Lagi Butuh Duit, Mending Pinjam Uang Online atau Tarik Tunai Kartu Kredit Ya?

by akbar 2.203 views0

pinjam uang online

Ketika kondisi keuangan sedang gak sehat, tiba-tiba saja kamu dihadapkan pada situasi darurat dan uang jadi satu-satunya solusi. Apa yang akan kamu lakukan? Pinjam uang online atau memanfaatkan kartu kreditmu untuk tarik uang tunai?

Pertama-tama yang harus kamu lakukan adalah tenang, dan jangan buru-buru membuat keputusan untuk melakukan salah satu dari dua hal itu. Pahami dulu perbedaan di antara keduanya yuk!

1. Definisi

Apa itu pinjam uang online?

Sesuai dengan namanya, pinjam uang online ya intinya adalah meminjam sejumlah uang namun prosesnya lewat Internet. Lah terus gak perlu datang ke kantor bank atau lembaga pemberi pinjaman dong? Ya gak lah.

Fasilitas pinjam uang online rata-rata ditawarkan dalam bentuk kredit tanpa agunan atau KTA yang pencairannya cepat. Fasilitatornya meliputi bank, lembaga keuangan non-bank, pihak ketiga atau perantara, dan fintech.

pinjam uang online
Cuma tinggal ketak ketik di depan laptop eh berhasil dapat pinjaman dana (pinjam uang online/pinterest)

Prosesnya, kamu tinggal registrasi di situsnya dan melampirkan scan dokumen-dokumen yang jadi persyaratan. Nanti pihak customer care perusahaan pemberi pinjaman itu akan menghubungimu, dan uangnya bakal ditransfer ke rekeningmu deh.

Apa itu tarik tunai kartu kredit?

Meski sama-sama dilakukan di mesin ATM, tarik tunai kartu kredit beda sama tarik tunai debet. Kalau tarik tunai debet, ya uang yang kamu ambil adalah uang di rekeningmu sendiri. Kalau kartu kredit, uang yang kamu dapat bukan uang di rekeningmu melainkan uang pinjaman dari bank penerbit kartu kredit.

Yang namanya pinjaman ya pasti bakal ditagih dong untuk dikembalikan. Dan pas membayar, tentu ada beban bunganya.

Proses tarik tunai kartu kredit bisa dilakukan di ATM manapun. Asalkan mereka ada logo Visa atau Mastercard-nya. Nominal yang bisa kamu dapatkan adalah 40 hingga 60 persen dari total limit.

2. Suku Bunga

Pinjam uang online

Suku bunga dari pinjam uang online sangat bervariasi, sebab penyedia layanan ini pun sangat beragam. Mulai dari bank konvensional, bank online, sampai startup fintech yang menyediakan layanan peer-to-peer lending (P2PL) dan pinjaman online.

Jadi jangan kaget kalau lihat pinjaman online di Internet suku bunganya bisa beda jauh antara satu dengan yang lain. Ada yang tiga persen per bulan, dan bahkan ada yang satu persen per hari. Masa sih? Kalau gak percaya silahkan googling sendiri deh.

Meskipun prosesnya cepat dan beberapa bahkan bisa hanya modal KTP, bunganya kadang bisa tinggi. Makanya, cek dulu satu per satu lembaganya, jangan asal pilih ya.

Tarik tunai kartu kredit

Bunga tarik tunai kartu kredit maksimal yang ditetapkan oleh Bank Indonesia maksimal adalah 2,25 persen perbulan atau 26,95 pertahun. Bunga itu bakal diberlakukan ketika kamu gak melunasi tagihan kartu kreditmu.

3. Biaya Lain-Lain

Pinjam uang online

Biaya lain-lain selain bunga semua tergantung sama platform pemberi pinjamannya. Sebagai contoh, salah satu platform pinjam uang online memberlakukan biaya administrasi Rp 100 ribu dan biaya persetujuan kredit dua persen, biaya itu sudah dipotong di awal. Sementara ada juga platform lain yang gak memberlakukan kebijakan ini.

Besaran biaya lain-lain yang diberlakukan oleh setiap platform juga berbeda-beda ya. Ada baiknya kamu cari tahu dulu nilainya dan bandingkan antara satu produk dengan yang lainnya.

Tarik tunai kartu kredit

Nah seperti yang dijelaskan di atas, tarik tunai kredit juga ada biaya tambahannya. Seperti misalnya di bank BRI, ada biaya administrasi yang besarnya kurang lebih empat persen dari nominal tarik tunai atau Rp 60 ribu per transaksi, tergantung mana yang lebih besar.

pinjam uang online
Konsepnya sama-sama pinjam uang kan? Tapi bunganya jelas beda (ambil uang/gadgethacks)

Misalnya, kamu melakukan tarik tunai Rp 100 ribu, otomatis bakal ada biaya tambahan sebesar Rp 60 ribu. Jadi pertimbangkan dulu ya kalau mau melakukan langkah ini.

