Ooops! Ini 7 Postingan Sosial Media yang Bisa Bikin Kamu Dipecat

by Tifanny 1.300 views0

Postingan Sosial Media

Buat para pekerja, berseluncur di dunia maya bisa jadi salah satu pilihan hiburan di sela-sela padatnya rutinitas. Otak yang dipaksa kerja terus-menerus kan bisa mumet juga ya.

Makanya, gak heran kalau sosial media alias sosmed penuh dengan hal-hal konyol nan lebay sebagai ekspresi pelampiasan sejenak. Tapi, harus hati-hati banget lho, karena ternyata ekspresi kamu di sosmed bisa jadi petaka di dunia kerja.

[Baca: Media Sosial vs Realitas Sosial: Bangun Sebelum Terlanjur Bangkrut]

Udah banyak berita tentang karyawan yang dipecat karena postingan-nya di sosmed. Biar gak kejadian sama kamu, ini tujuh postingan sosial media yang wajib kamu hindari supaya gak kehilangan pekerjaan:

1. Sering mengeluh soal kebijakan perusahaan

postingan sosial media
Ayo jangan kebanyakkan ngomel dan ngeluh deh! (Ngeluh Terus / thefridaytimes)

Setiap perusahaan pasti punya budaya dan kebijakan yang berbeda. Kalau kamu gak berteman dengan rekan kerja dan bos, mungkin masih aman kalau mau ngeluh-ngeluh soal kebijakan perusahaan. Tapi kalau iya? Pikirkan konsekuensinya deh.

Manajemen bisa jadi gak mentolerir aksi kamu ini karena dianggap gak profesional. Terlebih lagi kalau frekuensi keluhannya kelewat sering.

2. Bikin postingan negatif tentang atasan

Mengeluh soal kebijakan kantor, eh ujung-ujungnya merembet deh jadi menjelek-jelekkan atasan. Ini sih jelas-jelas cari masalah namanya.

postingan sosial media
Emangnya enak kalau si bos teriak-teriak di depan kamu? (Atasan Marah / jobboom)

Jika atasan di kantor kamu yang sekarang membaca, atau ada rekan kerja yang mengadu gimana? Beruntung kalau bosmu orangnya asik, tapi kalau baperan? Ya jangan heran deh kalau besoknya langsung kena SP ya.

3. Sengaja minta info kerjaan

Yang namanya mencari pekerjaan demi karier atau gaji lebih baik sih sah-sah saja, gak ada yang melarang. Tapi pakai etika juga ya. Kalau belum resmi mengundurkan diri, jangan posting-posting soal minta info lowongan kerja.

postingan sosial media
Cari kerjaan yang lebih baik silahkan saja, asal jangan semena-mena. (Lowongan kerja / blogspot)

Perusahaan bisa berasumsi kalau kamu sudah gak puas atau gak bahagia kerja di situ. Bisa-bisa kontrak kerja kamu gak diperpanjang atau malah langsung dipecat. 

[Baca: Bikin Karier Makin Cemerlang dengan Install 6 Aplikasi Kerja Ini Di Smartphonemu]

4. Mengumbar rahasia perusahaan

Jadi profesional itu emang sulit karena harus bisa memilah mana yang layak jadi konsumsi umum dan mana yang gak. Salah satunya soal keputusan penting yang diambil perusahaan.

postingan sosial media
Eh kamu tahu gak, si bos kan bakal mecat kita! Apa??! (Perempuan bergosip / jadiberita)

Gak etis kan kalau kamu koar-koar soal rahasia perusahaan? Nanti kalau kompetitor baca gimana? Makanya, wajar kalau perusahaanmu marah ketika kamu ngomongin rahasia perusahaan lewat postingan sosial media.

5. Postingan atau komentar yang kontroversial  

Main medsos emang gak ada aturan tertulisnya soal bagaimana membuat postingan atau komentar yang benar. Tapi, bukan berarti kamu bisa seenaknya. Misalnya, memberi komentar di postingan sosial media yang menyinggung SARA, atau menghina penderita penyakit tertentu, dan sejenisnya.

postingan sosial media
Duh dedek Awkarin memang suka bikin heboh ya! (Awkarin / blogspot)

Ini menunjukkan kalau kamu adalah orang yang gak punya kepekaan sosial dan empati terhadap sesama. Perusahaan bisa menilai ini juga lho. Dan bukan gak mungkin mereka memecatmu, karena kamu dianggap mencoreng nama perusahaan.

6. Posting hal-hal yang terlalu vulgar

Kalau yang ini menyangkut hal-hal pribadi yang cukup sensitif buat diumbar ke publik. Misalnya, kebiasaan berpesta yang kelewat sering sama teman-teman di luar jam kantor. Atau bisa juga pamer foto-foto kemesraan dengan pasangan yang sifatnya pribadi.

postingan sosial media
Mesra-mesraan sama pasangan sih boleh aja, asal tahu batasan yang boleh diposting aja ya! (Kemesraan Pasangan / kelascinta)

Lebih selektif deh. Postingan yang sekiranya gak bisa diterima semua orang atau merupakan privacy, lebih baik jangan di-posting. Apalagi jika dilihat oleh atasan dan rekan kerja, bakal menimbulkan asumsi negatif.

7. Menggunakan bahasa yang kasar

Kamu pasti gak nyaman kalau lawan bicara menggunakan bahasa kasar kan? Sama halnya dengan postingan medsos. Penggunaan kata-kata yang kurang baik dan cenderung kasar bisa bikin perusahaan memberi nilai minus.

Terlebih lagi kalau dilakukan berulang-ulang. Perusahaan akan menganggap kamu gak bisa mengendalikan diri.

postingan sosial media
Ngomong atau nulis bahasa kasar? Kasih jempol ke bawah aja bro! (Jempol ke Bawah / parenting)

[Baca: 10 Etika Menggunakan Sosmed Agar Bisnismu Moncer]

“Jempolmu harimaumu” nampaknya tepat banget buat menggambarkan betapa sosmed ibarat pisau bermata dua. Jika digunakan dengan baik, akan mendatangkan manfaat. Tapi kalau dipakai sembarangan, justru postingan sosial media bisa berujung petaka.

Jangan lupa kalau sosmed itu adalah ruang publik, yang isinya bisa dibaca banyak orang. Beda sama buku harian alias diary. Jadi, mulai sekarang lebih cerdas dalam bersosmed kalau gak mau karier terhambat. Masa depanmu jadi taruhannya lho!

Tags:

Tifanny

Menjadi Public Relation Officer adalah cita-cita saya beberapa tahun lalu. Ternyata pasion saya yang sebenarnya adalah menjadi penulis profesional. Keuangan adalah hal yang selama ini sering saya abaikan. Kini saya sadar bahwa keuangan memegang peran penting dalam kehidupan semua orang. Dan hal itulah yang ingin saya bagikan ke semua orang.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com