Didik Anak Remaja Kayak Gini Supaya Mereka Cerdas Finansial

by Tifanny 859 views0

didik anak remaja l

Coba amati anak-anak remaja belasan tahun zaman sekarang. Belajar kelompok di Starbucks dengan laptop. Nonton bioskop setiap weekend bareng teman-teman sekolah, hingga belanja fashion sampai tangan penuh bawa kantong-kantong belanjaan. Ini sudah jadi pemandangan lumrah deh.

Bahaya loh kalau gak dimonitor dan diarahkan. Bukan gak mungkin mereka tumbuh jadi pribadi yang boros dan gak bisa ngatur uang pas dewasa. Mau jadi apa nantinya kalau sejak remaja sudah hobi menghambur-hamburkan uang ya?

Sebagai orangtua yang peduli sama masa depan anak, simak deh cara mengedukasi keuangan untuk anak remaja di bawah ini.

1. Wajibkan membuat budget bulanan

didik anak remaja
Ayo adik-adik mulai belajar bikin budget, jangan cuma belajar pedekate hehehe (Mengatur Budget / Dwi Aditya)

Anak yang sudah masuk usia remaja , sudah bisa dipercaya kok memegang uang dalam nominal yang cukup besar. Beri mereka tanggung jawab di baliknya. Semisal, beri jatah jajan plus kebutuhan sekolah lainnya untuk sebulan ke dalam rekening mereka.

Setelah itu, minta mereka membuat laporan pemasukan dan pengeluaran sederhana selama sebulan dalam sebuah buku. Ajari mereka untuk menyertakan juga bukti pembayaran, seperti kwitansi pembelian dan struk belanja.

2. Rutin menabung

Siapa sih orangtua yang gak mengajarkan anaknya untuk rajin menabung sedari kecil? Pasti semuanya. Ingatkan anak remaja kita untuk gak absen menabung setiap bulannya dari jatah yang dipercayakan.

Bebaskan gaya menabung mereka. Boleh disisihkan sedikit setiap hari atau langsung dialokasikan di awal saat pemberian uang jatah bulanan, lalu masukkan ke rekening.

Setiap akhir bulan cek berapa jumlah tabungan mereka dan minta mereka memasukkannya juga ke dalam laporan budget bulanan.

3. Libatkan dalam diskusi keuangan keluarga

Saat ayah dan ibu sedang membuat budget keuangan rumah tangga, ajak anak duduk bersama. Kalau perlu libatkan mereka dalam diskusi alokasi setiap kebutuhan keluarga agar mereka mengerti pos-pos pengeluaran itu apa saja sih.

Walau mungkin awalnya mereka akan menolak karena malas dan gak mengerti pembahasan keuangan orangtua, lama-kelamaan pasti ada dampak positifnya. Jangan dipaksa sampai ribut ya. Bertahap saja.

4. Jadi contoh baik

didik anak remaja
Ayo nabung, tapi kalau orang tua gak pernah nabung sama juga bohong dong! (Jadi Teladan / Fimela)

Ingat, anak adalah peniru yang ulung, dan sekarang anak remaja kian kritis terhadap segala sesuatu. Mereka lebih peka terhadap sesuatu yang baru atau sering terjadi di depan mata.

Saat kita berharap mereka melakukan hal-hal yang baik, khususnya dalam hal keuangan, ya kita harus jadi contoh yang baik dong. Gak mungkin kita mau anak punya kebiasaan berhemat sementara kita sering memperlihatkan gaya belanja yang boros.

5. Temani mereka berbelanja

Anak yang sudah beranjak remaja pasti mulai memiliki keinginan untuk membeli fashion yang sedang trend atau alat-alat sekolah terkini. Apalagi zaman serba digital begini, hampir setiap anak sudah sangat familiar dengan gadget, handphone, dan laptop.

Temani anak-anak remaja kita saat mereka sedang ingin membeli hal-hal tersebut. Sebagai orangtua, kita punya hak untuk mendampingi dan memberi nasihat sebelum mereka memutuskan memilih barang tertentu untuk dibeli.

Tapi ingat, jadilah teman berbelanja yang menyenangkan dan gak terlalu bawel. Nanti yang ada mereka akan merasa tertekan dan tertutup.

6. Ajari mencari uang sendiri

Anak-anak cepat bertumbuh dan dewasa. Saat ini mereka masih sekolah dan berada di bawah tanggung jawab kita. Namun suatu saat mereka harus mandiri dan punya tanggung jawab yang lebih besar lagi.

didik anak remaja
Aduh nak, cari duit susah loh! (Kecil Berduit / Hometimes)

Penting banget mengajarkan dan mendidik mereka jadi orang yang mandiri dan bertanggung jawab. Salah satunya tentu saja dalam keuangan. Gak mau anak-anak kita nantinya hidup susah karena gak bijak menggunakan uang kan?

Gak ada salahnya mulai ajari mereka tentang menghasilkan uang sendiri. Bisa dari talenta yang mereka punya, seperti bikin aksesori, mainan seperti slime, sampai kue yang sederhana. Semua hasil karya mereka bisa punya nilai loh.

Selain belajar tentang kerja keras, mereka lama-lama akan mengerti untuk lebih menghargai uang. Ini juga bisa menumbuhkan jiwa entrepreneurship sejak dini karena melatih mereka untuk mencari ide-ide kreatif yang bisa menghasilkan uang.

Intinya, beri kepercayaan saat anak beranjak remaja. Beri kebebasan berekspresi, namun tetap di bawah pengawasan kita. Menanamkan kesadaran akan keuangan sedari dini akan membantu mereka jadi pribadi yang bijak dalam mengelola uang ketika dewasa.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Tips Kasih Pendidikan Keuangan Buat Anak Generasi Milenial]

[Baca: Ngajarin Anak Bisnis Sedari Dini Kenapa Gak]

[Baca: Para Suami Ini 7 Cara Mengatasi Istri yang Boros]

Tifanny

Menjadi Public Relation Officer adalah cita-cita saya beberapa tahun lalu. Ternyata pasion saya yang sebenarnya adalah menjadi penulis profesional. Keuangan adalah hal yang selama ini sering saya abaikan. Kini saya sadar bahwa keuangan memegang peran penting dalam kehidupan semua orang. Dan hal itulah yang ingin saya bagikan ke semua orang.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com