Ini Alasan Kenapa Orang yang Mandiri Bisa Lebih Cepat Sukses

by Hardian 672 views0

orang yang mandiri

Kalau ditanya apakah mau hidup mandiri atau bergantung pada orang lain, pasti semua orang menjawab mau mandiri. Nyatanya, masih banyak yang terlalu minder untuk percaya kepada kemampuannya sendiri.

Padahal orang yang mandiri lebih dekat dengan puncak tangga kesuksesan. Mandiri dalam berpikir dan berkarya. Dua hal itu membentuk kepribadian seseorang yang memiliki tekad jadi orang sukses.

Orang yang mandiri bisa lebih cepat sukses dibanding mereka yang selalu mengharapkan sokongan orang lain. Berikut ini alasan kenapa kemandirian dan kesuksesan bertalian erat:

1. Berani memikirkan ide

Jika mampu mandiri, pasti berani memikirkan ide untuk melangkah maju. Berbeda kalau terkungkung dalam ketergantungan.

orang yang mandiri
meski terkadang ide-idenya di anggap aneh sama orang-orang sekitar (inovasi / entrepreneur)

Yang ada malah selalu mengandalkan ide orang lain. Parahnya lagi, malah menjiplak ide tersebut buat keuntungan sendiri.

Orang yang mandiri biasanya juga kreatif. Mereka punya keyakinan diri untuk menghasilkan sesuatu yang baru dan bermanfaat.

Hasil itulah yang menjadi anak tangga menuju kesuksesan. Tapi tentu tidak mustahil ada inspirasi dari gagasan yang muncul sebelumnya.

2. Berani bertindak

Gak hanya berpikir, kemandirian memunculkan keberanian bertindak. Ide gak ada gunanya tanpa tindakan, to?

Namun tindakan itu jelas gak sembarangan diambil. Ada landasan kokoh yang mendasari tindakan tersebut, juga rencana-rencana yang berkaitan.

orang yang mandiri
Jadi sukses memang ribet. Kalau lempeng-lempeng saja, gak ada deh pengemis di perempatan jalan (ilustrasi jalan menuju sukses/Independent)

Rencana itu mencakup skenario jika ide gagal dijalankan. Artinya, ada rencana A, B, dan C kalau perlu. Tindakan berdasarkan rencana tentu lebih mungkin berbuah kesuksesan ketimbang yang serampangan.

[Baca: Mandiri Secara Finansial Sedari Muda Bukan Gak Mungkin, Usaha Dulu Dong!]

3. Berani bertanggung jawab

Gak semua orang berani memikul tanggung jawab dari suatu tindakan yang gagal. Namun berbeda jika sifat mandiri tertempel di benak pribadi.

Kemandirian memupuk rasa percaya diri untuk tampil ke depan jika suatu situasi memburuk. Apalagi jika situasi itu muncul karena tindakan yang diambilnya.

Namun kepercayaan diri itu gak berhenti hanya pada titik pertanggungjawaban. Lebih dari itu, tanggung jawab ini diikuti keyakinan bahwa ia mampu memperbaiki situasi tersebut.

Jadi, urusan tanggung jawab tidak selesai dengan pengakuan bersalah atau penyesalan. Yang lebih penting adalah tindak lanjut dari tanggung jawab itu, yang mengantarkan kita ke poin terakhir di bawah.

4. Berani bertindak lagi

Dengan kepercayaan diri yang muncul dari kemandirian, akan terbit keberanian untuk mengambil tindakan lagi. Tentunya, langkah baru ini diambil setelah mempelajari kesalahan sebelumnya.

orang yang mandiri
Mandiri dan sukses? Band Mocca jadi contoh sempurna (Mocca/Kompas)

Berbeda bila suka menempel pada orang lain. Apa pun yang ia lakukan adalah hasil perintah orang yang ditempeli tersebut.

Bila ada yang salah, ditunjuklah orang lain sebagai kambing hitam. Yang seperti ini jelas jauh dari kemungkinan sukses sebagai pengusaha atau pegawai top.

[Baca: Siap-siap Jadi Orang Sukses Deh Kalau Kamu Punya 7 Hal Ini]

Salah satu ciri orang yang sukses adalah mampu mandiri. Terutama jika ingin sukses menjadi pengusaha.

Kemandirian itu menjadi pembuka jalan. Sedangkan mereka yang lebih suka menggantungkan diri pada orang lain akan selamanya berada di bawah bayang-bayang orang tersebut.

Mereka pun bisa sukses, tapi dalam level yang berbeda dengan orang yang mandiri. Memang, lebih gampang hidup menempel pada orang lain.

Dibandingkan dengan mereka yang punya sifat mandiri, pasti jauh tertinggal. Istilahnya, kereta Shinkansen Jepang dilawankan dengan Commuter Line.

Shinkansen bisa lebih cepat menuju stasiun tujuan karena punya jalur sendiri. Sedangkan Commuter Line harus melihat sinyal Commuter Line lainnya untuk jalan.

Gak jarang gangguan pada Commuter Line membuat kereta lain yang sejenis jadi telat datang. Sekarang, tinggal kita yang menentukan, mau jadi Shinkansen atau Commuter Line.

[Baca: Jangan Harap Bisa Jadi Orang Sukses Kalau Masih Punya 5 Hal Ini]

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com