Hari Pahlawan Nasional: Ini Lho 3 Pahlawan Keuangan Indonesia

by akbar 132 views0

hari pahlawan indonesia

Selamat Hari Pahlawan Nasional ya! Dalam memperingati momen bersejarah ini, yuk kita kenang jasa-jasa pahlawan Indonesia, tapi yang kiprahnya ada di dunia keuangan.

Nah, menurut DuitPintar, paling gak ada tiga tokoh Indonesia yang patut didapuk jadi Pahlawan Keuangan Nasional nih. Ketiga sosok ini berjasa besar buat memajukan dunia ekonomi dan keuangan Tanah Air.

Bisa dibilang, berkat ketiga tokoh ini, kita jadi bisa ngerasain manfaat dari kemajuan industri keuangan Indonesia kayak sekarang. So, kini saatnya kita berterima kasih sama jasa-jasa mereka.

Penasaran dengan ketiga pahlawan keuangan Tanah Air ini? Yuk simak ulasannya dalam video berikut. Jangan lupa subscribe juga di channel YouTube DuitPintar ya. Selamat menonton!

Gimana, seru gak videonya? Mumpung masih dalam semangat Hari Pahlawan Nasional, yuk cari tahu lebih banyak tentang tiga pahlawan keuangan ini. Berikut ulasan lengkapnya:

1. Mohammad Hatta (1902-1980)

hari pahlawan indonesia
(Mohammad Hatta/Republika)

Siapa yang gak kenal dengan Pak Hatta? Selain merupakan tokoh proklamasi, Drs. Mohammad Hatta juga bisa dikatakan sebagai tokoh yang berjasa buat kemajuan ekonomi Indonesia.

Bung Hatta pernah mengungkapkan kalau solusi untuk mengatasi ketimpangan ekonomi adalah gotong royong. Konsep ini mendorong sistem yang tidak memupuk kekayaan pada beberapa orang saja.

Lewat konsep tersebut, Bung Hatta pun membuat gerakan ekonomi kerakyatan yang dinamakan koperasi. Yang dituntut dari koperasi adalah sebuah pemerataan kerja dan pembagian hasil, sehingga gak ada lagi ketimpangan ekonomi.

[Baca: Siapa Bilang Kuno? Nih 6 Manfaat Menjadi Anggota Koperasi]

Dengan adanya koperasi, maka kebutuhan anggota bisa diperoleh dengan mudah, sehingga mereka pun sejahtera. Dengan begitu, seluruh masyarakat Indonesia pun ikut sejahtera. Wiih, revolusioner banget kan Bung Hatta?

2. Frans Seda (1926-2009)

(Frans Seda/ Tempo)
(Frans Seda/ Tempo)

Frans Seda adalah menteri keuangan Indonesia tahun 1966, dan pada 1968 dia sudah menjabat sebagai menteri transportasi.

Satu hal yang patut dikenang dari pria kelahiran Maumere ini adalah jasanya dalam menurunkan laju inflasi dari 650 persen hingga 112 persen selama dia menjabat sebagai menteri keuangan.

Pada periode 1965-1966, Indonesia mengalami krisis moneter yang cukup serius. Inflasi pun tergolong sangat tinggi, dengan harga barang yang meroket hingga 500 persen. Nilai tukar rupiah terhadap dolar pun anjlok dari Rp 5.100 ke Rp 50 ribu per dolar AS.

[Baca: Lakukan Ini Kalau Gak Mau Uangmu Tergerus Inflasi]

Frans Seda merupakan sosok yang akhirnya menyelamatkan perekonomian RI dengan menerapkan beberapa strategi kala itu. Salah satu di antaranya adalah dengan menerapkan model anggaran penerimaan dan belanja yang berimbang.

Selain itu, Frans Seda jugalah yang akhirnya berhasil membawa Indonesia kembali meraih kepercayaan dunia dengan balik jadi anggota IMF. Pokoknya, salut deh sama bapak yang satu ini.

3. Sri Mulyani Indrawati (1962)

hari pahlawan indonesia
(Sri Mulyani Indrawati/Femina)

Kalau tokoh yang satu ini adalah menteri keuangan Indonesia yang menjabat selama periode 2005-2010. Dan pada 2016, Sri Mulyani kembali memimpin Kemenkeu RI usai menjabat sebagai direktur pelaksana World Bank periode 2010-2016.

[Baca: 6 Wanita Ini Punya Gaya Hidup Sederhana Walau Sukses dan Berlimpah Materi]

Salah satu jasa Sri Mulyani bagi ekonomi Indonesia adalah meningkatkan tingkat investasi asing.

Pada tahun 2004, investasi asing di RI hanya berjumlah US$4,6 miliar. Namun ketika perempuan kelahiran Lampung ini menjabat, investasi asing padaI tahun 2005 meroket jadi US$ 8,9 miliar!

Saat Sri Mulyani menjabat pula, peningkatan ekonomi Indonesia mencapai angka pertumbuhan tertinggi, yakni 6,6 persen pada tahun 2007.

Gak heran kalau Bu Sri Mulyani dinobatkan sebagai salah satu dari 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia tahun 2008, 2014, dan 2016 oleh Forbes. So, ibu dari tiga orang anak ini cocok kan kita sebut sebagai Pahlawan Keuangan Indonesia?

Dalam rangka merayakan Hari Pahlawan Nasional, yuk kita apresiasi jasa-jasa para tokoh keuangan di atas. Gelar pahlawan gak cuma bisa dikasih buat mereka yang turun di medan perang saja lho. Yang menyelamatkan perekonomian pun tentu pantas disebut pahlawan dong.

Coba bayangin kalau gak ada tiga tokoh di atas, ekonomi dan keuangan Indonesia pasti gak akan kayak sekarang.

Mungkin gak pernah ada yang namanya konsep ekonomi kerakyatan. Inflasi tahun 1965 juga mungkin bakal terus menyengsarakan masyarakat Indonesia sampai sekarang.

Dan seremnya lagi, kita juga mungkin gak bisa menikmati produk dan jasa dari perusahaan asing karena gak ada negara yang mau investasi di sini.

Tuh, untung ada tiga pahlawan ini kan?

Tags:

Masih banyak lagi dari duitpintar.com