Gak Cuma di Tabungan, Dana Darurat Juga Bisa Disimpan di…

by bunga 1.087 views0

gak cuma di tabungan

Pasti sudah tahu dong sama yang namanya dana darurat? Kayaknya kalau ngomongin soal perencanaan keuangan, banyak banget kan yang bilang kalau dana darurat itu penting.

Memang benar, yang namanya dana darurat itu wajib dimiliki sama tiap orang. Kenapa? Supaya ketika kamu dihadapkan sama situasi mendesak atau darurat, ada dana yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan ini.

Tapi tahu gak sih kalau dana darurat itu gak cuma bisa disimpan dalam bentuk tabungan?

Menurut perencana keuangan Finansialku Melvin Mumpuni, dana darurat bisa disimpan di instrumen yang memenuhi prinsip ALM, yakni Aman, Likuid, dan Mudah diakses.

Nah, produk-produk keuangan apa aja sih yang bisa dipakai untuk menyimpan dana daruratmu? Ini dia jawabannya

1. Tabungan

Ini kayaknya instrumen paling umum dan paling ideal buat menyimpan dana darurat. Jelas, sebab tabungan itu aman dan gampang banget di akses.

gak cuma di tabungan
Tempat umum menyimpan dana darurat sudah pasti ditabungan (celengan/the odysseyon)

Kamu bisa menarik dana dari tabungan kapan pun dan di mana pun. Gak cuma lewat ATM, tabungan sekarang juga udah bisa diakses lewat Internet atau ponsel. Jadi, ketika kondisi mendesak, udah pasti dana darurat di tabungan bisa diandalkan.

2. Deposito

Menyimpan uang di tabungan memang aman, tapi tidak ada nilai tambahnya. Bisa jadi dana malah menyusut karena kepotong biaya administrasi.

Nah, kalau dana darurat di tabungan dirasa sudah cukup, selanjutnya kamu bisa menyimpan dana daruratmu di deposito.

Berbeda dengan tabungan yang bisa diambil kapan saja, dana dalam deposito tidak bisa kamu ambil dalam jangka waktu tertentu, biasanya antara 1 sampai 24 bulan. Tapi, kelebihannya adalah produk ini menawarkan imbal hasil (return) yang stabil, yakni sekitar 7 persen setahun. Jadi gak cuma menyimpan uang, kamu juga sekaligus berinvestasi lewat produk ini.

gak cuma di tabungan
deposito pun bisa dibuat nyimpan dana darurat (deposito/infoperbankan)

Kalau menyimpan dana daruratmu dalam deposito, pilih yang jangka waktunya pendek. Bisa antara 1-3 bulan. Karena kalau kamu mencairkan dana sebelum depositomu jatuh tempo, kamu bakal kena biaya denda.

Gak mau kan pas kondisi kepepet, malah keluar duit lebih banyak karena mencairkan deposito sebelum waktunya?

3. Emas

Satu lagi instrumen investasi yang bisa kamu manfaatin buat nyimpen dana darurat: emas. Gak hanya menguntungkan buat investasi, produk emas yang populer banget di Indonesia membuatnya menjadi instrumen investasi yang likuid dan gampang diakses.

Kalau kamu menyimpan dana darurat dalam bentuk emas, kamu bisa dengan cepat mencairkannya. Tinggal jual aja di toko emas atau Pegadaian. Tapi pastikan dulu kamu udah tahu nilai dan karatnya supaya gak gampang tertipu ya.

4. Reksa dana pasar uang

Gak cuma deposito dan emas, kamu juga bisa simpan dana darurat di produk investasi reksa dana pasar uang. Kenapa pasar uang? Karena ini produk reksa dana yang risikonya paling kecil alias aman banget.

Kalau kamu menyimpan dana di reksa dana pasar uang, artinya uang kamu bakal diinvestasikan ke deposito dan surat utang pemerintah yang jatuh temponya maksimal 1 tahun. Artinya, pergerakannya pun lebih stabil dan gak fluktuatif kayak saham.

gak cuma di tabungan
Siapa bilang di reksa dana gak bisa nyimpan dana darurat (reksa dana pasar uang/advisoryhq)

Dan sama seperti deposito dan emas, kamu bisa sekalian investasi kalau menyimpan dana darurat di sini. Rata-rata keuntungan reksa dana pasar uang sekitar 6-8 persen per tahun, tergantung manajer investasi yang mengelola.

Pencairan reksa dana pasar uang umumnya sekitar 3-5 hari kerja. Prosesnya bisa dilakukan via online atau telfon langsung agen penjual reksa danamu.

Dana darurat memang bisa disimpan di produk lain selain tabungan. Tapi ingat, tabungan tetaplah yang utama. Sebab, sesuai fungsinya, dana darurat haruslah siap sedia ketika kamu membutuhkan. Dan tabungan adalah tempat paling mudah dan cepat untuk mengaksesnya.

Setelah dana darurat di tabungan cukup, yakni minimal 6 kali gaji, barulah kamu bisa menyimpan dana daruratmu di 3 instrumen lainnya, baik itu deposito, emas, atau reksa dana pasar uang. Intinya, kamu tetap harus punya dana darurat di tabungan ya. Ayo coba dipraktikkan!

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Gak Punya Dana Darurat? Siap-siap deh Menumpuk Utang]

[Baca: 4 Hal Negatif Ini Malah Bisa Bikin Tabunganmu Bertambah]

[Baca: 4 Tips Menyiapkan Dana Darurat karena Kamu Gak Tahu Apa yang Akan Terjadi Esok]

Masih banyak lagi dari duitpintar.com