Hindari 6 Kesalahan Ini Saat Ingin Berinvestasi

by Tifanny 3.127 views0

Hindari 6 Kesalahan Ini Saat Ingin Berinvestasi - header (1)

Investasi adalah usaha memperoleh keuntungan dengan cara mengalokasikan sebagian uang untuk ditanamkan di sebuah produk demi mendapatkan keuntungan yang lebih. Investasi juga bukan hal yang asing bagi masyarakat Indonesia.

Dalam berinvestasi, gak jarang banyak yang tergiur dengan berbagai keuntungan yang ditawarkan. Ditambah lagi apabila investasi ditawarkan dengan risiko yang minim. Bakalan banyak deh nasabahnya.

Anthony Robbins dalam bukunya mengatakan sebagian besar investor justru mengalami kegagalan dalam mendapat keuntungan. Mengapa demikian? Karena kurangnya pengetahuan dan informasi yang  mereka  dapat.

Sebagian besar dari mereka juga kurang waspada akan seluk-beluk perusahaan yang akan dia investasikan dananya. Berikut adalah kesalahan-kesalahan yang seringkali terjadi dan dialami oleh para investor, terutama para pemula atau yang kurang berpengalaman.

1. Tujuan investasi masih belum jelas

Sama halnya dengan kehidupan ini, dalam berinvestasi pun kita perlu punya tujuan yang jelas. Kita harus tahu ke arah mana tujuan kita dan apa yang akan dihasilkan.

saat ingin berinvestasi
Jangan jalan main jalan aja dong, tentuin dulu tujuannya kalau gak mau tersesat! (tak tau arah / blogspot)

Hampir sebagian besar investor, terutama yang masih pemula dan kurang berpengalaman, gak punya tujuan yang jelas dalam berinvestasi. Ada yang mungkin cuma membeli produk investasi karena harga sedang murah.

Seorang investor yang baik mestinya gak segera mengambil keputusan ketika mendengar kabar tentang turunnya suatu harga instrumen investasi atau bahkan segera untuk menjualnya ketika harga sedang naik. Mereka harus melihat lebih jelas dan menelusuri tujuan dari investasi yang dilakukan.

2. Gak realistis

Dalam investasi, risiko selalu sejalan dengan pertumbuhan investasi. Semakin besar uang yang ditanamkan, semakin besar juga risiko yang harus ditanggung.

Banyak kok rayuan akan investasi yang menawarkan risiko rendah dengan jumlah investasi yang besar. Ditambah dengan kurangnya pengetahuan sehingga membutakan pikiran.

Sebagai investor, kamu perlu mengedepankan logika dan tentu saja realistis dalam menginvestasikan uang. Risiko dan perkembangan dapat diibaratkan seperti logam mata uang yang saling melengkapi dan gak terpisahkan.

3. Kurang memikirkan aspek jangka panjang

Dalam berinvestasi, ada aspek jangka pendek, menengah, dan panjang. Sebetulnya, berinvestasi dengan jangka panjang sangatlah menguntungkan namun butuh kesabaran karena membutuhkan waktu yang relatif lama.

saat ingin berinvestasi
Namanya juga investasi, ya harus menunggu hasilnya, gak kayak mie instan! (sabar / http://pif)

Penantianmu bakal terbayarkan ketika suatu saat kamu mendapatkan keuntungan yang gak terduga. Banyak dari calon investor pemula hanya ingin mendapatkan keuntungan jangka pendek saja, padahal time horizon suatu produk investasi jelas bergantung dari jenis investasinya.

4. Kurangnya keberanian

Keberanian juga jadi aspek yang perlu dimiliki investor. Belajarlah untuk mengembangkan investasi yang dimiliki. Jangan hanya sekadar membeli lalu menjualnya.

Asah keberanian dan perbanyak pengetahuan agar lebih jeli lagi dalam melihat berbagai peluang dalam berinvestasi.  Kurangnya rasa percaya diri dan gampang menyerah pun menjadi salah satu faktor kesalahan yang terjadi dalam berinvestasi.

Makanya perlu rasa optimis dan semangat yang tinggi untuk melihat kesempatan demi kesempatan yang akan muncul. Namun jangan sampai menjadi terlalu percaya diri yang malah membuatmu rugi di kemudian hari.

Kamu bisa kok membaca berbagai profil para pengusaha dan pebisnis yang sukses dalam berinvestasi. Hal ini dapat memompa kembali semangatmu dalam berinvestasi ketika mulai merasa lesu dan merasa ingin menyerah.

5. Kurangnya fokus

Kurang fokus pada tujuan dan mimpi yang telah ditetapkan sebelumnya juga menjadi kesalahan yang sering dialami para investor pemula. Tanamkan pada diri sendiri untuk terus disiplin, teratur, dan menghindari hal-hal yang dapat membuatmu terdistraksi dari tujuanmu dalam berinvestasi. Mempertahankan kekayaan lebih sulit daripada meraihnya lho.

6. Meletakkan semua investasi pada satu keranjang

saat ingin berinvestasi
Enak nih kalau telurnya banyak bisa buat buka warung telur goreng hahaha (Telur Di Dalam Keranjang / forexbatam)

Sebuah rumus klasik yang perlu kamu ketahui dalam berinvestasi adalah jangan menaruh seluruh uangmu pada satu tempat investasi. Soalnya, ketika produk investasimu mengalami penurunan harga, maka risiko yang kamu tanggung akan semakin besar.

Oleh karena itu perlu melakukan diversifikasi berbagai aset yang kamu miliki. Saat bidang utama mengalami masalah, kamu bisa mempertahankannya dengan aset dan dana yang telah didiversifikasi tersebut.

Investasi merupakan jawaban dalam memperoleh kekayaan terutama ketika tujuan kita ingin mendapatkan kebebasan keuangan. Apabila kita cuma kerja dan nabung lewat gaji bulanan serta tambahan uang dari pekerjaan sampingan, kayaknya kita hanya memaknai hidup ini untuk bekerja dan mencari uang.

Albert Einstein menyatakan bahwa investasi merupakan sebuah penemuan penting dalam sejarah manusia dan merupakan alat yang ampuh dalam mengumpulkan kekayaan seperti yang dituliskan dalam buku Anthony Robbins. Namun jangan terburu-buru juga untuk segera berinvestasi.

Pahami dulu ya peluang dan risikonya. Selamat mencoba, guys!

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Mau Investasi Properti yang Murah Ini Dia Caranya]

[Baca: Mau Investasi Properti Lebih Untung Beli Rumah atau Apartemen Ya]

[Baca: Belum Nikah Segera Beli Rumah Lewat KPR atau Investasi Tanah]

Tifanny

Menjadi Public Relation Officer adalah cita-cita saya beberapa tahun lalu. Ternyata pasion saya yang sebenarnya adalah menjadi penulis profesional. Keuangan adalah hal yang selama ini sering saya abaikan. Kini saya sadar bahwa keuangan memegang peran penting dalam kehidupan semua orang. Dan hal itulah yang ingin saya bagikan ke semua orang.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com