Cara Bayar Kuliah Sendiri tanpa Tergantung Duit Orang Tua

by DuitPintar 4.074 views1

bayar kuliah sendiri thumbnail

bayar kuliah sendiri header

Lulus kuliah tanpa pakai duit orang tua sudah banyak sekali contohnya. Yang terbaru ada Siti Afidah, cewek asal Kabupaten Kendal yang lulus tanpa tergantung pada duit orang tua.

 

Enggak cuma lulus, Afidah sukses nyabet predikat cum laude dengan IPK 3,84! Padahal kedua orang tuanya hanya buruh tani serabutan dengan upah Rp 35 ribu per hari. Malu kan kita kalau mampu kuliah dengan dukungan penuh orang tua tapi prestasinya gitu-gitu aja.

 

Kalau kamu mau tetap bisa kuliah walaupun kemampuan finansial orang tua kurang mendukung, simak tips bayar kuliah sendiri berikut ini:

 

1. Cari beasiswa

Jenis beasiswa ada banyak banget. Dari dalam negeri, ada beasiswa pemerintah dan swasta. Kalau mau kuliah di luar negeri, ada juga tuh beasiswa dari pihak asing.

 

Contoh beasiswa dalam negeri (S-1/S-2):

  • Bidik Misi
  • Djarum Foundation
  • Sampoerna Foundation
  • Beasiswa Unggulan
  • Yayasan Orbit Ainun Habibie

 

Contoh beasiswa luar negeri (S-1/S-2):

  • Swedish Scholarship for International Students
  • Fulbright Foreign Student Program
  • Australian Awards Scholarship
  • Erasmus Mundus
  • Monbukagakusho

 

Selain itu, setiap kampus pasti juga punya program beasiswa khusus bagi mahasiswanya. Tanyakan saja ke kampus soal beasiswa itu beserta syarat-syaratnya.

 

Dapetin beasiswa-beasiswa ini cukup mudah. Salah satu syarat umum beasiswa ini adalah berprestasi baik di sekolah maupun kampus. Pastikan IP kamu minimal 3,2 biar bisa daftar ke semua beasiswa, soalnya ada batas minimal IP.

 

Terdapat berbagai penyedia beasiswa di negri ini, tinggal pilih yang mana dan kejar sampai dapat!
Terdapat berbagai penyedia beasiswa di negri ini, tinggal pilih yang mana dan kejar sampai dapat!

2. Cari kerja

Sekarang banyak juga lho kampus yang buka kelas karyawan pada malam hari. Jadi, pagi-sore kita kerja, terus malamnya kuliah. Ini menguntungkan karena kita punya pekerjaan tetap tapi masih bisa kuliah.

 

Kalau tidak, kita juga bisa cari kerjaan freelance. Di luar negri sono, kuliah sambil kerja sudah jadi hal umum. Biasanya para mahasiswa nyambi jadi pegawai kafe atau restoran fastfood. Bahkan ada juga yang menjadi tukang kebun atau babysitter harian.

 

Jadi, enggak usah pakai gengsi untuk ambil kerja sambilan. Dengan kerja sambil kuliah, kamu bisa lebih mandiri. Kamu juga bisa meringankan beban orang tua.

 

Tapi sebisa mungkin pilih kerjaan yang masih nyangkut sama jurusan kuliah. Misalnya kuliah komunikasi, coba ngelamar jadi wartawan freelance. Kalau kuliah jurusan pendidikan, bisa ngasih les anak-anak di sekitar rumah.

 

Kerjaan ini bisa membuka jalan jadi pengusaha juga, lho. Kamu bisa sekalian belajar cara menjadi pengusaha sekaligus memupuk modal usaha. [Baca: 5 Pengusaha UKM yang Sukses]

 

 

3. Cari pinjaman

Ini cara terakhir yang bisa kamu tempuh. Cuman, ada dua hal yang mesti kamu perhatikan, yakni:

 

– Hindari rentenir

Praktek rentenir gampang banget dijumpai di masyarakat. Pinjam duit dari rentenir enggak ribet, tapi bayarnya bikin mumet. Soalnya, bunganya tinggi kayak Monas. [Baca: Saking Ingin Dana Pinjaman, Malah Kejebak Lintah Darat]

 

Jangan sampai kejebak pinjaman rentenir ya, serem loh!
Jangan sampai kejebak pinjaman rentenir ya, serem loh!

