Gaji 3 Juta Mau Berangkatkan Orangtua Naik Haji, Begini Caranya

by akbar 3.856 views0

orangtua naik haji

Setelah dua bulan merantau di Jakarta, Zainab akhirnya diterima bekerja di sebuah perusahaan swasta sebagai staf supply chain. Gaji bersih Zainab di perusahaan itu sebesar Rp 3,7-juta.

orangtua naik haji
Kalo gaji Zainab yang ini sebulan udah bisa berangkatin haji langsung (pemeran Zainab di Doel Anak Sekolahan, Maudy Koesnaedy / sisidunia)

Impian Zainab cukup sederhana, ingin mewujudkan impian orangtua di kampung halaman untuk naik haji. Keberhasilan dalam memberangkatkan orangtua ke Tanah Suci bakal jadi kebahagiaan yang nggak ternilai dengan apapun bagi Zainab.

Nah ngomong-ngomong soal naik haji nih, biaya naik haji itu nggak menentu. Bisa naik atau turun per tahunnya.

Kita ambil contoh tahun 2016, Kementerian Agama dan Komisi VIII telah menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) rata-rata sebesar Rp 34 juta. Sementara itu pada 2015 biaya masih Rp 36,07 juta dan pada 2014 di angka Rp 42 juta.  

BPIH itu sudah mencakup tiket pesawat, biaya penginapan, dan biaya hidup dari Pemprov terkait. Yang patut diketahui juga, itu masih biaya rata-rata. Setiap embarkasi pasti ada sedikit perbedaan biaya.

Walau perhitungan BPIH itu sudah mencakup semua, ada baiknya sediakan uang lebih buat jaga-jaga. Dan ketika di Tanah Suci, bisa jadi orangtua Zainab juga pengin jajan kebab atau belanja gamis. Makanya, duit tambahan itu tetap dibutuhkan. 

Ada dua jenis biaya dalam naik haji atau yang akrab disebut ongkos naik haji (ONH). Kalau yang dipenjelasan di atas atau yang ikut pemerintah itu disebut ONH reguler.

Selain reguler ada juga ONH Plus yang ongkos naik hajinya bisa dua kali lipat hari reguler, bahkan sampai ratusan juta.

Perbedaan lainnya jelas ada di pelayanan dan fasilitas. Kalau reguler dapat hotel biasa, kalau yang plus minimal bintang 4 lah. Selain itu, kalau haji reguler menetap di Tanah Suci sampai 40 hari, sedangkan yang plus sekitar 20 hari.

orangtua naik haji
Berngkat haji butuh biaya yang lumayan (Jama’ah Haji / jawaratour)

Tapi, mau reguler atau plus, tujuannya sama-sama untuk menunaikan rukun Islam ke-5, kan. Nah, buat Zainab yang gajinya dikisaran Rp 3 jutaan, sudah pasti ONH reguler yang jadi pilihan. Nggak perlu khawatir dengan biayanya yang setara 10x gaji, karena mengutip kata pepatah, “Di mana ada kemauan, di situ pasti ada jalan”. Selama kemauannya realistis ya.

Buat kamu yang senasib sama Zainab, berikut ini sejumlah hal yang bisa kamu lakukan untuk bisa ngeberangkatin orangtua naik haji:

Wajib banget diketahui, naik haji itu pakai sistem kuota. Daftar hari ini, bisa saja berangkatnya tiga tahun yang akan datang, bahkan ada yang 10 tahun lho. Kalau mau cepat, ya pakai ONH Plus.

Nggak usah khawatir sama BPIH yang nilainya sama saja dengan 10x gaji Zainab. Tapi jangan lantas nunda-nunda juga. Berikut hal yang bisa dilakukan Zainab agar bisa memberangkatkan orangtua naik haji.

1. Langsung buka tabungan haji

Daripada nunggu lama, lebih baik Zainab langsung membuka tabungan haji untuk orangtua. Biasanya, layanan ini dibuka oleh bank syariah, tapi beberapa bank konvensional juga ada.

Tabungan haji itu ibarat nyicil bayar BPIH yang Rp 36 juta. Jumlah cicilannya tergantung Zainab ajukan di bank mana. Ada yang setoran Rp 500 ribu, lalu setoran minimum selanjutnya sama. Ada juga setoran awal Rp 100 ribu dan berikutnya bebas.

Dengan buka tabungan haji, tandanya Zainab sudah memulai langkah nyata untuk mewujudkan impiannya memberangkatkan orangtua naik haji. Langkah berikutnya, ya atur jumlah setoran.

2. Atur setoran per bulan buat tabungan haji

Ketika menyetor uang ke tabungan haji, Zainab harus berhitung. Idealnya, gak lebih dari 40 persen gaji Zainab. Kalau gajinya Rp 3,7 juta, maka setoran maksimal adalah Rp 1,1 juta per bulan.

Setelah dana di rekening mencapai Rp 25 juta, barulah calon haji akan mendapat nomor urut keberangkatan lewat Sistem Komputerisasi Haji (Siskohat). Berikut simulasinya:

BPIH: Rp 36.000.000

Setoran tabungan haji per bulan: Rp 1.100.000

Jangka waktu menyetor sampai pendaftaran: 

Dana minimum di rekening : setoran per bulan = 25.000.000 : 1.100.000 = 23 bulan

Di titik ini, kamu sudah bisa mendapatkan nomor urut keberangkatan.

