Gak Usah Bingung Isi SPT Online. Ini Langkah-Langkahnya

by Hardian 5.315 views0

isi SPT online

Maret sudah mau habis. Tapi yang masih bingung isi SPT online pasti masih banyak. Kamu salah satunya?

Seperti tahun sebelumnya, batas pelaporan SPT alias surat pemberitahuan pajak tahunan paling lambat 31 Maret.  Tapi tahun lalu ada perpanjangan batas akhir hingga April.

Sebab, baru tahun lalu digencarkan metode isi SPT online atau e-filing. Bila kamu termasuk yang belum melaporkan SPT, buru-buru deh sebelum waktunya habis.

Berdasarkan jumlah gaji, Direktorat Jenderal Pajak membedakan jenis formulir SPT karyawan menjadi 2:

– SPT 1770 SS untuk karyawan yang total penghasilannya kurang dari atau sama dengan Rp 60 juta setahun
– SPT 1770 S untuk karyawan yang total penghasilannya lebih dari Rp 60 juta setahun

Cara ISI SPT Online

isi SPT online
Orang bijak pasti taat pajak ya! (pajak penghasilan / stlucianewsonline)

Untuk mengetahui cara isi SPT online, kita ambil contoh kasus Budi yang gajinya Rp 9 juta per bulan. Statusnya saat ini adalah lajang.

Dengan gaji Rp 9 juta per bulan, total penghasilannya setahun adalah Rp 108 juta. Berarti, formulirnya 1770 SS.

Pertama-tama, Budi harus terdaftar sebagai pengguna di situs e-filing Dirjen Pajak. Caranya, daftar ke DJPOnline.pajak.go.id.

Namun sebelumnya harus punya EFIN (Electronic Filing Identification Number). Untuk mendapat EFIN, kita harus datang ke kantor pajak dekat domisili dengan membawa fotokopi KTP dan fotokopi NPWP.

Di sana, kita akan diminta mengisi formulir. Setelah itu, barulah EFIN bisa didapatkan. Beberapa perusahaan punya kebijakan bikin EFIN secara kolektif buat karyawannya.

Akan lebih gampang kalau perusahaan tempat kita kerja ada program itu. Cukup setor data ke bagian pajak perusahaan, EFIN bisa kita peroleh.

Setelah pegang EFIN, barulah kita bisa login ke situs pajak untuk isi SPT online. Berikut ini langkah-langkahnya:

1. Masukkan NPWP dan password. NPWP ditulis dengan angka saja.

2. Setelah login, klik tulisan “efiling” di bagian kanan atas.

3. Muncul 4 pertanyaan yang harus dijawab. Isi sesuai dengan data diri. Dalam contoh kasus Budi, dia tidak menjalankan usaha/pekerjaan bebas (1), tidak pisah harta (2), dan penghasilan lebih dari Rp 60 juta (3).

Pada pertanyaan nomor 4, pilih formulir saja. Dengan cara ini, bisa lebih cepat isi SPT online ketimbang dengan panduan.

4. Setelah itu, akan muncul tombol “Buat SPT 1770 S”. Klik, dan pilih tahun pajak 2016. Sedangkan status SPT adalah normal. Pembetulan dipilih kalau sudah bikin SPT dan ingin merevisinya.

5. Di tahap ini, siapkan lembar bukti potong pajak PPh 21 dari perusahaan. Isi sesuai dengan data pada formulir bukti itu, seperti sumber penghasilan, harta, dan utang. Klik simpan begitu selesai isi data.

6. Setelah semua terisi, lanjut ke langkah berikutnya. Sama seperti sebelumnya, isi kolom sesuai dengan data diri.

Dalam kasus Budi, dia hanya bekerja di satu perusahaan dan tak punya penghasilan lain. Dia gak punya kerjaan sampingan atau usaha lain yang mendatangkan penghasilan tambahan. Jadi, bagian penghasilan dalam negeri lainnya bisa dikosongkan.

7. Khusus pada bagian daftar pemotongan dan pemungutan PPh, mungkin akan terisi otomatis. Kolom itu bisa terisi otomatis jika perusahaan tempat kita kerja menggunakan ESPT versi 2.3 ke atas dalam menghitung potongan pajak.

isi SPT online
Jadi gak perlu lagi repot-repot ngisi form yang ribet kan! (Isi Formulir Pajak / entrepreneur)

Jika tidak, kita harus mengisinya manual. Klik “tambah” untuk terus melanjutkan pengisian.

8. Setelah semua selesai, isi induk SPT. Ada bagian A, B, C, D, E, dan F. Isi semua sesuai dengan data diri dan potongan pajak pada formulir yang kita dapat dari perusahaan.

9. Pastikan tidak terjadi kurang bayar atau lebih bayar. Jika ada kekurangan, kita harus bayar dulu ke kantor pos atau bank yang bekerja sama. Datangi kantor pajak untuk mendapat nota kurang bayar, baru mengurus pembayaran. Bisa juga lewat fitur e-billing di situs DJP.

10. Jika status SPT sudah “nihil”, barulah kita bisa mengklik “setuju/agree” dan lanjut ke langkah berikutnya, yakni kirim SPT online.

11. Akan muncul kotak yang menerangkan status SPT nihil. Pada bagian “kode verifikasi”, klik tombol “di sini” untuk mendapat kode verifikasi. Kode akan dikirim ke e-mail yang terdaftar.

12. Masukkan kode, lalu klik “kirim SPT”. Setelah itu, muncul bukti pelaporan SPT online. Bukti ini masuk ke e-mail terdaftar. Selesai.

Untuk diingat, bagian data pajak harus diisi sama persis dengan bukti potongan PPh 21 yang kita dapat dari perusahaan. Adapun bagian seperti utang dan harta bisa dikira-kira.

Yang pasti, harus jujur dalam pengisian SPT. Kesalahan dalam isi SPT bisa berakibat sanksi denda. Karena itulah ada fitur pembetulan yang bisa kita pakai jika sadar bahwa ada yang keliru dalam SPT.

Keterlambatan lapor SPT pun bisa berujung denda. Makanya, jangan tunda-tunda deh. Pastikan sebelum Maret berakhir urusan SPT sudah kelar biar gak terbelit masalah di kemudian hari.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Manfaat Tax Amnesty: Hidup Gak Repot Asal Taat Pajak]

[Baca: Zaman Sekarang Saatnya Menambah Penghasilan Keluarga Bro, Ubah Mindset Soal Kerja Sampingan!]

[Baca: PWP Gak Wajib Buat Wanita Menikah, Kok Bisa?]

[Baca: Fun Facts: 5 Fakta tentang Pajak Penghasilan yang Patut Kamu Ketahui]

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com