Deposito Bank vs ORI 014, Mana yang Lebih Menguntungkan?

by Hardian 453 views0

Deposito Bank

Melihat tren penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia, bunga deposito bank bakal ikut turun. Tak pelak, muncul saran agar investasi deposito gak terlalu agresif dulu.

Sebaliknya, coba lirik sarana investasi lain yang lebih berpotensi. Salah satunya adalah Obligasi Negara Ritel (ORI).

ORI yang paling baru dikeluarkan adalah ORI 014 yang rilis tahun ini. Dengan kupon 5,85 persen per tahun dan jatuh tempo 15 Oktober 2020, ORI 014 bisa menjadi alternatif deposito yang bunganya cenderung turun mengikuti suku bunga acuan.

Rata-rata suku bunga deposito saat ini adalah 5 persen untuk jangka waktu satu tahun. Beberapa lebih dari itu, namun ada risiko penurunan suku bunga tahun depan.

[Baca: Bunga Deposito Bank Makin Turun, Alihkan Danamu ke 4 Instrumen Investasi Ini]

Selain itu, dana ORI juga lebih likuid karena bisa ditarik kapan saja tanpa terkena penalti. Hal ini tak akan didapati di deposito.

deposito bank
ORI adalah singkatan dari Obligasi Negara Ritel. Seharusnya apa gak ONR ya? (DuitPintar)

Pajak ORI pun lebih kecil, yakni hanya 15 persen. Sedangkan pajak deposito mencapai 20 persen.

Maka, tak mengherankan bila analis investasi lebih menyorongkan ORI ketimbang deposito. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut ini disajikan perbandingan keuntungan deposito bank vs ORI 014 dengan modal Rp 20 juta:

Deposito

Kita ambil contoh deposito bank dengan bunga 5 persen dan dana Rp 20 juta untuk jangka waktu dua tahun.

Rumus bunga: jumlah uang simpanan x bunga per tahun x 80% (dipotong pajak) x tenor : 12

= Rp 20 juta x 5 persen x 80% x 12 : 12

= Rp 800.000

Dana Rp 800.000 bisa didapat dalam setahun sebagai bunga. Itu sudah termasuk pajak. Sedangkan dalam dua tahun, dengan bunga yang sama, bunganya akan menjadi Rp 800.000 x 2 = Rp 1.600.000.

[Baca: Memilih Deposito Terbaik di Indonesia yang Cocok Buat Gaji Rp 3 juta]

ORI 014

deposito bank
Permintaan ORI selalu tinggi, tapi tergantung nilai kupon yang ditawarkan (metrotvnews)

Keuntungan dari ORI bisa didapatkan dari dua skenario. Yang pertama adalah memegang obligasi hingga jatuh tempo. Keuntungan ini berasal dari nilai kupon yang terakumulasi.

Yang kedua adalah menjual obligasi ketika harganya naik. Obligasi bisa mengalami kenaikan atau penurunan nilai dalam perdagangan di pasar sekunder (bukan dibeli saat pertama kali dikeluarkan). Jika kita bisa menjualnya di atas harga pembelian, selisih harga itu menjadi keuntungan buat kita.

Dengan komponen dana investasi Rp 20 juta, ada dua skenario perhitungan imbal hasil ORI 014 dengan bunga 5,85 persen.

1. Pegang sampai jatuh tempo

Return 1 tahun: 20 juta x 5,85% x 85% (dipotong pajak) = Rp 994.500
Return 3 tahun (jatuh tempo) = 994.500 x 3 = Rp 2.983.500

2. Jual di atas harga beli

Misalnya Bu Sisca beli ORI 14 ketika harganya 98% sebesar Rp 20 juta. Setelah setahun, Bu Sisca hendak menjualnya di harga 100%.

Bunga kupon 1 tahun = 5,85% x (100%-15%*)=  4,9725% per tahun
Bunga kupon 1 bulan = 4,9725% / 12 = 0,414583 % per bulan
Nilai kupon per bulan = Rp 20 juta x 0,414583 % = Rp 82.916
Keuntungan kupon 1 tahun = Rp 994.992

Keuntungan selisih harga beli dan jual = (100%-98%) x Rp 20.000.000 = Rp 400.000.

Keuntungan total Bu Sisca = Rp 994.992 (kupon) + Rp 400.000 (selisih harga jual) = Rp 1.394.992

*angka 15% adalah pajak yang dikenakan untuk obligasi

deposito bank
Kalau berminat, segera hubungi agen penjual ORI. Coba tanyakan ke bank tempatmu menabung, apakah menjual ORI (kontan)

Kesimpulan

Perbandingan keuntungan deposito bank vs ORI di atas menunjukkan bahwa potensi keuntungan ORI lebih tinggi. Pajaknya yang hanya 15 persen menjadi fitur penarik utama. Poin plus lainnya adalah keamanan investasi ORI dijamin langsung oleh negara.

Meski demikian, memang ORI 014 atau yang baru saja diterbitkan kurang begitu menarik karena nilai kupon yang rendah. Bahkan kupon ini adalah yang terendah sepanjang riwayat penerbitan ORI.

Bila melihat ke tahun-tahun sebelumnya, kupon ORI terhitung tinggi. Terutama bila dibandingkan dengan deposito.

Kupon ORI 001 atau yang pertama, misalnya, mencapai 12,05 persen. Kupon ORI 013 pun masih terbilang tinggi, yakni 6,6 persen.

Yang pasti, sepanjang riwayatnya, belum ada perdagangan ORI yang lesu. Artinya, sarana investasi ini amat diminati pasar. Walhasil, potensi keuntungan pun terbuka lebar.

 

Tags:

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com