Jangan Langsung Merasa Tertipu, Simak Nih Tahapan Beli Rumah Jadi Lewat KPR

by Hardian 1.205 views0

tahap beli rumah

Mengajukan permohonan kredit pemilikan rumah (KPR) itu susah-susah gampang. Sebetulnya, syarat KPR bank sangat gampang. Semuanya sudah jelas tertera dalam brosur bank.

Peraturan dari pemerintah pun sudah ada. Tinggal kitanya yang mesti berusaha menaati aturan itu agar KPR bisa cair, dan kita punya rumah sendiri deh.

Agar bisa segera menghuni rumah yang dibeli kredit, rumah yang sudah jadi tentunya harus jadi pilihan. Rumah itu bisa berupa bangunan baru dari developer, bisa juga rumah second alias bekas.

Rumah inden tak masuk hitungan karena dibutuhkan waktu hingga setahun agar rumah selesai dibangun dan siap huni. KPR untuk rumah siap huni dan rumah inden sedikit berbeda.

Berikut ini tahap pengajuan KPR siap huni:

1. Duit tanda jadi

tahapan beli rumah
Mata pasti langsung hijau lihat yang merah sederet gini ya hehehe (Rupiah / Hipwee)

Setelah cocok dengan rumah yang ditawarkan, kita akan diminta membayar duit tanda jadi (booking fee) ke pengembang. Ini berlaku khususnya jika rumah tersebut baru dibangun. Jika rumah second, paling booking fee diminta oleh perantara apabila menggunakan jasanya.

2. Deal jual-beli

Agar rumah gak diserobot orang lain, langsung tanda tangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) setelah bayar booking fee. PPJB harus ada agar penjual dan pembeli rumah melaksanakan kewajiban dan mendapat hak masing-masing. Misalnya pembeli tidak boleh kabur, sementara penjual memastikan kondisi rumah sesuai dengan yang dijanjikan.

3. Mengajukan permohonan

Begitu setuju transaksi lewat KPR, segera kumpulkan syarat dan surat permohonan ke bank. Jika beli rumah baru, bisa lewat pengembang. Tapi jika beli rumah second, harus diurus sendiri atau bisa lewat agen properti.

Bank akan menilai rumah yang akan dibeli lewat KPR, sekaligus meneliti berkas yang diajukan. Jika dinyatakan memenuhi syarat, KPR lanjut ke tahap berikutnya. Bila rumah baru dan pengembang bekerja sama dengan bank, biasanya permohonan langsung disetujui asalkan berkas lengkap.

4. Bayar persekot

tahapan beli rumah
Rp 100 ribu tanpa seribu rupiah ya gak akan jadi Rp 100 ribu kan (Seribu Rupiah / Blogspot)

Menurut Peraturan Bank Indonesia No. 18/16/PBI/2016, persekot alias uang muka KPR ditetapkan 15% dari total harga rumah baru. Sedangkan kalau rumah second, besaran persekot 20%. Uang ini harus dibayar setelah KPR dinyatakan disetujui.

Ketika melunasi uang muka, kita mesti menyiapkan juga uang untuk biaya lainnya, seperti provisi, administrasi, dan pengurusan surat-surat oleh notaris. Jika beli rumah second, bisa nego penjual agar biaya ini dibagi sama besar, atau malah ditanggung si penjual seluruhnya.

5. Akad kredit

Akad atau perjanjian kredit segera ditandatangani kemudian. Dalam proses ini, ada keterlibatan notaris untuk memastikan legalitasnya. Dokumen  lainnya yang membutuhkan kehadiran notaris adalah Akta Jual Beli. Notaris bisa kita pilih sendiri atau dipilihkan bank. Yang pasti, bank tak menanggung ongkos jasa notaris.

6. Angsur sampai lunas

Penandatanganan akad kredit adalah ujung tahap pengajuan KPR. Tahap selanjutnya adalah mengangsur KPR sesuai dengan aturan yang telah disepakati.

Seluruh proses KPR di atas bisa memakan waktu sampai 1 bulan. Bahkan mungkin lebih lama jika ada kendala, misalnya berkas belum lengkap sehingga harus bolak-balik dilengkapi.

Khusus pengajuan KPR untuk rumah second, pastikan rumah itu bukan di dalam gang yang hanya bisa dilewati sepeda motor. Bank umumnya hanya mau membiayai pembelian rumah yang lokasinya di jalan lebar. Paling tidak bisa dilewati satu mobil.

tahapan beli rumah
Ini perumahan atau ikan sarden, padat bro! (Perumahan Padat / salmanitb)

Artinya, besar kemungkinan pengajuan KPR ditolak jika rumah itu di tengah permukiman padat. Yang juga penting, rumah harus punya sertifikat yang jelas. Sertifikat hak milik wajib dipunyai, bukan sekadar akta jual beli.

Adapun jika beli lewat pengembang, harus dipastikan rumah sesuai dengan spesifikasi yang dijanjikan. Begitu juga soal biaya-biayanya. Misalnya apakah booking fee mengurangi biaya uang muka.

Reputasi pengembang juga harus sudah diketahui orang. Paling tidak, nama pengembang itu dikenali oleh pihak bank. Dengan demikian, pengajuan KPR bakal lebih mulus seperti jalan tol Jakarta saat Lebaran hari pertama.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Tips Menggunakan Jasa Broker Rumah Biar Cepat Laku]

[Baca: 5 Hal yang Bisa Bikin Rencanamu Beli Rumah KPR Gagal Total]

[Baca: Sering Ketipu Iklan Brosur Bombastis, Ini Bukti Praktisnya Mengajukan Aplikasi KPR Online]

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com