Jamu Nyonya Meneer Dinyatakan Bangkrut. Biar Gak Senasib, Yuk Belajar dari Kesalahan Mereka!

by akbar 2.777 views0

untuk jam 6

Finansialku

Sudah tahu kan soal berita Jamu Nyonya Meneer dinyatakan bangkrut? Masa kejayaan pelopor jamu Indonesia yang sudah berdiri sejak 1919 silam itu harus berakhir pada 3 Agustus 2017.

Apa yang menyebabkan raksasa jamu itu bangkrut? Ternyata penyebabnya adalah utang kepada distributornya, yaitu PT Nata Meredia Investama (NMI).

PT Nyonya Meneer dikabarkan memiliki utang sebesar Rp 110 miliar yang terdiri dari Rp 89 miliar utang cash dan Rp 21 miliar utang barang. Utang ini gak diakui oleh Nyonya Meneer, dan bahkan perusahaan jamu itu mengatakan kalau utangnya hanya puluhan miliar saja.

Pada awalnya, PT NMI hanya melakukan penagihan sesuai jadwal yang telah disepakati. Namun utangnya tetap gak dibayar, dan PT Nyonya Meneer malah menawarkan solusi damai yang gak masuk akal. Alhasil, PT NMI pun melayangkan gugatan ke Nyonya Meneer dan memailitkannya.

Nah, lantas apa nih yang bisa kita jadikan pelajaran dari kasus Nyonya Meneer?

Utang memang bisa bermanfaat untuk mengatur cash flow usaha. Tapi bila gak berhati-hati, utang bisa jadi bumerang. Kalau udah begini, bisnismu yang bakal jadi korban. Berikut adalah pelajaran besar dari peristiwa bangkrutnya PT Nyonya Meneer:

1. Hati-hati ketika ngajuin utang

Kalau gak hati-hati, utang bisa terus membebani langkahmu (beban/ wealth-monitor)
Kalau gak hati-hati, utang bisa terus membebani langkahmu (beban/ wealth-monitor)

Apapun bentuk utangnya, kamu memang wajib berhati-hati karena setiap kredit yang kamu ajukan ke bank pasti ada bunganya. Oleh karena itu manfaatkanlah utang dengan baik, sesuai tujuan awal kamu berutang. Kalau utangnya untuk keperluan bisnis, jangan sampai digunakan untuk hal konsumtif ya.

2. Ukur kemampuan finansial ketika berutang

Sebelum berutang, ukur dulu kekuatanmu untuk bayar cicilannya. Jangan pernah maksain berutang dalam jumlah besar, tapi tertatih-tatih ketika bayar utangnya.

Batas maksimal utangmu adalah 30 persen dari total penghasilan. Jadi, jangan sampai kebablasan ya ketika mengajukan pinjaman.

3. Perhatikan arus kas usahamu

Dalam bisnis, pengelolaan cash flow adalah yang paling penting (cash flow/ macquarie)
Dalam bisnis, pengelolaan cash flow adalah yang paling penting (cash flow/ macquarie)

Ketika berutang, tandanya ada beban finansial yang kamu tanggung. Makanya, arus kas usahamu gak boleh berantakan.

Pastikan membayar utang tepat waktu agar kamu terbebas dari biaya denda dan embel-embel lainnya. Kalau perlu, catat deh kapan tanggal jatuh temponya serta sisa utangmu yang belum terbayar.

4. Jaga hubungan baik dengan kreditur

Yang ini tentu erat kaitannya dengan ketepatan pembayaran. Selama kamu bayar tepat waktu, maka hal buruk gak akan terjadi. Begitu pun sebaliknya.

Apa yang terjadi pada PT Nyonya Meneer justru gak baik untuk ditiru. Akhirnya sang raksasa jamu itupun malah ditumbangkan oleh kreditur yang gak lain adalah distributornya sendiri.

So, makin paham dong sama aturan berutang yang baik. Intinya, jangan sampai mengalami apa yang dialami Nyonya Meneer ya. Kelola utangmu dengan baik, biar bisnismu makin jaya.
Yang terkait artikel ini:

[Baca: Belajar dari Sevel, Jangan Lakukan 3 Hal Ini Kalau Gak Mau Bisnismu Tutup di Tengah Jalan]

[Baca: Biar Gak Mengalami Kegagalan dalam Berwirausaha, Belajar Dari 7 Hal Ini]

[Baca: Yuk Belajar dari 5 Orang Ini yang Malah Sukses Setelah Ditolak]

Masih banyak lagi dari duitpintar.com