Hati-hati, 7 Hal Ini Bikin Garansi Motormu Hangus Lho

by akbar 938 views0

garansi motormu hangus

Bila kamu adalah pengguna sepeda motor, kamu tentu paham dong sama yang namanya “garansi”. Nah garansi yang dimaksud itu apa sih? Apakah sama kayak garansi handphone, atau kalau pas dibeli motornya gak jalan lantas diganti sama motor baru?

Bukan gitu pastinya ya. Garansi motor hanya berlaku untuk penggantian atau perbaikan suku cadang yang rusak akibat:

1. Kesalahan proses produksi

2. Kesalahan bahan atau material produk

3. Kesalahan konstruksi

Sebagai contoh, Honda kurang lebih memberikan tiga tahun atau 3.000 kilometer untuk garansi mesin. Garansi injeksi biasanya berlaku untuk 50.000 kilometer, dan kelistrikan berlaku untuk 10.000 kilometer.

garansi motormu hangus
Beli motor pasti ada garansinya tapi garansi juga bisa gugur karena hal sepele (Suzuki Satria FU/Indonesia Auto Blog)

Dan umumnya, garansi itu gak berlaku untuk suku cadang yang habis karena pemakaian. Seperti ban luar dan dalam, busi, kanvas rem dan kopling, dan lain-lain.

Jadi, bisa didefinisikan bahwa garansi motor itu berlaku dengan catatan kerusakannya disebabkan oleh si produsen. Apa bisa garansi hilang sebelum waktunya? Jelas bisa.

Lantas apa saja sih yang bisa menggugurkan garansi motor baru? Mari disimak lebih lanjut.

1. Buku servis dan garansi hilang atau rusak

Apa yang bakal ditanya sebelum kita mengajukan klaim garansi oleh pihak Agen Pemegang Merek (APM)? Tentu gak lain dan gak bukan adalah buku servis dan garansi.

Kalau buku tersebut hilang atau rusak, jangan harap kamu bisa melakukan klaim. Ada baiknya untuk menyimpan buku tersebut di dalam map besar. Dan jadikan satu dengan BPKB, faktur, fotokopi STNK, dan berkas-berkas lainnya.

Jangan sampai lupa dengan tempat di mana kamu menyimpan berkas-berkas itu. Simpan saja di tempat yang mudah dijangkau.

2. Gak pernah servis secara rutin

Setiap APM pasti menganjurkan para pelanggan untuk melakukan servis rutin di bengkel rekomendasi. Ada baiknya anjuran itu tetap kamu taati selama garansi masih berlaku.

garansi motormu hangus
Setiap pabrikan pasti menyarankan ke konsumen untuk servis dalam jangka waktu tertentu (servis motor/Okezone)

3. Ada kerusakan yang timbul akibat servis di luar bengkel resmi

Jika kamu melakukan servis di luar bengkel resmi dan ternyata hasilnya justru menimbulkan kerusakan, maka garansi dipastikan gugur. Pihak bengkel resmi gak akan bertanggung jawab terhadap kerusakan tersebut.

Makanya, untuk urusan servis, lebih baik diserahkan ke bengkel resmi, termasuk untuk servis berkala.

4. Kerusakan saat pemakaian

Kerusakan saat pemakaian ini cukup luas maknanya. Tapi intinya, hal itu meliputi pemakaian yang gak sesuai dengan buku petunjuk, rusak ketika tabrakan atau jatuh, dan rusak karena dipakai balapan.

5. Modifikasi di luar ketentuan

Bila ingin memodifikasi, pilihlah part-part yang sifatnya plug and play, mudah dibongkar pasang dan direkomendasikan oleh APM.

Memasang fairing custom yang gak sesuai dengan standar keamanan juga berpotensi menghanguskan garansi lho. Makanya jangan aneh-aneh deh kalau gak mau rugi.

6. Modifikasi di sektor kelistrikan

Saat ini, banyak beredar sparepart atau aksesori motor untuk kebutuhan keamanan seperti alarm, kunci rahasia, atau tombol khusus yang membutuhkan kode. Harganya mulai dari Rp 100 ribuan. Tapi, untuk memasang aksesori itu juga perlu kehati-hatian karena ada risiko garansi gugur.

garansi motormu hangus
Kalau tujuannya buat ikut kontes, mending jangan dipakai harian bos (motor modif/Motorplus)

Pemasangan alarm memang terksesan sederhana, namun gak jarang dibutuhkan metode pemotongan kabel atau penambahan komponen. Sistem injeksi di motor juga sangat sensitif dengan adanya perubahan daya listrik motor tersebut. Oleh karena itu hal ini seringkali dianggap bisa mempengaruhi performa.

Gak salah kan kalau garansinya bisa gugur. Wong masalah ini disebabkan sama komponen lain di luar rekomendasi APM kok.

7. Pakai oli selain yang direkomendasikan APM

Setiap pabrikan motor punya standardisasi dalam pemilihan oli, makanya mereka pun mengeluarkan produk olinya sendiri yang diklaim cocok buat motornya. Pemakai Yamaha dianjurkan pakai Yamalube, sedangkan yang pakai Honda disarankan pakai AHM Oil, dan seterusnya.

Menggunakan oli lain non-APM sah-sah saja asalkan kekentalannya memang sesuai dengan buku manual sepeda motor. Tapi harus siap dengan risiko kehilangan garansi mesin yang berlaku lima tahun.

Bagaimana jika ada pelanggan yang pakai oli lain setelah itu mereka pakai oli resmi APM-nya lagi? Tindakan itu bisa terdeteksi lho saat ganti oli di bengkel resmi. Oli itu ibarat darahnya mesin, jadi jangan sembarangan ya kalau memilih oli.

Gimana guys, sudah paham kan dengan tujuh hal yang berpotensi menggugurkan garansi motor kamu? Lebih baik dihindari deh, daripada kantong terkuras karena garansinya hangus.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Lagi Nyari Motor? Simak Dulu 5 Motor Bebek Paling Ngirit Ini]

[Baca: Punya Kredit Motor? Manfaatin Buat Nambah Penghasilan Lewat 3 Cara Ini Deh]

[Baca: Pilih Helm Motor yang Kayak Gini Biar Aman Berkendara]

Masih banyak lagi dari duitpintar.com