Hasil Investasi Asuransi Unit Link Tidak Maksimal, Benarkah?

by DuitPintar 604 views0

investasi asuransi unit link

Saat ini bisa dipastikan semua perusahaan asuransi menawarkan produk unit link. Produk asuransi ini disebut modern dan punya nilai lebih.

 

Mengapa bisa begitu? Jawabannya, unit link menggabungkan manfaat asuransi dan investasi plus tabungan. Produk ini berbeda dengan produk asuransi lain yang jadul karena tak ada layanan investasi. [Baca: Mengenal Investasi Asuransi Unit Link: Sekali Menyelam, Dua Tiga Pulau Terlampaui]

 

Masyarakat pun banyak yang tergiur menggunakan asuransi unit link karena ada iming-iming hasil investasi yang besar. Tapi tak sedikit pula yang pesimistis terhadap produk asuransi ini. Investasi asuransi unit link dianggap tak  memberi hasil yang maksimal.

 

Anggapan itu muncul karena membandingkan unit link dengan investasi murni. Proses investasi unit link berbeda dengan investasi murni, sepertii reksa dana atau saham.

 

Meski demikian, investasi unit link pun sebenarnya ujung-ujungnya ke investasi murni juga. Cuma, yang mengelola adalah perusahaan asuransi, bukan kita sendiri.

 

Perbedaan utama unit link dan investasi murni adalah hasil investasi asuransi unit link tak bisa langsung dinikmati. Soalnya ada biaya yang dibebankan bahkan sampai 5 tahun setelah pemegang polis menandatangani perjanjian kerja sama asuransi unit link. Biaya ini disebut biaya akuisisi.

 

Biaya akuisisi dibebankan kepada pemegang polis. Biaya ini meliputi pemeriksaan kesehatan, pengadaan polis dan pencetakan dokumen, pos dan telekomunikasi, dan biaya lainnya, termasuk komisi agen.

 

Hasil Investasi Bisa Maksimal, Asal…

investasi maksimal

 

 

Tapi apakah benar hasil investasi di asuransi unit link tidak maksimal? Jawabannya tergantung kita sendiri. [Baca: Simak Dulu Keuntungan dan Kerugian Unit Link Ini Sebelum Beli Polisnya]

 

Apakah kita mau memanfaatkan potensi memaksimalkan hasil investasi itu atau tidak? Potensi ini muncul saat kita memilih profil risiko investasi.

 

Saat akan menjadi peserta asuransi unit link, kita akan disodori berkas berisi profil risiko. Profil risiko ini menggambarkan karakteristik kita dalam kaitan dengan pemilihan tempat dana investasi.

 

Umumnya ada tiga profil risiko, yakni:

  • Penyuka risiko (Risk Taker)
  • Penghindar risiko (Risk Averted)
  • Risiko moderat (gabungan Risk Taker dan Risk Averted)

 

Sementara itu, berdasarkan penempatan dananya, ada empat macam asuransi unit link, yaitu:

  • Pasar uang
  • Pendapatan tetap
  • Pendapatan campuran
  • Saham

 

Jika kita termasuk investor agresif yang mengejar hasil maksimal dan tak takut risiko, unit link saham cocok karena instrumen investasi ini menjanjikan imbal balik yang besar. Tapi, risiko yang mengikuti juga besar.

 

kerja

 

 

Tapi jika tak mau mengambil risiko, ambil saja unit link pasar uang atau pendapatan tetap. Sedangkan unit link pendapatan campuran pas buat yang sedang-sedang saja dalam urusan risiko investasi.

 

Premi pemegang polis unit link pendapatan campuran akan ditempatkan di sejumlah instrumen investasi. Antara lain: saham, pasar uang,  dan surat utang.

 

Yang bertanggung jawab menentukan berapa persen dana investasi untuk saham, berapa persen untuk pasar uang, dan seterusnya adalah fund manager atau manajer investasi dari perusahaan asuransi.

 

Jika kita salah menilai profil risiko kita sendiri, bisa-bisa bukan untung yang kita dapat, melainkan buntung. Kecocokan profil risiko dengan jenis unit link yang dipilih ini penting.

 

Karena itulah wajib hukumnya bagi kita untuk sedikit saja memahami seluk-beluk investasi sebelum terjun ke dunia tersebut.

 

Tak usah kursus atau bahkan kuliah untuk sekadar mengenal investasi. Kita bisa Googling atau membaca buku yang mengulas tentang investasi. Kesesuaian profil risiko dengan jenis unit link yang kita ambil mempengaruhi hasil investasi yang kita tanamkan di produk asuransi tersebut.

 

kerja dengan komputer


Untuk lebih memastikan maksimalnya hasil investasi di unit link,kita bisa memanfaatkan fasilitas switch atau mengganti penempatan dana investasi. Biasanya sebuah perusahaan asuransi membolehkan pemegang polis mengganti alokasi investasinya maksimal lima kali dalam setahun.

 

Misalnya saat performa pasar saham sedang bagus, kita bisa memperbesar alokasi penempatan dana di sana. Namun kita harus rajin melihat pergerakan indeks dan harga saham perusahaan di bursa saham.

 

Tapi perlu diingat bahwa jika dibandingkan dengan investasi murni, hasil investasi asuransi unit link pasti berbeda. Sebab keduanya memang punya manfaat sendiri-sendiri, tidak sejenis.

 

Karena itu, jika kita memang tujuannya mendapat hasil investasi yang benar-benar maksimal, tidak tepat kalau memilih unit link. Tapi bila kita ingin berinvestasi jangka panjang tanpa mengejar target tertentu sembari mendapat proteksi, unit link adalah pilihan yang tepat.

 

 

 

Image credit:

  • http://www.biggerpockets.com/renewsblog/wp-content/uploads/2015/02/house_hacking_first_real_estate_investment-702×336.jpg
  • http://sites.psu.edu/english137section9tygh/wp-content/uploads/sites/488/2013/02/chimpanzee-doing-official-job-funny-picture.jpg
  • http://www.wallpapert.com/wp-content/uploads/2013/07/Funny-3D-Cartoon-Computer-04.jpg

Masih banyak lagi dari duitpintar.com