 

 

Peminjaman duit dari rentenir enggak diatur secara hukum. Karena itu, si rentenir bebas aja nentuin bunga, cicilan, mekanisme pembayaran, dan sebagainya. Kalau enggak hati-hati, kita bisa terjerat utang sampai tua.

 

– Pilih layanan pinjaman yang tepat

Bank punya sejumlah layanan pinjaman, di antaranya kredit tanpa agunan (KTA) dan pinjaman dengan jaminan. Agunan dan jaminan di sini punya arti yang sama, yaitu aset yang diberikan sebagai syarat mendapat pinjaman.

 

Kalau buat mahasiswa, yang pas adalah KTA. Tapi, syarat utama biar permohonan KTA diterima adalah kita harus punya pekerjaan tetap atau punya kartu kredit. Jadi kalau kita ga kuliah nyambi kerja ga bisa dapat KTA.

 

Karena itu, cari pinjaman adalah cara terakhir. Kita wajib memperhitungkan kondisi keuangan kita agar cicilan bisa dilunasi tepat waktu.

 

Sebelumnya, kita juga harus membuat perhitungan, kira-kira berapa duit yang kita butuhkan buat kuliah sampai lulus. Contoh perhitungan:
– SPP: Rp 5 juta per semester
– Biaya hidup: Rp 1 juta per bulan
– Lain-lain (biaya tak terduga, fotokopi, beli buku, dsb): Rp 2 juta per semester

 

Perhitungan:
Rp 5 juta  x 8 semester (lama kuliah) = Rp 40 juta
Rp 1 juta  x 12 bulan x 4                       = Rp 48 juta
Rp 2 juta x 8 semester                          = Rp 16 juta
Total (40 + 48  + 16 juta)                      = Rp 104 juta

 

Lumayan banyak juga, ya. Tapi kalau kamu dapat beasiswa yang full, biaya sebesar itu bisa tertutup semuanya. Jadi, kamu tinggal kuliah yang bener biar duit beasiswa enggak distop di tengah jalan gara-gara IP jeblok.

 

Kalau enggak, kamu dapat biayain kuliah itu sebagian dari kerja dan sebagian dari beasiswa. Kalau satu kerjaan enggak cukup, kamu bisa ambil yang lain. Tapi, pastikan kuliah kamu enggak keganggu gara-gara kerjaan itu.

 

Siti Afidah, cewek asal Kabupaten Kendal yang lulus tanpa tergantung pada duit orang tua
Siti Afidah, cewek asal Kabupaten Kendal yang lulus tanpa tergantung pada duit orang tua

 

Di sini kamu juga jadi tahu bahwa pendidikan anak itu penting dan mahal. Jadi, ketika kamu sudah lulus dan bekerja, jangan lupa siapkan pos keuangan untuk pendidikan calon anakmu kelak. [Baca: Memahami Asuransi Lebih Dalam]

 

Dengan bayar kuliah sendiri, ada kebanggaan tersendiri buat orang tua. Apalagi kalau kayak Afidah yang lulus dengan cum laude. Ngelihat anaknya pas wisuda dipanggil ke panggung sebagai lulusan terbaik dengan biaya sendiri, hati orang tua mana yang enggak bangga?

 

 

 

Image credit:

  • http://st284076.sitekno.com/images/art_134908.jpg
  • http://cdn.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2015/01/30/493098/670×335/afidah-anak-buruh-tani-lulusan-terbaik-uin-walisongo-ber-ipk-384.jpg

Masih banyak lagi dari duitpintar.com