Freelance vs Kantoran, Mana yang Lebih Pas Buat Kamu?

by Hardian 1.018 views0

Freelance vs Kantoran

Semua jenis pekerjaan itu baik, asalkan gak melanggar hukum. Tapi kalau ditanya freelance vs kantoran, bingung juga buat menjawabnya.

Baik kerja freelance maupun kantoran punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun gak bisa dipastikan kalau si A nyaman kerja freelance, si B pun begitu.

Soalnya, tiap-tiap orang punya karakteristik dan preferensi sendiri-sendiri. Meski begitu, ada juga orang yang asyik ke mana saja. Mau freelance boleh, kantoran juga oke, apalagi dua-duanya.

Kira-kira kamu termasuk yang mana? Mungkin kamu merasa belum pas dengan pekerjaan yang dijalani saat ini? Simak saja penjelasan singkat soal freelance vs kantoran berikut ini sebagai salah satu pertimbangan.

Kerja Freelance vs Kantoran

freelance vs kantoran
Yang namanya kerja mau freelance atau kantoran tetep aja capek bro (Versus / AnthonysDesk)

Biasanya, orang memilih bekerja freelance untuk alasan waktu. Orang memang cenderung punya waktu lebih banyak ketika kerja freelance. Tapi jangan salah ya.

Bisa juga kerjaan freelance itu malah menuntut waktu banyak. Bahkan lebih dari 8 jam sehari, seperti kerja kantoran. Sudah begitu, gak ada uang lemburan lagi.

Untuk lebih jelasnya soal kerja freelance vs kantoran, silakan tilik poin-poin kelebihan dan kekurangannya berikut ini.

Kelebihan freelance

– Tak terikat waktu dan tempat kerja

– Potensi penghasilan tak terbatas, asal kuat kerja aja

– Bisa menetapkan penghasilan sendiri

– Bisa kerja di banyak tempat sekaligus

Kekurangan freelance

– Gak ada duit lemburan

– Tanggal merah bisa jadi harus tetap kerja

– Harus giat cari klien sendiri

– Gak pernah bisa jadi bos (klien itu bos)

– Gak ada tunjangan atau asuransi

Untuk melihat kelebihan dan kekurangan kerja kantoran, poin-poin di atas bisa jadi patokan. Hal yang jadi poin kelebihan buat pekerja freelance adalah sebaliknya buat pekerja kantoran.

Misalnya tak terikat waktu dan tempat kerja, pekerja kantoran jelas harus masuk dan pulang kantor sesuai dengan peraturan perusahaan. Itu kekurangannya. Kelebihannya, pekerja kantoran peroleh tunjangan dan asuransi.

[Baca: Hore Pekerja Sektor Informal Sekarang Bisa Dapat BPJS Ketenagakerjaan]

Mana yang Lebih Pas

Mungkin untuk kamu-kamu yang berjiwa bebas jadi freelancer kayanya lebih cocok (Graffiti / telegraph)

Lalu bagaimana cara menilai mana yang lebih pas buat kita? Jawabannya, kembali ke diri kita masing-masing.

Seperti disebutkan sebelumnya, kerja freelance dan kantoran itu sama-sama bermanfaat. Lha iya, to. Wong dapat gaji. Kalau gak bekerja, itu yang repot. Mau hidup dari mana?

Rumus dasarnya adalah orang yang cocok bekerja freelance biasanya sanggup mengatur waktu dan punya kedisiplinan tingkat tinggi. Selain itu, pekerja freelance umumnya ogah hidup dalam rutinitas.

Di sisi lain, pekerja kantoran biasanya lebih suka hidupnya lebih teratur. Kerja jam sekian, pulang jam sekian. Selain itu, mereka lebih mementingkan security alias keamanan hidup.

Dengan bekerja kantoran, otomatis ada tunjangan hidup macam-macam buat diri sendiri dan keluarga. Hal ini gak didapatkan jika kerja freelance, alias mesti cari sendiri.

[Baca: Kerja Freelance Bukan Halangan Buat Cermat Mengelola Keuangan Kamu Loh]

Tapi tunjangan buat pekerja kantoran ada batasnya, sesuai dengan yang ditetapkan perusahaan. Beda dengan tunjangan para freelancer. Selagi masih bisa nyari tambahan, ya tambah teruuuus.

Melihat uraian singkat di atas, bekerja kantoran sekaligus freelance sebetulnya adalah anjuran. Selagi sanggup, kenapa gak? Banyak kok di luar sana yang sudah melakoninya.

Siang sampai sore ngantor, malam cari sabetan. Jika di daerahmu ada ojek online, coba tanyakan. Pasti ada di antara mereka yang statusnya adalah pekerja kantoran. Ngojek jadi sambilan buat nambah penghasilan.

freelance vs kantoran
Pasti banyak nih diantara kamu juga yang punya kerjaan sampingan jadi ojek online (ojek online / linkis)

Intinya, gak ada yang bisa memutuskan mana yang paling pas buat diri kita selain diri kita sendiri. Satu hal yang mesti terpatri, kerja freelance plus kantoran mendatangkan banyak manfaat, tapi ada risiko di baliknya.

Jika gak sanggup membagi fokus dan waktu, bukan mustahil malah keduanya berantakan. Mimpi mendapat penghasilan dobel dari freelance dan kantoran pun buyar. Jangan sampai kejadian ya.

[Baca: Tambah Pundi-pundi Lewat 10 Situs Kerja Freelancer Ciamik Ini Deh]

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com