Investasi Saham Online Murah Modal Cuma Rp 300ribu, Siapa yang Nggak Tergiur?

by DuitPintar 7.243 views2

investasi saham online

Bagi sebagian orang, investasi saham masih identik dengan mainan orang berdasi yang berkantong tebal. Padahal faktanya semua orang bisa berinvestasi saham lho!

 

Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan saham? Menurut Bursa Efek Indonesia (BEI), saham adalah tanda penyertaan modal dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas.

 

Karena ikut menginvestasikan modal, maka seseorang punya klaim atas pendapatan perusahaan, aset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Kita juga akan mendapat keuntungan (dividen) dengan sistem bagi hasil sesuai dengan performa saham perusahaan dan kondisi pasar.

 

[Baca: Ini Pengertian Saham dan Jenisnya yang Dibuat Sesimpel Mungkin untuk Pemula]

 

Setidaknya ada dua jenis saham yang diperdagangkan di bursa efek:

 

  • Saham Biasa

Pemilik saham ini berhak menerima dividen dari perusahaan serta bersedia menanggung risiko kerugian yang diderita perusahaan.

 

  • Saham Preferen

Pemilik saham preferen memiliki hak lebih dari pemegang saham biasa. Dengan kata lain, pemegang saham ini berhak didahulukan saat pembagian keuntungan perusahaan.

 

 

Memulai Investasi Saham

Investasi saham merupakan investasi jangka menengah hingga panjang. Saham adalah investasi yang likuid alias mudah diperjualbelikan, sehingga bisa memberikan keuntungan yang lumayan.

 

Investasi Saham Online Murah

Saham termasuk jenis investasi yang likuid, jadi gampang kalau mau jual

 

 

[Baca: Belajar Average Down, Strategi Efektif Saat Kondisi Pasar Reksa Dana Saham Anjlok]

 

Untuk memulai investasi saham, kamu bisa memilih untuk menginvestasikan danamu lewat perusahaan sekuritas atau biasa disebut pialang/broker saham. Perusahaan sekuritas ini ada yang dimiliki pemerintah (BUMN), swasta dan asing. Yang termasuk perusahaan sekuritas milik negara adalah:

 

  • Mandiri Sekuritas
  • BNI Securities
  • Bahana Sekuritas
  • Danareksa Sekuritas

 

Masalahnya, nggak semua orang tahu cara menginvestasikan dananya dalam bentuk saham. Padahal memulai investasi saham itu mirip dengan membuka tabungan lho!

 

Yang perlu kamu lakukan adalah, membuka rekening saham di perusahaan sekuritas yang kamu pilih. Setoran minimum bisa dimulai dari Rp 1 juta. Persyaratan pun nggak beda jauh dengan membuka rekening tabungan:

 

  • Fotokopi KTP
  • Mengisi Formulir Aplikasi
  • Fotokopi NPWP

 

Memulai Transaksi Saham Online

Kalau rekening saham sudah di tangan, nggak usah bingung soal cara bertransaksi. Kamu bisa mengunduh aplikasi investasi saham online milik perusahaan sekuritas yang kamu pilih.

 

Investasi Saham Online Murah

 Dengan aplikasi saham online, transaksi jual beli jadi makin praktis

 

1. Menggunakan platform saham online

Misalnya kamu memilih menginvestasikan dana untuk investasi saham lewat BNI Securities, kamu bisa mengunduh aplikasi Esmart di smartphone-mu untuk transaksi saham. Selain mudah dioperasikan, kamu bisa melakukan transaksi jual beli saham hingga memantau pergerakan pasar kapanpun dan di mana pun.

 

Selain BNI Securities, ada dua platform investasi saham online milik BUMN yang tersedia:

 

  • MOST Mobile Mandiri Securities
  • D’One TradePro Danareksa Online

 

2. Memilih Saham

Kalau perlengkapan tempur di lantai bursa saham sudah lengkap, kini saatnya berburu saham. Sebelum memutuskan membeli saham, kamu harus memerhatikan kinerja perusahaan yang kamu incar apakah tergolong sehat dan berkembang.

