Hilangkan deh Pikiran Beli Produk Asuransi Itu Mahal. Asuransi yang Murah Cuma Modal Rp 50 Ribu

by DuitPintar 786 views0

asuransi yang murah

Kalau ditanya sama orang yang dompetnya tipis, apakah perlu asuransi? Apa kemungkinan jawabannya?

 

“Mahal buanged!”

“Susah paham jadinya gagal paham”

“Klaimnya itu ribet sama susah”

“Enggak penting”

“Enggak merasakan manfaatnya”

“Enggak tahu cara belinya”

“Emang beli asuransi buat apa?”

 

Mungkin itu responsnya. Enggak salah memang kalau selama ini asuransi kurang akrab sama golongan berpenghasilan pas-pasan. Mereka yang berpendapatan Rp 2,5 juta per bulan pastinya tidak memasukkan asuransi sebagai prioritas.

 

Padahal yang namanya risiko itu tak mengenal status sosial orang. Mau kaya atau yang hidupnya pas-pasan, semua sama-sama berpotensi mengalami risiko finansial. Entah yang disebabkan sakit, kecelakaan, atau musibah bencana alam.

 

[Baca: Pentingnya Asuransi untuk Masa Depan ]

 

 

Untungnya, asuransi sekarang bukan barang mewah lagi. Ini fakta lho! Ada kok asuransi yang murah. Modal duit kecil saja sudah bisa ikutan asuransi. Jadinya, mereka yang punya asuransi bukan hanya kalangan menengah ke atas. Yang termasuk golongan berpenghasilan pas-pasan pun juga bisa terproteksi asuransi.

 

Produk ini disebut asuransi mikro Indonesia yang memang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Alhasil, preminya pun dibuat sangat terjangkau. Di samping itu, fitur dan proses administrasinya mudah, sederhana, dan klaimnya gampang.

 

asuransi yang murah

 Hari gini gak punya asuransi? Gak gaul ah, udah banyak yang terjangkau kok bro! 

 

 

Semua embel-embel itu penting mengingat buat kalangan berdompet tipis, asuransi kerap dinilai sebagai produk mahal sekaligus enggak penting-penting amat. Belum lagi soal klaimnya yang dianggap ribet. Stigma itu yang selama ini melekat terhadap asuransi.

 

Agar benar-benar sampai ke masyarakat berpenghasilan rendah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan kriteria produk asuransi mikro yang memungut premi sebesar Rp 50 ribu. Sistem pembayarannya bisa bulanan, tiga bulanan, enam bulanan, dan tahunan.

 

OJK sengaja menetapkan kriteria dasar itu mengingat target utama asuransi syariah tertuju pada masyarakat perkotaan berpenghasilan rendah seperti buruh tani, nelayan, buruh pabrik, pembantu rumah tangga, pramuniaga, hingga pedagang kecil. Dan juga masyarakat pedesaan.

 

[Baca: Program Pemerintah yang Pro Masyarakat Berpenghasilan Kecil]

 

 

Produk asuransi mikro di pasaran

 

Bila merujuk pada penetapan OJK itu, artinya cukup banyak produk asuransi mikro yang sudah tersedia di pasaran.

 

Misalnya saja SiPeci alias Asuransi Penuh Cinta. Mereka yang memiliki produk ini berhak atas santunan duka Rp 5 juta jika meninggal karena sakit dan Rp 25 juta jika meninggal akibat kecelakaan. Cukup beli premi Rp 50 ribu/tahun. Murah banget kan?

 

[Baca: Macam-macam Asuransi Jiwa yang Sesuai dengan Kebutuhan]

 

 

Kemudian ada lagi Warisanku. Produk ini menawarkan jaminan santunan RP 10 juta terhadap risiko meninggal dunia akibat kecelakaan dan biaya pemakaman Rp 500 ribu. Preminya cukup Rp 30 ribu setahun!

 

Beda lagi sama JAMIN ayau Jasindo Micro Insurance. Produk keluaran Jasindo ini membebankan premi Rp 50 ribu per tahun dengan proteksi jaminan bila tertanggung meninggal dunia, kesehatan, dan kebakaran rumah tinggal.

 

asuransi yang murah

Jasindo gak kalah ngetop loh sama artis-artis ibukota. Langsung ke sini aja kalau niat ikut asuransinya ya!

 

 

Bila yang ingin syariah, bisa memilih si Bijak yang diterbitkan oleh konsorsium Perusahaan Asuransi Jiwa Syariah dan Asuransi Umum Syariah. Lantaran berbasis syariah, produk ini menggunakan akad Tabarru dan Wakalah bil Ujrah.

 

Maksud akad Tabarru’ adalah akad hibah dalam bentuk pemberian dana dari peserta kepada Dana Tabarru’ untuk tujuan tolong menolong. Sementara akad Wakalah bil Ujrah adalah akad antara peserta secara kolektif atau individu dengan pengelola dengan tujuan komersial. Pengelola diberi atau wewenang sehingga berhak imbalan berupa ujrah.

 

Yang berminat terhadap si Bijak cukup membayar kontribusi sebesar Rp 50 ribu per tahun dan memenuhi syarat berusia 17-64 tahun. Apa manfaatnya? Pertama, santunan Rp 2,5 juta jika meninggal dunia karena sakit dan kecelakaan.

 

Kedua, ada santunan bila kehilangan penghasilan yang disebabkan kebakaran, bencana alam, pencurian, di tempat tinggal maupun kios usaha sampai gerobak dorong dengan nilai RP 500 ribu.

 

[Baca: Ternyata Produk Asuransi Kebakaran Itu Beda sama Asuransi Properti]

 

 

Di mana belinya? Nah ini penting juga. Rata-rata produk asuransi mikro ini bisa didapatkan di koperasi, pegadaian, kantor pos, kelompok mitra, dan tentunya kantor perusahaan asuransi tersebut.

 

asuransi yang murah

Jangan cuma kirim surat cinta dong kalau ke Kantor Pos

 

 

Sudah tak ada alasan lagi tak terlindungi asuransi bukan? Murah, mudah didapat, dan klaimnya terbilang enggak rumit. Nilai preminya terjangkau banget.

 

 

Bandingkan saja sama pengeluaran rokok setahun yang jumlahnya bisa berkali-kali lipat. Asumsikan saja beli rokok tiga bungkus seminggu dengan harga per bungkusnya Rp 10 ribu. Seminggu sudah habis Rp 30 ribu, lha kalau setahun habisnya 52 minggu kali Rp 30 ribu bakal habis lebih dari Rp, 1,5 juta.

 

[Baca: Strategi Pertebal Kantong dari Rokok]

 

 

 

Image Credit:

  • http://www.goldbank.co.id/pic/bri_1_content_316.jpg
  • http://photo.kontan.co.id/photo/2011/01/01/2136350332p.jpg
  • http://sorotgk.com/foto_berita/2013-06/46kantor%20pos.jpg

 

Masih banyak lagi dari duitpintar.com