Gak Perlu Bingung Memilih Reksa Dana, Pilih yang Sesuai Tujuan Investasi Saja

by Tifanny 1.889 views0

mengatur keuangan pribadi

Artikel Ini dipersembahkan oleh Mitra Perencana Keuangan

Kami Finansialku.com

logo finansialku

Sekarang sudah bukan zamannya takut sama yang namanya investasi dong ya. Pilihan investasi beragam dan banyak bala bantuan kok. Salah satu contoh bentuk investasi yang pas buat investor pemula adalah reksa dana.

Perlu kamu tahu nih, semua produk reksa dana di Indonesia dan di luar negeri selalu memiliki potensi untung dan potensi rugi.  Gak ada reksa dana yang paling bagus, yang ada adalah reksa dana yang sesuai dengan tujuan investasi dan rencana keuangan kita.

Langkah pertama yang harus kita lakukan saat memutuskan untuk berinvestasi lewat reksa dana adalah mengetahui tujuan utama kita berinvestasi.

Semisal, kamu butuh dana untuk menyekolahkan anak sampai kuliah. 15 tahun lagi kamu membutuhkan uang sebesar Rp 200 juta untuk pendidikan anak di bangku kuliah. Produk investasi mana yang paling sesuai dengan tujuan investasi kamu?

Sebaiknya buat tujuan keuangan kita dengan cara yang SMART (Specific, Measurable,Attainable, Realistic dan Time bounded). Investasi yang kita pilih, harus dapat membantu kita mewujudkan tujuan kita tersebut.

[Baca: Reksa Dana Memang Bawa Untung tapi Apakah Reksa Dana Kena Pajak]

Jadi, fokus utamanya adalah mewujudkan tujuan investasi kita. Reksa dana bisa jadi salah satu jenis investasi dan alat untuk mewujudkan tujuan keuangan kita.

4 Jenis Reksa Dana Tradisional

memilih reksa dana
Gak cuma kue, reksa dana juga banyak jenisnya loh

Kamu tahu gak, ada berapa banyak produk reksa dana yang ditawarkan di Indonesia? Yup jumlahnya banyak, bahkan mencapai angka ratusan. Saat kamu akan membeli reksa dana, ada 4 pilihan utama yang selalu ditawarkan, yaitu reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran dan reksa dana saham.

Apa yang membedakan ke-empat reksa dana tersebut? Jawabannya terdapat pada kebijakan investasi masing-masing produk. Masih ingat dong kalau reksa dana adalah wadah yang digunakan untuk mengumpulkan dana dari investor untuk kemudian dikelola oleh manajer investasi di efek (pasar uang, saham, obligasi).

Berapa banyak yang di pasar uang, berapa banyak yang di saham dan berapa banyak yang ada di obligasi akan mempengaruhi jenis-jenis reksa dana tersebut. Berikut ini penjelasan singkat mengenai keempat jenis reksa dana tersebut.

1. Reksa Dana Pasar Uang

Reksa dana yang 100% dananya dikelola di instrumen pasar uang. Instrumen pasar uang sendiri terdiri dari tabungan, deposito, giro, surat utang dengan tempo kurang dari 1 tahun.

Reksa dana pasar uang adalah reksa dana dengan tingkat potensi risiko yang paling rendah dan bertujuan untuk menjaga likuiditas.

memilih reksa dana
Buat yang gak sabar, nih pilih reksa dana pasar uang aja deh

Reksa dana pasar uang lebih cocok buat kita yang memiliki tujuan investasi jangka pendek (di bawah 1 tahun) atau kebutuhan dana darurat.

[Baca: Gak Ada Investasi Bebas Risiko Bagaimana kalau Modal Reksa Dana Hangus]

2. Reksa Dana Pendapatan Tetap

Reksa dana yang diinvestasikan minimal 80% di surat utang (obligasi) dan sisanya boleh diinvestasikan di pasar uang. Reksa dana pendapatan tetap adalah reksa dana dengan tingkat potensi risiko sedikit di atas reksa dana pasar uang.

Reksa dana pendapatan tetap lebih cocok buat kita yang memiliki tujuan investasi jangka pendek ke menengah (1 – 3 tahun).

Tapi ingat, reksa dana pendapatan tetap bukan berarti kita akan mendapatkan bunga seperti deposito ya. Disebut pendapatan tetap karena produk reksa dana dikelola pada surat utang (obligasi). Investasi obligasi menawarkan kupon yang pembayarannya tetap.

3. Reksa Dana Campuran

Reksa dana yang diinvestasikan maksimal 79% di salah satu saham, obligasi (surat utang) atau pasar uang. Reksa dana pendapatan campuran adalah reksa dana dengan tingkat potensi risiko di atas reksa dana pendapatan tetap. Reksa dana campuran lebih cocok buat kita yang memiliki tujuan investasi jangka menengah (3 – 5 tahun).

4. Reksa Dana Saham

Reksa dana yang diinvestasikan minimal 80% di saham. Reksa dana saham adalah reksa dana dengan tingkat potensi risiko paling tinggi. Reksa dana pendapatan saham lebih cocok buat kita yang memiliki tujuan investasi jangka panjang (lebih dari 5 tahun).

memilih reksa dana
Ngumpulin biaya kuliah anak jangan pakai celengan ayam lagi ya hehehe

So, udah jelas kan kalau reksa dana adalah alat atau kendaraan yang akan membantu kita mewujudkan tujuan keuangan. Maka pastikan kita menyesuaikan alat atau kendaraan dengan tujuan keuangan kita.

Misal, jika kita memiliki tujuan jangka panjang, seperti 15 tahun lagi untuk biaya pendidikan anak, maka lebih sesuai jika menggunakan reksa dana saham atau reksa dana campuran.

Berbicara reksa dana saham atau reksa dana campuran juga masih ada banyak produknya. Untuk memilih reksa dana tersebut, perhatikan prospektus, baca fund fact sheet, pertimbangkan kredibilitas perusahaan manajer investasi dan lainnya.

[Baca; Pilih Mana Nih Menabung Saham atau Investasi Reksa Dana Simak Untung Ruginya Yuk]  

Ingat ya, gak ada manajer investasi (MI) yang menjanjikan akan selalu menghasilkan keuntungan. Jadi, daripada bingung memilih investasi reksa dana, tentukan terlebih dahulu tujuan investasi kita dan miliki rencana keuangan. Selamat mencoba.

 

 

 

Image Credit:

  • http://res.cloudinary.com/cermati/image/upload/v1435400136/tfwllqhln6yu8psqakjk.png
  • http://photo.kontan.co.id/photo/2012/03/01/2132651475p.jpg
  • http://finansiala.com/wp-content/uploads/2015/03/Cara-Mempersiapkan-Biaya-Pendidikan-Anak.jpg

Tifanny

Menjadi Public Relation Officer adalah cita-cita saya beberapa tahun lalu. Ternyata pasion saya yang sebenarnya adalah menjadi penulis profesional. Keuangan adalah hal yang selama ini sering saya abaikan. Kini saya sadar bahwa keuangan memegang peran penting dalam kehidupan semua orang. Dan hal itulah yang ingin saya bagikan ke semua orang.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com