4. Perlindungan Nasabah

Pinjam uang online

Beberapa platform pinjaman uang online, terutama yang non-bank, telah diawasi dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan alias OJK. Jadi pastikan kamu memilih platform yang kayak gini, sehingga punya fasilitas pelayanan nasabah yang baik dan lebih terpercaya.

Bila platform yang kamu tuju ternyata belum diawasi OJK, kurungkan dulu niatmu untuk mengajukan pinjaman di sana. Lebih baik cari yang lain, daripada kamu terjebak rentenir online.

Tarik tunai kartu kredit

Kalau tarik tunai kartu kredit, gak perlu khawatir dengan perlindungan konsumen. Tentu saja, fasilitas tarik tunai kartu kredit memang disediakan oleh bank penerbit kartu kredit. So, apapun masalahnya tinggal hubungi bank yang bersangkutan.

5. Kecepatan Pencairan

Pinjam uang online

Soal kecepatan pencairan dana, waktunya bisa bervariasi. Ada platform yang mengklaim persetujuan bisa dilakukan selama 24 jam saja, dan ada juga yang dalam hitungan hari.

Semua tergantung dari kelengkapan dokumen yang kamu kirimkan. Kalau dokumen gak lengkap, ya otomatis bakal tersendat prosesnya.

Tarik tunai kartu kredit

Kalau tarik tunai kartu kredit ya duitnya bisa langsung kamu dapatkan. Wong nariknya kan pakai ATM. Tapi ingat saja poin kedua dan ketiga soal bunga.

6. Sistem Pelunasan

Pinjam uang online

Mekanisme pelunasan untuk pinjam uang online juga beragam, tergantung platform yang kamu gunakan. Kalau kamu pinjam ke bank, otomatis pembayaran cicilan akan dilakukan tiap bulan dengan mentransfernya ke bank bersangkutan sampai waktu jatuh tempo.

Kalau pinjam uang online ke lembaga non-bank atau fintech, kamu akan diminta mentransfer cicilannya ke bank yang jadi rekanan platform tersebut. Tapi perlu diperhatikan soal tenornya ya. Sebab beberapa penyedia jasa pinjam uang online cuma memberikan tenor gak lebih dari 30 hari untuk nasabahnya melunasi utang.

Pastikan untuk paham dan ngerti betul soal mekanisme pelunasan pinjaman ini supaya kamu gak merasa terjebak dan keuangan malah berantakan.

Tarik tunai kartu kredit

Sedangkan kalau yang ini, pembayarannya akan disatukan dengan total tagihan kartu kredit secara bulanan. Mau bayar minimum? Bisa, tapi risikonya ya kena bunga saja di bulan depan yang beranak pinak.

pinjam uang online
Jangan buru-buru dalam membuat keputusan soal pinjam dana. Salah sedikit kamu bisa tekor lho (tekor/realistic millionaire)

Itulah tadi enam perbedaan pinjam uang online dan tarik tunai kartu kredit. Gak ada yang salah dengan dua metode ini, namun wajib buatmu untuk memahami seluk beluk keduanya. Dengan begitu, kamu bisa menentukan pilihan dengan tepat ketika dihadapkan dengan situasi mendesak.

Misalnya, kamu boleh tarik tunai kredit kalau kamu harus bayar biaya rumah sakit yang lokasinya di pelosok. Misalkan, kamu menabrak seseorang di perjalanan dan harus membawanya ke rumah sakit, dan rumah sakit itu gak punya EDC. Mau gak mau harus tarik tunai bila kondisi keuanganmu sedang gak sehat.

Sementara itu, pinjam uang online bisa jadi pilihan jika memang bakal ada pengeluaran besar dalam waktu satu atau dua bulan ke depan. Sebut saja seperti, melakukan renovasi rumah kecil-kecilan di apartemenmu.

Sekarang sudah paham kan sama perbedaannya? Jangan salah ambil keputusan ya.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Mau Pinjam Uang Online? Begini Caranya untuk Pilih Lembaga Keuangan yang Tepat]

[Baca: Coba Pinjam Uang Online di Berbagai Bank, Tapi Kok Aplikasi KTA Ditolak Semuanya?]

[Baca: Ada Saatnya Tarik Tunai Kartu Kredit dan Pinjam Dana Cepat via Online]

Masih banyak lagi dari duitpintar.com