Cerai Itu Mahal! Udah Dipikirin Soal Biaya-Biaya yang Bakal Dikeluarkan?

by Hardian 3.163 views0

Cerai Itu Mahal

Gak ada yang mau bercerai, tapi kadang perpisahan akhirnya jadi pilihan dalam sebuah pernikahan.

Emang, banyak hal yang bisa memicu perceraian. Tapi banyak pula alasan yang bisa disodorin untuk mencegahnya. Salah satunya: cerai itu mahal, bro dan sis!

Jangan kira proses perceraian itu semudah memasak sayur bayam. Sederet tahap mesti dilewati. Bahkan proses ini bisa berlangsung berbulan-bulan. Gak cuma fisik, mental pun harus kuat.

Terlebih lagi, perceraian juga menuntut biaya yang gak sedikit lho. Bahkan biaya perceraian bisa membuat tabungan terkuras.

Berikut ini komponen biaya yang diperlukan untuk memproses perceraian:

1. Pengacara

Pengacara atau advokat akan membantu mengurus perceraian, terutama dalam hal persidangan.

cerai itu mahal
Jasa pengacara gak murah lho, lumayan buat beli cilok sepabrik hehehe (Jasa Pengacara / bankruptcyexpertsgeelong)

Kita sebenarnya bisa saja mengurus perceraian sendiri. Tapi itu kalau punya pengetahuan tentang sistem peradilan di Indonesia. Misalnya tentang pengajuan gugatan, termasuk format suratnya dan apa saja isinya.

Jasa pengacara biasanya dibayar berdasarkan hitungan jam atau total tunai. Bila tarif pengacara per jam, berarti tinggal hitung berapa jam dia menjadi konsultan kita.

Kalau total tunai, seperti bayar tukang borongan. Duitnya sesuai dengan kesepakatan, gak peduli berapa lama proses berjalan.

Biasanya, pengacara di kota-kota besar tarifnya lebih mahal. Di Jakarta, kisarannya bisa sampai Rp 20-50 juta. Itu baru di pengadilan tingkat pertama. Bila sampai banding, kasasi, dan peninjauan kembali, tarifnya bakal melambung lagi.

2. Pengadilan

Umumnya, biaya pengacara sudah mencakup ongkos di pengadilan. Namun kita tetap perlu mengetahui apa saja yang harus kita bayar. Apalagi jika berencana mengurus perceraian sendiri.

cerai itu mahal
Sebelum masuk ke pengadilan Agama, pkir-pikir lagi ya biar gak menyesal (Pengadilan Agama / pa-tanjungpandan)

Berikut ini biaya cerai yang diperlukan di pengadilan:

1. Pendaftaran perkara : Rp 30.000

2. Materai : Rp 6.000

3. Administrasi : Rp 50.000

4. Redaksi : Rp 5.000

5. Panggilan (penggugat 2 kali; tergugat 3 kali)

Biaya panggilan tergantung kepada radius jarak tempat tinggal penggugat dan tergugat dengan pengadilan.

Itu baru biaya pengadilan di tingkat pertama, ya. Biaya ini berlaku buat gugatan di pengadilan negeri maupun pengadilan agama. Pengadilan negeri untuk perceraian non-muslim, sedangkan pengadilan agama untuk pasangan muslim.

3. Pengadilan selanjutnya

Bila pengadilan di tingkat pertama sudah ada putusan, baik pihak penggugat maupun tergugat bisa saja mengajukan banding.

Misalnya karena hak asuh anak tidak jatuh di pihaknya. Demi mendapat hak asuh itu, gugatan banding diajukan. Nah, ini siap-siap keluar duit lagi. Setidaknya ada tiga komponen biaya, yakni pendaftaran, gugatan banding, dan kirim berkas.

Biaya tambahan muncul lagi jika gugatan dibawa ke tingkat kasasi dan kemudian peninjauan kembali. Makin tinggi tingkat pengadilan, biaya makin besar.

cerai itu mahal
Duh ayah, ibu, itu anak lho, bukan mainan yang bisa diperebutkan (Berebut Hak Asuh Anak / advokatperceraian)

Tapi jika pakai jasa pengacara, biaya tambahan yang ditetapkan lebih kecil daripada biaya gugatan awal. Biaya pendaftaran di tiap tingkat umumnya sama, yakni Rp 50 ribu. Komponen lainnya berbeda.

Biaya cerai mungkin bakal lebih gampang hitungannya jika pakai pengacara. Tinggal bayar all-in, perkara akan mereka urusi.

Tapi jelas biaya mengurus perceraian sendiri lebih murah. Meski begitu, semurah-murahnya biaya cerai, kita tetap keluar duit.

Itulah salah satu alasan kenapa bercerai jadi pilihan terakhir. Bagaimanapun, setiap pasangan pasti ingin rumah tangganya tetap utuh sampai maut memisahkan. Terlebih jika sudah punya buntut alias buah hati. Pikir-pikir lagi deh.

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: 5 Biaya Ini Wajib Diketahui oleh Para Pria yang Mau Nikah]

[Baca: Apa Pantas Suami Mengurus Keuangan Keluarga?]

[Baca: 4 Hal Soal Keuangan Rumah Tangga yang Perlu Dibicarakan Sebelum Menikah]

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com