Hari Gini Gak Investasi? Simak Nih 3 Jenis Investasi yang Menguntungkan

by akbar 1.312 views0

investasi yang menguntungkan

Finansialku

Di era digital seperti saat ini, semakin mudah buat kita untuk mendapatkan berbagai informasi atau tawaran apa pun yang disajikan secara cepat. Berbagai tawaran itu menuntut kita untuk menjatuhkan pilihan yang paling tepat.

Hal ini juga berlaku saat kita berencana untuk terlibat dalam investasi. Gak sedikit orang yang masih “tutup mata” akan pentingnya hal yang satu ini.

Dalam berinvestasi, sudah pasti perlu pertimbangan matang dalam menentukan alokasi uang yang akan diinvestasikan.

Nah kira-kira apa saja sih investasi yang cocok dan menguntungkan buat kita? Berikut ini 3 jenis investasi menguntungkan yang bisa dicoba:

1. Investasi Reksa Dana

Bayangkan, hanya dengan uang sebesar Rp 100.000 saja, kita sudah bisa mengikuti investasi reksa dana. Ada beberapa jenis reksa dana seperti reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, dan reksa dana saham.

investasi yang menguntungkan
Dari segitu banyaknya investasi, kamu tahu gak mana yang paling nguntungin? (investasi/Krungsri)

Semuanya bisa kita ikuti dan prosedurnya cukup mudah, asalkan sudah membaca dan memahami prospektus yang ada di dalamnya. Selain itu, pemilihan  reksa dana yang tepat perlu dilakukan agar dana investasi yang akan “dimainkan” oleh manajer investasi hasilnya maksimal.

Mekanisme pendaftaran reksa dana memiliki kemiripan dengan membuka rekening di bank. Beberapa istilah yang akan menjadi kosakata baru dalam berinvestasi di reksa dana, di antaranya adalah Unit Penyertaan (UP) dan Nilai Aktiva Bersih (NAB).

Berikut ini adalah pemaparan mengenai kemudahan cara perhitungan keuntungan investasi reksa dana.

Sumber (Finansialku.com)

NAB untuk produk A punya harga Rp 1.000. Apabila kita berencana membeli 2.000 UP, maka kita perlu mengeluarkan uang sebesar Rp 2 juta. Pada akhir tahun, harga NAB untuk produk A naik menjadi Rp 3 juta. Maka, kita akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 1 juta.

Apabila NAB turun menjadi Rp 1,5 juta, berarti kita mendapatkan kerugian sebesar Rp 500.000. Ketika NAB turun di akhir tahun, kita disarankan untuk gak menjualnya terlebih dahulu dengan tujuan meminimalisasi kerugian yang ditanggung.

2. Investasi Online Peer to Peer (P2P) Lending

investasi yang menguntungkan
Kalau investasi ini dipopulerkan sama startup-startup fintech (peer to peer lending/popmu)

Mengingat Investasi Online P2P Lending termasuk baru di Indonesia, prosedur atau mekanisme yang dilakukan dalam investasi jenis ini gak sulit dan sangat menguntungkan. Umumnya, program kerja P2P memberikan investasi untuk pinjaman bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Tentu saja tingkat risiko investasi yang tinggi menentukan pula tingkat keuntungan investasi yang diperoleh. Begitu pula sebaliknya, kan?

Salah satu perusahaan yang menawarkan investasi online P2P Lending, memberikan kemudahan dengan investasi minimum seperti reksa dana. Selain itu, kita juga bisa menentukan secara pribadi objek penerima modal investasi berdasarkan informasi yang tertera dalam factsheet.

Jangka waktu investasi beragam sesuai dengan kebutuhan kita. Ada yang dari jangka waktu 6 bulan, 12 bulan, 18 bulan, hingga 24 bulan. Tinggal pilih yang paling pas.

3. Investasi Properti

investasi yang menguntungkan
Sudah pasti untung deh kalau investasi properti (properti/igrow)

Investasi properti bisa dibilang sebagai jenis investasi dengan modal paling besar. Tapi ini sebanding dengan besarnya keuntungan yang akan kita dapatkan. Salah satu caranya adalah dengan mengumpulkan sejumlah dana untuk membeli rumah sederhana di daerah strategis yang nantinya bisa disewakan sebagai strategi untuk menghasilkan passive income.

Sebagai informasi, kita dapat membeli rumah sederhana di tempat strategis yang memiliki potensi untuk berkembang dengan harga mulai Rp 450 juta. Ingat selalu bahwa rumah yang dibeli akan bertambah nilainya seiring dengan bergulirnya waktu.

Tapi hal itu juga tergantung lokasi dan potensi properti untuk berkembang, dengan peningkatan harga sekitar 15-22 persen setiap tahunnya. Harga sewa rumah juga biasanya naik antara 4-10 persen per tahun.

Misalnya, kita beli rumah seharga Rp 500 juta di Bandung dan menyewakannya kepada keluarga yang baru menikah dengan harga sewa sebesar Rp 15 juta per tahun. Artinya, kita dapat memperoleh pendapatan pasif melalui aset rumah tersebut sebesar Rp 15 juta per tahunnya.

Selain pendapatan pasif, seiring dengan pertambahan waktu, harga rumah tersebut akan berangsur naik. Apabila kita simulasikan, dengan peningkatan harga sebesar 10 persen setiap tahunnya, artinya dalam 10 tahun, harga rumah tersebut akan menjadi:

Rp 500.000.000 x 10% = Rp 50.000.000

Rp 50.000.000 x 10 tahun = Rp 500.000.000

Itu artinya, dalam 10 tahun, aset kita menjadi:

Rp 500.000.000 + Rp 500.000.000 = Rp 1 miliar

Namun demikian, dana yang diperlukan agar investasi tersebut dapat dimulai dan berjalan dengan baik tidaklah sedikit. Apabila kita gak memiliki dana saat ini, pengajuan KPR kepada pihak bank bisa jadi salah satu alternatif.

Bagaimana guys? Apakah pemaparan di atas menarik untuk dicoba? Selain kepastian keuntungan yang diperoleh, gak sulit juga untuk melakukan prosedur dalam investasi tersebut.

Apabila sudah melakukan investasi reksa dana, gak ada salahnya kita mencoba investasi Online P2P Lending. Itung-itung sambil menabung untuk mengumpulkan dana demi investasi properti yang keuntungannya lebih besar lagi.

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Mau Investasi Properti Lebih Untung Beli Rumah atau Apartemen Ya]

[Baca: Belum Nikah Segera Beli Rumah Lewat KPR Investasi Tanah]

[Baca: Mau Investasi Properti yang Murah Ini Dia Caranya]

 

Masih banyak lagi dari duitpintar.com