Jangan Harap Anakmu Nanti Bisa Mengenyam Bangku Kuliah Kalau Kamu Nyuekin Hal Ini

by 11.698 views0

mahalnya biaya kuliah

Sudah bukan rahasia lagi kalau dunia pendidikan di Indonesia masih karut marut. Mulai dari kurangnya akses edukasi di daerah hingga tudingan komersialisasi pendidikan.

Tudingan itu memang beralasan. Gimana gak, biaya pendidikan selalu naik setiap tahun. Gak heran banyak orangtua ketar-ketir tiap kali sang buah hati menghadapi tahun ajaran baru.

Orangtua yang anaknya bisa masuk ke sekolah negeri sih masih bisa bernafas lega. Di Jakarta contohnya, biaya pendidikan SMA negeri sudah gratis sejak 2015.  Lain ceritanya kalau sang anak masuk ke sekolah swasta. Orangtua kudu rajin putar otak.

Di sisi lain pemerintah juga sudah menggalakkan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sejak 2005. Tapi itu hanya mencakup pendidikan dasar saja.

Artinya begitu anak lulus SMA, orangtua dihadapkan pada dua pilihan: melanjutkan pendidikan anak ke jenjang perguruan tinggi atau melepaskan anak untuk bekerja.

Biaya pendidikan di universitas tentu jauh dari kata murah. Walaupun secara teori biaya masuk universitas itu gratis – seperti yang tercantum dalam UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi – kenyataannya masih jauh panggang dari api. Boro-boro gratis, yang ada malah orangtua kudu merogoh kocek sampai puluhan juta.

So, jangan harap deh anakmu bisa mengenyam bangku kuliah kalau kamu nyuekin hal ini.

mahalnya biaya kuliah
Kuliah emang masa-masa menyenangkan ya, tapi biayanya bikin tepok jidat juga ya!

[Baca: Investasi Dana Pensiun atau Pendidikan Anak, Mana yang Harus Diprioritaskan?]

Berapa Biaya Kuliah yang Dibutuhkan?

Jawaban dari pertanyaan di atas tentu relatif. Tergantung dari kualitas perguruan tinggi dan lokasi.

Sekedar contoh nih, biaya kuliah di Fakultas Teknik di universitas negeri kayak Universitas Gadjah Mada (UGM) saja bisa mencapai Rp 10 juta per semester. Dalam setahun berarti paling nggak orangtua harus menyiapkan dana Rp 20 juta. Itu tentu belum termasuk uang saku, buku, transportasi dan biaya kost (kalau dari luar kota).

Awas Inflasi!

Jika inflasi pendidikan diasumsikan mencapai 15% per tahun, maka dalam 18 tahun lagi biaya kuliah diperkirakan bisa mencapai Rp 414 juta. Wuih, buat kamu yang berencana atau baru punya anak kudu persiapan dari sekarang dong.

Bagaimana Mengalahkan Inflasi?

Inflasi memang gak bisa dilawan. Kecuali pemerintah punya program yang benar-benar fokus untuk meringankan biaya pendidikan.

Daripada nungguin pemerintah yang belum pasti kapan akan menggratiskan biaya kuliah, ada beberapa cara yang bisa ditempuh buat menaklukkan mahalnya biaya kuliah:

1. Tabungan Pendidikan

Butuh komitmen untuk membuka tabungan pendidikan. Produk perbankan ini memang mirip tabungan biasa. Kamu cukup menyetor sejumlah dana yang sudah disetujui dalam jangka waktu sesuai kesepakatan.

mahalnya biaya kuliah
Hari gini jangan kudet sama informasi dong, apalagi buat pendidikan anak

Misalnya setiap bulan kamu setuju untuk menyetor dana Rp 500 ribu selama 18 tahun. Bedanya, bunga tabungan pendidikan sedikit lebih tinggi daripada tabungan biasa. Kamu juga gak diperkenankan untuk mengambil tabungan tersebut sebelum waktunya. Di situlah letak komitmenmu.

Praktisnya, kamu gak perlu datang untuk menyetor dana. Bank bisa secara otomatis mendebet rekeningmu.

Yang jelas, kamu butuh kalkulasi yang akurat agar tabungan pendidikan ini kelak efektif mengkover biaya kuliah anak. Jangan sampai terlambat memulai tabungan pendidikan ya!

2. Asuransi Pendidikan

Berbeda dengan tabungan pendidikan, produk satu ini menggabungkan manfaat asuransi dan investasi. Nasabah tinggal membayar premi asuransi yang disetujui untuk kemudian diolah sebagai investasi oleh perusahaan. Selain mendapat return investasi, nasabah juga mendapat fasilitas klaim asuransi.

[Baca: Buat yang Siap Nikah dan Punya Momongan, Simak Dulu Hitungan Manfaat Asuransi Pendidikan Anak]

3. Beasiswa

Saat ini sudah banyak instansi pemerintah dan swasta yang menawarkan beasiswa. Tentu saja gak sembarangan orang yang bisa mendapatkan beasiswa. Paling gak kualitas akademik juga kudu mumpuni. Contoh beasiswa yang cukup populer adalah LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) dari Kementerian Keuangan.

4. Pinjaman

Ada kalanya sebuah rencana gak selalu berjalan mulus. Misalkan sudah repot-repot menabung pendidikan, eh terputus di tengah jalan sementara tahun ajaran baru sudah dekat. Lantas apa yang harus dilakukan? Beberapa langkah yang bisa diambil diantaranya adalah menjual aset atau mengajukan pinjaman seperti kredit multiguna.

Menjual aset memang bisa ditempuh, hanya saja kadang membutuhkan waktu lebih lama untuk menawarkan barang tersebut. Lain halnya dengan pinjaman kredit multiguna, rata-rata waktu yang dibutuhkan cuma 3-5 hari.

mahalnya biaya kuliah
Jangan galau berkepanjangan, coba ajuin kredit multiguna buat solusi

Dengan menjaminkan aset seperti surat-surat rumah dan BPKB kendaraan, kamu bisa mendapat kucuran dana untuk pendidikan hingga ratusan juta rupiah. Bunga yang ditawarkan juga rendah kok, antara 1% – 2%.

Contoh nih, kamu hendak menjaminkan BPKB mobil. Nilai kendaraan adalah Rp 100 juta.

Nilai pinjaman: Rp 100 juta

Biaya admin 4%: Rp 4 juta

Maka pinjaman yang bisa dibawa pulang: Rp 96 juta

Cicilan per bulan: Rp 100.000.000 / 12: Rp 8,333,333

Bunga: Rp 8,333,333 x 12% = Rp 999,999

Total cicilan per bulan: Rp 9,333,332

[Baca: Buat yang Sayang Sama Anak. Simak 6 Kesalahan Saat Merencanakan Dana Pendidikan Anak]

Pendidikan itu salah satu kebutuhan terpenting manusia. Jadi kudu dipersiapkan dengan matang demi masa depan sang anak. Jangan sampai pendidikan dikorbankan cuma gara-gara ego atau kesalahan manajemen keuangan.

DP-BFI-CTA Button

 

Image Credit:

  • http://img.duniaku.net/wp-content/uploads/2015/06/sbmptn-peserta-800×483.jpg
  • http://i1141.photobucket.com/albums/n598/bosasuransi/Pendidikankesehatan.jpg
  • http://www.koran-jakarta.com/wp-content/uploads/2015/11/36846-700×467.jpg

 

Tags: , , ,

Masih banyak lagi dari duitpintar.com