 

Investasi Saham Online Murah

Memilih saham hampir mirip dengan mencari jodoh, harus cermat biar nggak nyesel

 

 

Kamu bisa memerhatikan grafik kinerja perusahaan pada aplikasi saham online untuk melihat keuntungan yang ditawarkan. Selain itu, kamu juga bisa melihat track record perusahaan pada bulan-bulan sebelumnya.

 

Contohnya saja, PT Unilever Indonesia, di bulan November membagikan dividen Rp 2.6 triliun atau setara Rp 342 per saham. Dengan melihat track record bulan sebelumnya, kamu bisa mendapat gambaran saham mana saja yang sekiranya bisa memberi keuntungan.

 

3. Membeli Saham

Kalau kamu sudah menjatuhkan pilihan, kamu bisa membeli saham melalui broker yang kamu pilih lewat telepon atau secara online lewat aplikasi. Pembelian saham ini bisa dilakukan dengan menyetor dana terlebih dulu atau dengan memotong dari saldo yang kamu punya.

 

Investasi Saham Online Murah

Membeli saham nggak harus repot menghubungi broker

 

 

Saham milik perusahaan besar dan mapan biasanya jadi incaran investor karena risikonya yang minim dengan keuntungan maksimal. Saham perusahaan besar lazim disebut Blue Chip. Biasanya harga saham Blue Chip per lembarnya tergolong tinggi.

 

 

Jumlah Saham per Lot Turun

Sejak 6 Januari 2014 lalu, Bursa Efek Indonesia merilis kebijakan berupa perubahan ukuran lot saham. Jika sebelumnya minimal pembelian saham per lot adalah 500 lembar, sekarang menjadi 100 saham per lot saja.

 

Tujuan perubahan ini dimaksudkan untuk meningkatkan likuiditas pasar modal Indonesia sekaligus meningkatkan jumlah investor domestik. Dengan adanya perubahan ini maka dana yang diperlukan untuk memulai investasi saham jadi lebih sedikit dong.

 

Investasi Saham Online Murah

Dengan adanya perubahan ukuran lot saham, modal investasi pun jadi lebih murah

 

 

Misalkan saja nih, harga saham PT Unilever Indonesia Tbk di bulan November adalah Rp 37.500 per lembar. Jika minimal pembelian saham adalah satu lot, maka total dana yang dibutuhkan adalah: Rp 37.500 x 100 lembar = Rp 3.750.000.

 

Bandingkan jika satu lot adalah 500 lembar, modal yang harus kamu gelontorkan adalah Rp 18.750.000.  Tentu agak berat kan?

 

Lantas ada nggak sih investasi saham online murah? Ada kok. Coba tengok saja saham PT Telkom Indonesia yang harga per lembarnya ada di kisaran Rp 3.000 di bulan November. Maka dengan modal Rp 300 ribu kamu sudah bisa mulai berinvestasi saham.

 

Nah, yang perlu diingat, sebelum berinvestasi saham, sangat dianjurkan kamu memiliki tujuan yang jelas. Selain itu, akan lebih baik jika kamu memiliki dana cadangan, mengingat sifat investasi saham yang tergolong jangka menengah-panjang. Dengan menetapkan tujuan investasi, kamu nggak perlu takut dengan naik turunnya harga saham harian.

 

[Baca: 5 Jenis Perdagangan Saham yang Musti Diketahui Para Pemula]

 

 

 

Image credit:

  • http://cdn-2.tstatic.net/pekanbaru/foto/bank/images/logo-idx_20151118_163244.jpg
  • http://apbnnews.com/wp-content/uploads/2015/06/trading-643723_640.jpg
  • http://bei5000.com/wp-content/uploads/2015/08/beli-apa.png
  • http://cdn.metrotvnews.com/dynamic/content/2015/03/30/378557/NdFkOGXFPS.jpg?w=668
  • https://jbsi.files.wordpress.com/2013/12/perubahan-1-lot-saham.jpg

Masih banyak lagi dari duitpintar.com