Bunga Deposito Bank Makin Turun, Alihkan Danamu ke 4 Instrumen Investasi Ini

by akbar 2.704 views0

Bunga Deposito Bank

Usai Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan dari 4,5 ke 4,25 persen pada 22 September 2017, suku bunga deposito juga ikut turun. Lantas apakah produk investasi ini masih layak untuk dijadikan pilihan?

Direktur Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo, mengumumkan bahwa seluruh bank yang tergabung di Himpunan Bank Negara (Himbara) sepakat menurunkan suku bunga deposito dari 6,75 ke 6,35 persen. Dalam satu atau dua tahun ke depan, bunga deposito bahkan diprediksi mengarah di kisaran 5 persenan.

Nah, melihat fenomena tersebut, bisa ditarik kesimpulan kalau investasi deposito bakal jadi kurang menggiurkan di masa depan. Maka, ada baiknya kamu mengalihkan investasi depositomu ke beberapa instrumen investasi berikut ini:

1. Reksa dana

Sudah paham belum reksa dana itu apa? Atau malah bingung?

Buat yang masih awam, reksa dana diartikan sebagai wadah untuk menghimpun dana dan selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

bunga deposito bank
Ayo siapa yang sudah nyobain investasi reksa dana (investasi/Fortune Maker)

Portofolio efek itu sendiri apa sih? Itu adalah kumpulan efek yang dimiliki perorangan, perusahaan, asosiasi, atau organisasi apapun. Bentuknya adalah surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, deposito, dan sebagainya. Biar jelas, coba lihat di  UU No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.

Terus, apa itu manajer investasi? Dia adalah pihak yang mengelola portofolio efek buat para nasabah. Jadi jangan khawatir kalau merasa masih amatir, sebab uang kamu dikelola oleh para ahlinya.

Bicara soal reksa dana, ada dua pilihan reksa dana yang risiko investasinya cenderung kecil atau moderat. Cuma beda-beda tipis sama deposito deh. Yaitu reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap.

[Baca: Baru Mau Mulai Investasi Reksa Dana? Ini 5 Hal yang Wajib Diperhatikan]

a. Pasar uang

Pada intinya, reksa dana ini berinvestasi di instrumen pasar uang, sebut saja seperti Sertifikat Bank Indonesia, deposito berjangka, dan obligasi pemerintah yang jatuh tempo di bawah satu tahun.

b. Pendapatan tetap

Dalam reksa dana pendapatan tetap, 80 persen investasimu akan dialihkan ke instrumen obligasi dan sisanya ke produk pasar uang.  Instrumen obligasi itu sendiri adalah surat berharga berbasis utang, baik yang diterbitkan pemerintah atau swasta. Investasi ini memiliki risiko moderat, artinya lebih tinggi dibanding pasar uang, tapi lebih rendah dari saham.

2. Investasi emas

Investasi emas memang sering disebut-sebut sebagai investasi paling stabil. Harga emas itu sendiri dipengaruhi oleh harga emas global yang kadang naik dan kadang juga turun.

bunga deposito bank
Mau beli emas? Kamu bisa beli di Antam (emas/Market Watch)

Satu hal yang wajib kamu ketahui adalah harga emas dunia juga bisa berubah karena pengaruh nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah. Jadi, gak ada yang bisa memprediksi apakah bulan depan harga emas naik atau malah anjlok.

Pokoknya, kalau memang kamu memilih untuk berinvestasi di logam mulia ini, ada baiknya untuk memantau pergerakan harga emas di media. Beli saat turun, dan jual saat harganya naik.

[Baca: Siapa Bilang Investasi Emas Pasti Untung? Simak Ini Dulu Nih]

3. Obligasi Ritel Indonesia (ORI)

Sudah tahu jenis investasi yang satu ini? ORI adalah jenis obligasi negara yang dapat diperdagangkan dan hanya dijual untuk investor individu (WNI), baik lewat bank ataupun lembaga sekuritas.

Sejatinya, ORI digunakan untuk mendanai anggaran negara. Daripada mereka berutang ke luar negeri, lebih baik berutang ke masyarakat dengan menerbitkan surat utang. Oleh karena itu lewat ORI, investor bisa menanam dana dengan jumlah yang lebih kecil ketimbang di obligasi biasa.

bunga deposito bank
Kalau ada yang dijamin Pemerintah Indonesia, nah jangan ragu untuk berinvestasi (investasi/Info Keuangan)

Cara berinvestasinya juga mudah, kamu hanya perlu membuka akun di rekening bank yang jadi agen penjual ORI. Mengisi formulir, menyertakan fotokopi data diri, dan mempersiapkan dana minimal Rp 5 juta dan maksimal Rp 3 miliar.

Keuntungannya adalah investasi ini 100 persen aman karena dijamin oleh negara, dan bunganya lebih kompetitif ketimbang deposito. Sistem bunganya diatur dengan sistem kupon yang dipotong pajak.

Sebut saja kupon atau imbal hasil ORI-13 adalah 6,6 persen per tahun. Jumlah ini tentu lebih besar ketimbang suku bunga deposito BCA per September 2017 yang jumlahnya 4,9 persen per tahun.

Itulah empat pilihan investasi berisiko rendah dan menengah yang bisa kamu lirik sebagai alternatif deposito. Jadi, sudah siap untuk mengalihkan dana depositomu sekarang?

[Baca: Biar Masa Depan Cemerlang, Kenali 5 Investasi yang Pas Buat Mahasiswa dan Pemula]

Tags:

Masih banyak lagi dari duitpintar.com