Cek 5 Poin Ini Sebelum Terburu Nafsu Mengorbankan Karier demi Traveling Sepuas Hati

by Tifanny 850 views0

Mengorbankan Karier demi Traveling (1)

Jalan-jalan alias traveling emang terdengar seru. Bayangan mendatangi tempat-tempat eksotis, duduk santai di pinggir pantai. Atau mencoba menantang adrenalin dengan aktivitas alam pasti jadi impian banyak orang.

Eits, sebentar deh. Sadar kan kalau yang namanya traveling gak gretongan, bahkan bukan gak mungkin nominalnya fantastis loh. Lalu gimana kalau rela mengorbankan karir dan gaji bagus demi bisa traveling sepuas hati?

Kisah nyata Tom Currie (24 tahun) dari Selandia Baru yang rela resign demi fokus mengejar PokemonGo. Ia mengaku telah bekerja selama 6 tahun dan butuh istirahat dari rutinitas dengan cara fokus berburu PokemonGO keliling Selandia Baru selama 2 bulan.

Kisah lain Antonio Cala, memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya untuk traveling menggunakan sepeda.

Kalau lagi asyik dengan hobi traveling lalu kepikiran buat fokus traveling saja, udah dipikirin belum tuh konsekuensinya? Udah siap?

Yakin mau mengorbankan karier demi traveling? Eits tunggu dulu jangan gegabah. Pertimbangan dulu deh hal-hal ini:

Mengorbankan Karier demi Traveling 1
Bete kalo udah seru liburan tapi kudu balik ke kantor lagi. (solo traveling/okezone)
  1. Punya Tujuan

Gak mungkin kan manusia hidup gak punya tujuan yang jelas. Sama halnya ketika kamu memutuskan untuk resign dari tempat kamu bekerja dan memutuskan untuk traveling. Tujuannya apa? Coba pikirkan matang-matang.

Jangan cuma karena pengin aja atau ngeliat cerita-cerita travel blogger tuh seru ya. Kalau hanya karena tujuan-tujuan yang gak jelas kayak gitu lebih baik urungkan deh niat kamu untuk resign.

Tujuan di sini juga sama artinya dengan menetapkan destinasi, mulai dari negara, kota sampai dengan lokai-lokasi wisata. Perencanaan bakal traveling ke mana bakal ngebantu kamu nyiapin budgetnya.

  1. Kondisi Finansial

Poin yang ini berkaitan erat sama poin satu. Tulis dengan detail semua destinasi kamu supaya bisa menyiapkan budgetnya. Kecuali kamu mau luntang-lantung ga jelas kayak anak ayam kehilangan induknya.

Buat apa mengorbankan karir demi rencana traveling yang cuma bakal bikin kamu hidup nelangsa. Maksud hati mau cari pengalaman sekali seumur hidup yang seru dan gak akan terlupakan eh malah menderita karena kurang persiapan dan dana.

Pastikan selama ini tabungan yang kamu sisihkan, investasi yang sudah kamu lakukan hasilnya sudah mencukupi hasrat traveling jangka panjang kamu ini ya.

Mengorbankan Karier demi Traveling 2
Hobi traveling dan karier bisa kok berjalan berdampingan. (traveling/superadventure)
  1. Rencana

Memutuskan resign demi menuntaskan hasrat traveling kamu itu bukan sesuatu yang remeh. Melepaskan karir dan fasilitas kenyamanan yang mungkin sudah susah payah kamu perjuangkan jangan hanya demi sesuatu yang kamu sendiri gak tahu buat apa.

Siapkan rencana A, B, C bahkan kalau perlu sampai Z. Lebay? Eits, gak ada yang tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari. Hal-hal gak terduga bisa saja terjadi saat kamu ngerasa sudah mempersiapkan semuanya.

Bisa saja kamu jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit saat traveling. Otomatis hal-hal gak terduga kayak gini bakal mengubah rencana awal dong. Sediakan rencana cadangan dan bersiap menerima segala kemungkinan yang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.

  1. Mempersiapkan Kebutuhan  

Mempersiapkan kebutuhan yang dimaksud di sini pastinya tentang hal-hal yang harus kamu pahami bahkan persiapkan sebelum menuju destinasi travelingmu. Pakaian, peralatan pribadi, ransum sampai mata uang itu mah udah pasti ya.

Selain itu pelajari juga sistem transportasi, kebudayaan masyarakat sekitar sampai hal-hal yang terkait izin bagi turis atau pendatang kayak kamu.

Gak mau dong karena melalaikan hal-hal semacam itu kamu jadi harus terlibat masalah di salah satu destinasi traveling.

  1.  Menerima Input

Dalam hidup manusia itu gak sendiri, selalu butuh manusia lainnya. Ada saat di mana kita butuh second opinion alias pendapat orang lain selain pemikiran kita sendiri. Terkadang ada hal-hal yang gak terpikirkan oleh kita dan bisa bermanfaat buat kita.

Ini bukan berarti kamu minta pendapat banyak orang ya. Gak semuanya harus kamu mintai pendapat, nanti malah kebanyakan pendapat dan ujung-ujungnya kamu galau bahkan stres.

Mengorbankan Karier demi Traveling 3

Ngobrol saja dengan mereka yang kamu percaya dan teman curhat yang baik. Pastinya yang bisa memberi saran yang objektif.

Mungkin masih ada hal-hal lain yang harus kamu pertimbangkan saat kepikiran buat resign demi menuntaskan hasrat traveling.

Kalau hanya sekedar jenuh sama kerjaan coba cari solusi lain dulu deh, jangan langsung resign gitu aja tanpa pikir panjang.

Ajuin cuti panjang misalnya, lakuin hobi kamu yang lain juga bisa. Hidup itu harus seimbang, kalau cuma mau senang-senang terus seumur hidup tapi gak jelas dapet duit darimana karena semua butuh duit ya mendingan jangan deh.

Beda halnya kalau kamu mau jadi travel blogger misalnya. Sudah pasti dari hasil traveling itu kamu dapet dua benefit yang sudah jelas. Penghasilan dan kepuasan bisa traveling ke berbagai tempat tanpa harus bayar sendiri bahkan dibayar ya.

Kalau ternyata poin-poin di atas belum kamu miliki lebih baik urungkan dulu niat buat resign demi traveling. Sebaiknya bikin persiapan matang jauh-jauh hari.

Fokus saja dulu sama pekerjaan atau kalau perlu tambah kerja sampingan biar pundi-pundi kamu cepat gemuk. Jangan konyol alias modal nekat.

Tahan dulu hasrat traveling kamu dengan menyiasati apa yang kamu bisa lakukan untuk saat ini saja dulu. Masih bisa dong menikmati hasrat traveling kamu tanpa resign.

 
Yang terkait artikel ini:

8 Alasan Ini Membenarkan Kenapa Kita Susah Menemukan Karier yang Tepat

Yang Suka Backpacking Hitung Dulu Mana yang Lebih Hemat, Sendirian atau Ikut Open Trip

Pengin Liburan Murah Meriah? Yuk Manfaatkan Travel Fair

Tags:

Tifanny

Menjadi Public Relation Officer adalah cita-cita saya beberapa tahun lalu. Ternyata pasion saya yang sebenarnya adalah menjadi penulis profesional. Keuangan adalah hal yang selama ini sering saya abaikan. Kini saya sadar bahwa keuangan memegang peran penting dalam kehidupan semua orang. Dan hal itulah yang ingin saya bagikan ke semua orang.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com