Dana yang masih harus dilunasi: Rp 11.000.000

Jangka waktu pelunasan:

Sisa dana : setoran per bulan = 11.000.000 : 1.100.000 = 10 bulan

Kesimpulannya: waktu yang dibutuhkan buat kamu nabung sampai memenuhi nilai BPIH adalah 23 + 10 = 33 bulan.

Itu kalau setorannya Rp 1.100.000. Kalau ingin nilai BPIH lebih cepat terkumpul, otomatis kamu harus nyetor dana haji lebih besar setiap bulannya.

Tapi ingat, kalau setoran sampai lebih dari setahun, otomatis kamu bakal kena penyesuaian biaya. Misalnya, kenaikan BPIH di tahun berikutnya.

Setelah terdaftar di Siskohat, jangan sampai kelamaan juga untuk pelunasan. Begitu kesempatan sudah datang, setoran harus lunas. Kalau nggak lunas ya diundur berangkatnya.

3. Masih juga boros? Buka tabungan berencana

orangtua naik haji
Membuka tabungan berencana (menabung / tribunnews)

Sudah ada kewajiban nyetor tabungan haji tapi masih boros juga? Saatnya bikin tabungan berencana. Kenapa? Karena tabungan ini bakal memaksa kamu menyisihkan duit pakai sistem auto debit.

Kira-kira begini perhitungannya. Untuk setoran bulanan tabungan haji, Zainab mengeluarkan uang sebesar Rp 1.100.000 Sementara itu auto debit di tabungan berencana Rp 500 ribu.

Bunga di tabungan berjangka juga lebih besar meski nggak sebesar reksadana atau deposito. Lumayan deh buat belajar nabung. Coba lihat simulasinya selama 4 tahun:

Gaji: 3.700.000

Tabungan haji: 1.100.000 (4 tahun)

Tabungan berencana: 500.000 (setoran awal), 200.000 setoran berikutnya (4 tahun)

Sisa dana tabungan sebulan saat baru buka tabungan berencana :

3.700.000 – (1.100.000 + 500.000) = 2.100.000

Dengan punya kewajiban auto debit di tabungan berencana sebesar 200.000 dan setoran tabungan haji 1.100.000, Zainab hidup dengan penghasilan Rp 2,4-juta perbulan selama empat tahun. Angka tersebut masihlah wajar karena nilainya 35 persen dari gaji Zainab, dengan catatan Zainab nggak nambah utang.

Dan di tahun ke empat, Zainab akan mengantongi Rp 10.100.000 di tabungan berencana dari perhitungan setoran awal 500.000 dan setoran berikutnya selama 4 tahun 200.000. Itupun jika menggunakan metode bunga 0 persen lho. Apabila ada perhitungan bunga per tahun, sudah pasti makin banyak duitnya.

Uang sebesar itu juga bisa diberikan ke orangtua untuk tambahan uang saku di Tanah Suci. Atau menyewa jasa pendamping haji apabila Zainab hanya bisa memberangkatkan bapak atau ibunya saja.

4. Beli emas juga boleh

orangtua naik haji
Bukan. Bukan mas yang ini hati-hati! (mas hulk hogan / sadandusless)

Alternatif lain selain tabungan berencana, ya beli emas pastinya. Tapi harga emas juga naik-turun, dan pada Januari 2017 masih ada di kisaran Rp 500 ribu.

Pantau terus tren kenaikan harganya. Pastinya jangan terlalu terburu-buru ketika beli emas. Tapi jangan lantas kelamaan mikir jadi nggak beli lho.

Emas memang jadi sarana investasi yang paling aman walau keuntungannya nggak besar. Apa salahnya untuk dicoba.

Tapi, harus ingat juga bahwa rasio utang+investasi harus seimbang sama pendapatan.  Jangan sampai gaji habis karena setoran tabungan haji dan beli emas.

Kalau mau investasi emas, usahakan pengeluaran nggak melebihi 40 persen gaji perbulan. Beli saja per dua bulan, jadi bisa ngirit.

5. Perbanyak lembur di kantor

Kalau ada peluang untuk kerja lembur dan kantor memberlakukan uang lemburan, Zainab lebih baik memanfaatkan hal itu. Wajib diingat, prioritas Zainab saat ini adalah menabung untuk biaya haji.

Bila kantornya menerapkan duit lembur Rp 75.000 per hari untuk 2 jam di atas jam pulang, ga ada salahnya dilakuin.

Lembur 3 kali seminggu perhitungannya 75.000 x 3 = Rp 225.000.

Apabila dalam seminggu selalu rutin 3 kali lembur, maka Zainab bisa mendapat Rp 900.000. Lumayan dong.

Gimana, gak susah kan mau berangkatin orangtua naik haji? Semua upaya ini bisa kamu lakukan selama kamu disiplin dalam mengatur keuangan.

Kalau masih punya kebiasaan ngabisin duit, dijamin mau sampai lebaran kuda juga gak akan terwujud. Jadi cobalah mulai berkomitmen menjaga alokasi gaji, agar mimpi berangkatin orangtua naik haji menjadi kenyataan.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Mau Membuka Tabungan Haji? Simak Dulu Poin-Poin dan Rincian Naik Haji Ini]

[Baca: Sistem Dana Talangan Haji, Apa Plus dan Minusnya?]

[Baca: Apa Aja yang Perlu Diketahui Soal Memilih Tabungan Haji? Ini Dia Paparannya]

Masih banyak lagi dari duitpintar.com