Cerdas Atur Keuangan dengan 5 Trik Pengendalian Pikiran Ini

by akbar 808 views0

untuk jam 9 malam

Finansialku

Melalui praktik pengajaran Agama Budha dan meditasi, konsep pengendalian pikiran (mindfulness) telah menjadi teknik pengobatan. Para penganut paham ini melihat penerapannya melalui berbagai aspek dalam hidup, termasuk di sisi perencanaan keuangan.

Konsep pengendalian pikiran merupakan suatu kesadaran atas kejadian saat ini, memberikan perhatian khusus kepada lingkungan dan keadaan internal. Ketika berbicara tentang keuangan, pengendalian pikiran dapat membantu mengekang keinginan untuk membeli, dan membantu seseorang untuk menabung demi tercapainya tujuan jangka panjang.

Bagian yang penting adalah pengendalian pikiran membuatmu berpikir mengenai pengaturan keuangan secara langsung. Membelanjakan uang dengan bijak seharusnya bukan jadi suatu hal yang membawa frustasi, melainkan sebuah pilihan-pilihan yang diambil untuk merefleksikan caramu dalam menjalani kehidupan.

Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat dipraktikkan mengenai pengendalian pikiran dan bagaimana metode ini dapat menolongmu dalam menghemat uang. Simak lebih lanjut yuk.

1. Kesadaran

sadar
sadar/ wookmark

Mengatur keuangan diawali dengan sebuah kesadaran. Berikanlah perhatian ke beberapa hal yang gak hanya berfokus pada berapa pengeluaranmu. Cari tahu motivasi dibalik rencanamu membeli barang tersebut.

Mungkin kamu baru saja mengatur biaya pengeluaran dan budgeting. Usahakan untuk dapat meninjau ulang budget yang kamu buat. Apakah sudah sesuai dengan berbagai prioritas yang ada? Apakah kamu mau menyimpan dana lebih ke dalam rekening tabungan? Apakah kamu secara otomatis membayar biaya tagihan televisi yang sebetulnya gak digunakan setiap harinya?

2. Keseimbangan

Keseimbangan adalah hal utama dalam pengendalian pikiran. Kebanyakan dari kita mengetahui pepatah “Hidup dan pekerjaan haruslah seimbang”. Ini merupakan anjuran agar hidup tetap masuk akal, bahagia, dan sehat.

Kita juga mengenal istilah tentang anggaran belanja yang seimbang, yakni pendapatan lebih besar dari pengeluaran. Tapi tampaknya hal ini terlihat begitu berat, terutama ketika lebih dari 30 persen pendapatan digunakan untuk kebutuhan hidup, dan kita pun perlu bekerja ekstra.

Gimana kita dapat mempraktikkan hal ini ketika keuangan kita begitu “mepet”?

Ada konsep terapi yang dapat dipraktikkan yaitu, “pencucian otak” yang dapat menolong dalam penghematan uang bahkan lebih dari yang kita harapkan. Misalnya, kamu berpikir untuk memiliki seekor hewan peliharaan. Logikanya, kamu mengetahui bahwa ongkos hewan peliharaan itu begitu mahal. Makanan hewan, tagihan kesehatan binatang, dan sebagainya dapat meningkatkan biaya pengeluaran lebih lagi.

Emosimu bisa saja dipengaruhi oleh begitu menarik dan lucunya seekor kucing atau anjing dalam sebuah kandang. Kamu gak bisa menolak emosi tersebut karena ini begitu nyata. Tapi kamu bisa membuat sebuah keputusan yang masuk akal juga.

Berpikir dengan bijak membuat keinginan dan realita dapat dipertimbangkan dengan lebih matang. Buat daftar pro dan kontra sebelum mengambil sebuah keputusan.

Tipe pemikiran yang satu ini sangat bermanfaat gak hanya untuk memikirkan ulang hal yang tidak terencanakan, tetapi juga menimbang dengan lebih masuk akal.

3. Tujuan

Pengeluaran kita menunjukkan nilai-nilai dan prioritas hidup kita. Pengendalian pikiran dapat menolongmu dalam mengambil berbagai pilihan yang bermakna, daripada hanya untuk kesenangan semata.

tentukan target
Tentukan target/ hakimgroup

Dengan adanya tujuan atau maksud yang sudah kamu miliki, maka kamu dapat berbelanja di toko dengan pendirian yang teguh. Contohnya kamu beli barang mahal tapi masa pemakaian lebih awet, daripada beli yang murah tapi cepat rusak.

Atau bahkan kamu menghabiskan waktu lebih lama dalam melakukan pencarian akan setiap pilihan-pilihan yang ditawarkan sebelum melakukan pembelian. Apapun tujuanmu dalam belanja, yakinlah bahwa hal itu akan menolongmu dan tentu saja menghemat uang lebih banyak.

4. Fokus

Latihan pengendalian pikiran memerlukan sebuah fokus dalam menyadari keberadaanmu saat ini, bukan hidup di masa lalu dan membayangkan masa depan. Tentu saja ketika kita berbicara mengenai uang maka kita perlu juga memikirkan tentang masa depan.

Namun dipertimbangkan bahwa kamu masih hidup di masa kini. Mulailah dengan mengidentifikasi 3 prioritas keuangan jangka panjang secara berurutan. Misalnya rencana pembelian rumah, perjalanan liburan, dan membayar biaya sekolah anak. Buatlah daftarnya dan fokuskan diri pada ketiga hal tersebut.

Selanjutnya, kamu bisa membuat perencanaan untuk merealisasikan hal-hal tersebut. Kalkulasi seberapa banyak uang yang kamu tabung dan seberapa sering kamu menabung.

5. Penerimaan

bersyukur dengan apa yang telah kita dapatkan
Bersyukur dengan apa yang telah kita dapatkan/ apakabardunia

Terkadang kita membandingkan pendapatan kita dengan orang lain dan juga pekerjaan orang lain dengan pekerjaan kita. Ada kalanya kita merasa apa yang kita kerjakan tidak senyaman yang orang lain kerjakan dan pendapatan mereka sepertinya lebih tinggi.

Sadari dan syukurilah apa yang kamu miliki saat ini. Berikan motivasi pada diri sendiri untuk terus bekerja keras, tapi tetap jujur dalam melakukan setiap tugas dan tanggung jawab. Siapa tahu kelak kamu akan mendapat promosi naik jabatan dan tentu saja pendapatan pun ikut naik juga.

Bijak dalam mengatur keuangan dapat dilakukan dengan penuh pengendalian pikiran secara konsisten. Cobalah untuk tetap fokus pada target dan prioritas keuangan, serta bersyukur atas segala berkat yang diterima selama ini. Dengan begitu, kebebasan finansial pun pasti akan datang.

 

Masih banyak lagi dari duitpintar.com