupa penggantian bea rawat inap di rumah sakit buat si anak plus uang santunan jika meninggal atau cacat total.

 

Maya sebetulnya sempat juga tertarik dengan tabungan pendidikan di bank. Tabungan pendidikan memang lebih unggul dibanding asuransi dalam soal kepastian bunga dan prosesnya yang lebih sederhana tanpa ada embel-embel investasi.

 

[Baca: 4 Fakta Kenapa Orang Tua Lebih Memilih Tabungan Pendidikan]

 

Tapi, setelah menimbang-nimbang, dia memutuskan memilih asuransi pendidikan saja. Pasalnya, Maya ingin sekaligus mendapat proteksi jiwa dan belajar investasi, dia memilih asuransi pendidikan.

 

Walau tabungan pendidikan juga ada asuransi, yang dijamin jika nasabah meninggal cuma sebesar target dana yang akan didapat. Jadi jika misalnya target dana yang dihimpun sebesar Rp 20 juta, ya uang sejumlah itu yang diberikan kepada ahli waris kalau nasabah meninggal.

 

Kalau pakai asuransi pendidikan, si anak akan mendapat uang pertanggungan sekaligus hasil investasi. Nah, soal besar hasil investasi bergantung pada pengelolaan dana nasabah oleh perusahaan asuransi. Selain itu, premi dianggap lunas oleh perusahaan asuransi.

 

Cara Kerja Asuransi Pendidikan

asuransi pendidikan unit link
Bisa investasi sekaligus dapet asuransi. Siapa yang gak ngiler coba

 

 

Biasanya, asuransi pendidikan menggunakan skema unit link. Jadi uang yang disetorkan sebagai premi asuransi pendidikan bakal dikelola sebagai dana investasi oleh manajer investasi yang ditunjuk perusahaan asuransi. [Baca: Mengenal Investasi Asuransi Unit Link, Sekali Menyelam Dua-Tiga Pulau Terlampaui]

Maya merasa skema ini cocok sekali buat dia karena dia dan calon suami belum begitu paham seluk-beluk investasi. Kalau terjun sendiri ke dunia investasi, dia masih belum berani. Rencananya sedikit demi sedikit dia juga akan belajar tentang investasi langsung.

 

Sama dengan tabungan pendidikan, dana manfaat asuransi pendidikan anak bisa dicairkan secara bertahap. Jadi saat masuk TK dana bisa diambil. Lalu masuk SD bisa diambil lagi. Begitu seterusnya tergantung pada berapa lama jangka waktu kontrak asuransi.

 

Penyetoran dana asuransi pendidikan juga sama dengan tabungan. Setiap bulan nasabah membayar premi sesuai dengan masa kontrak. Yang enak, perusahaan asuransi bisa menyesuaikan besaran premi sesuai dengan kesanggupan nasabah dan jangka waktu yang diinginkan.

 

Maya melihat dengan mengikuti asuransi ini berarti dia harus benar-benar disiplin menyisihkan pendapatan buat membayar premi. Sebab kalau sampai lalai membayar, polis bisa dinyatakan batal dan uang pertanggungan tak bisa dibayarkan.

 

Simulasi Asuransi Pendidikan

anak pergi sekolah
Kalau buat anak jangan main-main deh, harus teliti. Mau shopping aja bisa teliti cari diskon, kok.



Setelah memutuskan menjadi peserta asuransi pendidikan buat calon buah hatinya, Maya mencari-cari informasi simulasi asuransi itu. Dia langsung menghubungi sejumlah perusahaan asuransi ternama untuk meminta simulasi.

 

Salah satu perusahaan itu menjanjikan hasil investasi yang menggiurkan. Lewat asuransi itu kelak jika terjadi apa-apa pada anaknya saat akan atau setelah lahir, ada biaya yang ditanggung juga.

 

Masa asuransi: 21 tahun
Masa pembayaran premi: 10 Tahun
Rencana dana pendidikan (RDP): Rp. 50.000.000
Premi tahunan: Rp. 5.000.000
NT: Nilai tunai polis pada tahun tersebut

 

Manfaat dana pendidikan buat anak saat:

 

Berusia 4 tahun, dibayarkan 5 % dari RDP = Rp. 2.500.000,00
Berusia 5 tahun, dibayarkan 10 % dari RDP = Rp. 5.000.000,00
Berusia 6 tahun, dibayarkan 15 % dari RDP = Rp. 7.500.000,00
Berusia 12 tahun, dibayarkan 20 % dari RDP = Rp. 10.000.000,00
Berusia 15 tahun, dibayarkan 25 % dari RDP = Rp. 12.500.000,00
Berusia 18 tahun, dibayarkan 30 % dari NT = Rp. 7.327.500,00
Berusia 19 tahun, dibayarkan 35 % dari NT = Rp. 6.207.250,00
Berusia 20 tahun, dibayarkan 40 % dari NT = Rp. 4.694.000,00
Berusia 21 tahun, dibayarkan 50 % dari NT = Rp. 3.445.500,00
Berusia 22 tahun, dibayarkan 100 % dari NT = Rp. 3.003.000,00

 

Soal hasil investasi, Maya tahu angka-angka yang ada di simulasi itu hanya bersifat perkiraan. Karena dana dijadikan modal investasi, bisa juga angka itu lebih kecil atau malah lebih besar karena investasinya mendatangkan keuntungan yang besar pula.

 

Maya juga sudah menghitung bahwa biaya sekolah umumnya naik sekitar 10 persen karena inflasi. Untuk itu, dia berupaya secermat mungkin memperhitungkan biaya pendidikan anaknya kelak.

 

Dia membuat plan B atau rencana cadangan jika ternyata imbal balik investasi dari asuransi pendidikan tak begitu besar. Yaitu memasukkan anaknya ke sekolah negeri. Masih banyak sekolah negeri yang berkualitas dengan biaya lebih rendah daripada swasta, bahkan gratis.

 

Maya berpikir, yang penting anaknya nanti mendapat kepastian dana pendidikan plus manfaat jaminan asuransi kalau sakit. Gak perlu nunggu sampai anak lahir untuk ikut asuransi ini. Lebih cepat lebih baik.

 

 

 

Image credit:

  • http://biroasuransi.com/wp-content/uploads/2014/11/Tabungan-asuransi-pendidikan-manulife-indonesia-13.jpg
  • http://blog.ecampuz.com/wp-content/uploads/2015/04/ilustrasi_internasionalisasi_pendidikan.jpg
  • http://www.wiranurmansyah.com/wiranurmansyahcom/wp-content/uploads/2010/12/ee.jpg

Masih banyak lagi dari duitpintar.com