Jangan Panik Dulu, Ini yang Bisa Kamu Lakukan Kalau Susah Bayar Cicilan KPR

by Hardian 1.090 views0

susah bayar cicilan KPR

Salah satu cara membeli rumah murah adalah lewat lelang bank. Rumah yang dilelang itu umumnya merupakan sitaan bank akibat masalah kredit macet, termasuk kredit pemilikan rumah (KPR).

Tapi apakah jika telat atau gak sanggup bayar cicilan KPR lantas rumah langsung disita dan dilelang? Untungnya, tidak.

Ada prosedur penyitaan rumah yang kudu ditaati bank. Menurut Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan, bank harus menyampaikan peringatan terlebih dulu sebelum melakukan penyitaan.

Umumnya, bank akan tiga kali mengirim surat peringatan (SP). Jika telat bayar 1 bulan, bank akan mengirim SP 1 dengan tenggat hingga 3 minggu sejak surat diterbitkan.

Kalau sudah lewat tenggat masih belum bayar, dikirimlah SP 2 dengan tenggat sama. Jika masih gak sanggup bayar, datanglah SP 3 yang tenggatnya hingga 4 minggu.

Saat tenggat SP 3 berakhir gak ada tindak lanjut, barulah bank mengirim perwakilan buat menemui kita. Tujuannya, meminta penjelasan tentang kesanggupan melunasi cicilan KPR.

Jika menyatakan gak sanggup membayar cicilan lagi, bank akan memberi dua opsi: menjual sendiri rumah kita untuk membayar sisa cicilan KPR plus dendanya atau memberikan rumah kepada bank untuk dilelang. Inilah kenapa harga rumah lelang umumnya lebih rendah.

susah bayar cicilan KPR
Amit-amit deh kalo rumah nyampe disita, hush..hush.. (Rumah Disita / kahaba)

Pemiliknya sudah mengangsur beberapa kali sebelum rumah disita bank. Bank hanya membutuhkan dana sesuai dengan kekurangan yang belum diberikan si pemilik. Makanya, bank gak akan ngotot meminta harga rumah yang tinggi seperti penjual pada umumnya.

Tapi, sebenarnya penyitaan oleh bank jika telat atau gak sanggup bayar cicilan KPR bisa dihindari. Intinya, kita selaku orang yang punya utang mesti bertanggung jawab dan mau terbuka.

[Baca: Mau Ngajuin KPR Perhatikan 6 Hal Ini Dulu] 

Sebelum dikirimi surat peringatan, datangi pihak bank untuk menjelaskan alasan kesulitan keuangan yang dihadapi. Petugas bank bukan robot yang bertindak kaku, kok. Asalkan mau datang bernegosiasi, pasti akan disambut dengan senyum lebar.

Berikut ini langkah yang bisa ditempuh ketika kesulitan bayar cicilan KPR:

1. Rescheduling

Penjadwalan ulang pembayaran KPR bisa menjadi opsi yang ditawarkan pihak bank maupun kita sendiri. Lewat rescheduling, jadwal cicilan KPR akan diatur kembali sesuai dengan hitungan petugas bank dan kemampuan bayar kita.

susah bayar cicilan KPR
Tunda bayar satu tagihan bisa jadi efek domino ke tagihan lain loh! (Efek Domino / commondatastorage)

Penjadwalan itu mencakup perpanjangan periode kredit (tenor) dan masa tenggang pembayaran cicilan (grace periode). Selama masa tenggang ini, kita dibolehkan menunda pembayaran cicilan tanpa terkena denda atau penalti.

[Baca: Mau Ngajuin KPR? Kenali Dulu Nih Istilah-istilah dalam KPR Biar Update]

2. Reconditioning

Dalam penetapan syarat ulang ini, tidak hanya jadwal pembayaran yang bisa ditata kembali. Suku bunga bisa diatur lagi. Contohnya dari floating menjadi fixed untuk beberapa bulan, lalu floating lagi. Keringanan bunga juga bisa diberlakukan lewat reconditioning.

3. Restructuring

Penataan ulang bisa dipilih bila penjadwalan ulang dan penetapan syarat ulang gak cukup membantu. Yang bisa ditata ulang antara lain besaran suku bunga serta tunggakan bunga dan pokok kredit. Misalnya, suku bunga dari 10 persen diturunkan jadi 9 persen. Tunggakan bunga mungkin bisa dihapus, sehingga tersisa pokoknya saja.

Selain tiga pilihan di atas, bisa juga mengkombinasikan semuanya. Tinggal nanti bagaimana negosiasi dengan pihak bank. Yang pasti, bank akan menilai kemampuan bayar kita lagi sebelum memberikan keringanan.

susah bayar cicilan KPR
Kordinasikan semua opsi di atas buat jadi solusi saat kesulitan bayar KPR (Combine / piracetam)

Jika kita dinilai bakal susah bayar cicilan terus-menerus, permohonan keringanan kemungkinan besar ditolak. Pada saat itu, mungkin cara terbaik yang ditempuh adalah menjual rumah sendiri sebelum disita bank alias overkredit.

Harapannya, bisa mendapatkan selisih dari harga penjualan rumah. Apalagi kalau kredit sudah berlangsung lama, lebih dari 5 tahun. Harga rumah jelas sudah naik dibandingkan saat pertama kali beli.

Tapi yang paling baik tentunya menghindari kegagalan bayar cicilan KPR. Sebelum ambil KPR, perhitungkan kemampuan bayar. Kecuali mau ribet mengurus kredit macet seperti ini.

[Baca: 4 Kerugian Membeli Rumah dengan KPR. Be Smart, Ini Solusinya!]

Tags:

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com