E-Toll Card Sudah Diwajibkan. Ini 5 Pilihan Kartu yang Bisa Dipakai

by Hardian 2.585 views0

bayar tol

Resmi sudah, bayar tol mesti pakai e-toll card. Kewajiban ini diterapkan mulai 31 Oktober 2017 di semua gerbang jalan tol.

Selama ini gerbang-gerbang tol masih memisahkan antara pintu dengan sistem pembayaran tunai dan non-tunai. Kelak, hanya sistem non-tunai alias gerbang tol otomatis (GTO) yang tersedia.

Kalau belum tahu, itu lho, gerbang khusus yang ada tiang kuning-hitam dan tulisan “GTO” di atasnya. Bila masuk jalan tol lewat sana, bayarnya pakai kartu. Itulah yang disebut dengan e-toll card.

Bahkan beberapa gerbang tol saat ini sudah gak melayani pembayaran secara tunai. Kalau mau masuk, siapkan dulu kartu atau mesin on-board unit yang terhubung dengan jaringan gerbang tol.

bayar tol
Sejatinya, bayar tol dengan e-money jelas lebih praktis dan cepat lho (tol/fiskal)

Buat yang belum punya e-toll card, berikut ini ada beberapa pilihan. Bagusnya, kartu ini gak cuma bisa buat bayar tol lho. Bisa buat bayar belanjaan juga.

1. e-Toll Card

Penerbitan kartu ini adalah hasil kerja sama Bank Mandiri dan pengelola jalan tol. Ada beberapa pengelola yang ikut kerja sama, seperti Jasa Marga, Cipta Marga Nusaphala Persada, Marga Mandala Sakti, dan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta.

Kartu ini bisa dibeli di Bank Mandiri dan outlet Indomaret di wilayah Jabodetabek. Jelang 31 Oktober 2017, kartu ini juga makin gencar dijual di gerbang tol. Minimal saldo di kartu ini Rp 10 ribu, maksimal Rp 1 juta. 

Selain e-Toll, Bank Mandiri mengeluarkan e-Money, Indomaret Card, dan Gaz Card. Semuanya bisa dipakai buat bayar tol. Tapi ada perbedaan satu sama lain sesuai dengan fungsi masing-masing.

2. BNI Tap Cash

BNI punya kartu Tap Cash untuk pembayaran tol di sejumlah ruas di Jabodetabek, di antaranya tol dalam kota, Jakarta-Tangerang, dan JORR. Di luar Jabodetabek juga bisa, seperti di tol Cipali dan Semarang.

bayar tol
Tinggal ditempel kartunya, langsung gas lagi deh (bayar tol/cara cek terupdate)

Kartu ini bisa didapatkan di kantor cabang BNI dan outlet tertentu. Maksimum saldo pada BNI Tap Cash sebesar Rp 1 juta.

3. Flazz BCA

Dari BCA, ada kartu Flazz. Dulu memang gak semua gerbang tol bisa “ditembus” pakai kartu Flazz. Hampir semuanya bahkan.

Namun mulai Oktober, BCA sudah bekerja sama dengan semua pengelola tol. Artinya, bisa transaksi di semua gerbang tol. Kartu ini bisa didapatkan di BCA atau Alfamart. Saldo maksimal Rp 1 juta dengan minimal top up Rp 20 ribu.

4. Brizzi BRI

Bank milik negara yang juga punya kartu untuk e-toll adalah BRI. Brizzi memang pemain baru di sektor pembayaran non-tunai.

Gerbang yang melayani transaksi pakai Brizzi pun belum banyak. Tapi seiring dengan penerapan kewajiban transaksi non-tunai di gerbang tol, Brizzi juga bakal bisa digunakan di semua gerbang.

5. Blink BTN

BTN yang lebih lekat citranya dengan kredit pemilikan rumah  (KPR) gak mau kalah ikut menyediakan kartu e-toll. Blink bisa digunakan di mesin EDC yang dimiliki bank pemerintah lainnya, termasuk BRI, Mandiri, dan BNI.


Di satu sisi, penerapan kewajiban bayar tol mesti pakai e-toll mulai 31 Oktober bisa mendukung program gerakan non-tunai pemerintah. Tapi di sisi lain masih banyak warga yang belum familier dengan sistem ini, terutama yang sudah sepuh alias lanjut usia ya.

Ada yang bilang karena sosialisasinya kurang. Padahal wacana e-toll card sudah diberitakan sejak awal tahun. [Baca: Tahun Ini Bayar Tol Gak Boleh Pakai Uang Tunai. Ini Keuntungannya]

bayar tol
Belum punya e-toll card? Bisa beli di dekat gerbangnya kok kalau ada yang jual (GTO/Suara Global)

Namun palu sudah diketuk. Aturan transaksi wajib di GTO sudah ditetapkan. Kita mesti menaatinya, kecuali mau nerabas portal buat masuk jalan tol.

Toh, kartu ini gak cuma bisa dipakai buat bayar tol. Buat beli belanjaan di minimarket, bensin, sampai masuk taman hiburan juga bisa.

Tinggal pilih saja mana yang paling pas dengan kebutuhan dan banyak fiturnya. Apalagi gak ada sistem potongan saldo atas transaksi yang dilakukan. Mumpung pengenaan biaya top up alias isi ulang saldo e-toll masih belum ketok palu, yuk buruan beli dan top up maksimal.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Yang Wajib Diketahui tentang Kredit Pemilikan Rumah (KPR)]

[Baca: Lebih Hemat Mana, Transaksi Tunai atau Non-Tunai?]

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com