Investasi Reksa Dana Bisa Dimulai di Usia 20-30an. Begini Caranya

by akbar 3.606 views0

Investasi Reksa Dana

Bareksa Logo

Setiap orang pasti selalu pengin kehidupan yang lebih mapan dan nyaman di masa depan. Tapi, hidup kayak gitu perlu dicapai dengan berbagai persiapan, terutama yang berkaitan dengan pengaturan keuangan. Salah satu caranya adalah dengan berinvestasi sejak usia muda.

Sama kayak menabung, investasi atau menanamkan modal pada aset-aset tertentu perlu dilakukan sejak dini. Kita juga gak harus menunggu penghasilan yang cukup besar atau saat kita berusia matang.

Kita harus belajar menyisihkan dana untuk investasi sejak masih muda meskipun penghasilan yang diterima belum terlalu besar. Soalnya, kalau kita memulai saat usia muda, kita pastinya masih punya banyak waktu untuk mengumpulkan uang dan mengembangkannya menjadi lebih besar dengan investasi.

Nah, umur 20-30an merupakan waktu yang tepat untuk kita melakukan investasi. Kenapa? Karena biasanya kita sudah mulai bekerja dan memiliki tujuan yang mau dicapai dalam hidup.

Contoh tujuan dan alasan investasi, di antaranya menikah, memiliki rumah, atau kendaraan. Oleh karena itu, wajar kalau kalangan usia ini perlu mulai mengatur keuangannya dan mulai berinvestasi.

Investasi Reksa Dana
sedini mungkin belajar untuk berinvestasi (nabung/powerful mother)

Mungkin sebagian dari kita ada yang nanya: bagaimana bisa berinvestasi kalau gaji kecil? Padahal, sangat mungkin kita berinvestasi dengan modal minim, karena saat ini sudah tersedia instrumen investasi seperti reksa dana yang hanya membutuhkan modal awal Rp100 ribu aja.

Tapi dalam berinvestasi, terdapat hal yang perlu diperhatikan, yaitu seluk-beluk investasi yang diinginkan. Kita sebagai investor harus memahami jenis investasi dan alokasi dana.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah memilih jenis investasi yang sesuai dengan usia, karena usia mempengaruhi tujuan investasi, alokasi, dan profil risiko tiap orang. Orang yang berusia 20-an tentu memiliki pola pikir dan prioritas yang berbeda dengan orang yang berusia 30-an.

Lalu, apa aja perbedaan karakteristik dan bagaimana alokasi dana investasi usia 20-30an ini? Yuk simak ulasannya!

Usia 20-an

Saat kita berusia 20-an, umumnya kita baru mulai bekerja dan merintis karir. Dengan penghasilan yang diterima, kalangan usia ini berusaha untuk mandiri atau lepas dari ketergantungan orangtua dalam memenuhi kebutuhannya.

Tapi, kadang kelompok usia ini juga banyak mengalami godaan seperti tawaran menggunakan kartu kredit, berbelanja, hang out di kafe, berlibur, dan lain sebagainya yang dapat meningkatkan pengeluaran.

Nah, buat yang masih umur 20-an, harus pintar-pintar mengendalikan diri dalam mengatur keuangan ya. Supaya kamu terbiasa hidup hemat, dan bisa menyisihkan uang untuk ditabung dan diinvestasikan. Menurut perencana keuangan, kita bisa mengalokasikan 20 persen dari penghasilan untuk kebutuhan ini lho.

Investasi Reksa Dana
menyisihkan penghasalian untuk berinvestasi (uang/Gov Cap)

Dalam hal menabung dan berinvestasi, instrumen investasi seperti reksa dana dapat jadi pilihan. Reksa dana terdiri dari berbagai jenis, yaitu reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran dan saham.

Kita bisa membagi alokasi porsi tabungan dan investasi khusus pada reksa dana dengan menggunakan pola 20:30:50. Artinya, 20 persen untuk reksa dana pasar uang sebagai tabungan (dana darurat), 30 persen untuk reksa dana pendapatan tetap atau campuran untuk tujuan keuangan jangka menengah (1-3 tahun), dan 50 persen untuk reksa dana saham untuk tujuan jangka panjang (lebih dari 5 tahun).

Misalnya saja, kita memiliki penghasilan sebesar Rp 3,5 juta per bulan. Dengan pola perencanaan di atas, maka setiap bulan kita menyisihkan 20 persen untuk tabungan dan investasi sebesar Rp 700 ribu.

Dari porsi tersebut, kita bisa menempatkan uang di reksa dana pasar uang sebesar Rp 140 ribu, reksa dana pendapatan tetap atau campuran sebesar Rp 210 ribu, dan reksa dana saham Rp 350 ribu.

Usia 30-an

Karakteristik orang-orang usia 30-an, biasanya karier sudah berada di level manajerial atau posisi senior. Dengan begitu, kita sudah menerima banyak fasilitas atau tunjangan dari perusahaan tempat bekerja. Sebagian orang di usia ini sudah menikah dan memiliki anak. Bahkan, ada yang sudah memiliki anak usia sekolah.

Investasi Reksa Dana
Semua keuntungan investasi adalah untuk keluarga (keluarga/agv)

Pada usia ini, yang menjadi fokus bukan hanya sekadar untuk kepentingan pribadi, tapi juga untuk keluarga. Masa depan pendidikan anak, kesehatan, sampai simpanan untuk hari tua atau masa pensiun juga menjadi beberapa hal yang perlu dipikirkan.

Artinya, pendapatan yang besar juga diiringi dengan pengeluaran yang besar. Peningkatan pengeluaran ini cukup drastis dibandingkan rentang usia sebelumnya karena bertambahnya jumlah dan jenis pengeluaran.

Dengan demikian, kelompok usia ini perlu banyak variasi dalam investasi karena tujuan keuangan yang ingin dicapai pun cukup bervariasi. Dengan porsi 20 persen dari penghasilan, kita dapat menempatkan uang di produk reksa dana dengan menggunakan pola 25:35:40.

Artinya, ada penambahan porsi untuk pos tabungan atau dana darurat menjadi 25 persen dan pos kebutuhan jangka menengah menjadi 35 persen, sementara pos untuk jangka panjang berkurang menjadi 40 persen. Hal ini dikarenakan dana jangka pendek dan menengah dapat sangat dibutuhkan seiring dengan pengeluaran keluarga yang makin besar.

Misalnya, saat ini kita memiliki penghasilan Rp 6 juta per bulan. Maka setiap bulan dapat disisihkan sebesar 20 persen dari penghasilan, yakni Rp1,2 juta untuk tabungan dan investasi.

Jadi, kita dapat menempatkan uang di reksa dana pasar uang sebesar Rp 300 ribu, reksa dana pendapatan tetap atau campuran sebesar Rp 420 ribu, dan reksa dana saham Rp 480 ribu. Kemudian, jika terdapat pemasukan lebih setiap tahun, kita juga dapat melakukan penambahan investasi (top up) di reksa dana yang kita miliki.

Kesadaran untuk mulai berinvestasi tentunya akan sangat membantu kita dalam mengembangkan uang di masa depan. Tidak ada kata terlambat untuk mulai menabung dan berinvestasi. Asalkan konsisten, tujuan keuangan kita pun pasti dapat tercapai.

Jadi, siapkah kamu berinvestasi reksa dana di usia 20-30an?

 

“Artikel lainnya, silakan klik tautan berikut ini : Bareksa.com

Masih banyak lagi dari duitpintar.com