Jangan Takut Bersaing, Nih 10 Cara Promosi Toko Offline

by Hardian 2.140 views0

cara promosi toko offline

Jika dibandingkan dengan bisnis online, memang bisnis offline agak redup cahayanya. Tapi bukan berarti toko offline gak layak dilirik sebagai sarana mendulang uang.

Bahkan banyak yang sekaligus buka bisnis offline dan online. Gunanya, meraup keuntungan dari dua pasar sekaligus, yakni di dunia maya dan dunia fisik.

Tapi, seperti halnya di dunia online, ada saja hambatan pada toko offline. Salah satu hal yang sering dikeluhkan orang-orang adalah cara mempromosikan toko offline.

Kalau tokonya segede yang ada di mal-mal sih, bakal lebih gampang nemuin solusinya. Asal ada pengumuman diskon sedikit aja, pasti orang-orang pada masuk ke toko. Meski akhirnya keluar toko dengan tangan kosong.

Tapi, gimana nasib toko offline yang lebih kecil? Tenang. Selalu ada solusi jika kita mau mencari.

cara promosi toko offline
Kalau dua-duanya bisa dijalanin ya monggo

Di bawah ini ada daftar 10 cara promosi toko offline. Mungkin bisa diserap salah satunya, atau semuanya juga boleh.

  1. Bikin kalender dengan nama dan alamat toko tertera di sana. Lalu, sebarkan kalender itu gratis agar terpasang di rumah orang-orang. Bahan kalender yang murah saja. Yang penting, nama dan alamat toko jelas dan gak salah penulisannya.
  2. Berikan kartu nama kita lengkap dengan info bisnis yang kita geluti ke orang-orang. Pajang foto dagangan sekalian di kartu itu, biar lebih jelas Infonya. Cara promosi toko offline ini lebih condong menyasar ke supplier atau distributor dagangan, ya. Siapa tahu dapat harga lebih murah dari supplier lain.
  3. Ikut organisasi pedagang serupa. Misalnya punya usaha jasa rental mobil. Ikut deh asosiasinya. Jadi, usaha kita dikenal dan statusnya terangkat karena terdaftar di organisasi resmi.

[Baca: Lihat Manisnya Bisnis Rental Mobil ala Si Cermat]

  1. Jangan capek bikin dan sebar brosur secara rutin. Yang lebih penting, pastikan brosur itu memuat data yang lengkap dan benar tentang usaha kita. Misalnya nama dan alamat. Jadi, orang gak bertanya-tanya kalau mau datang ke toko.
  2. Aktiflah di media sosial, meski tokonya hanya offline. Pelanggan pastinya pengin cara yang paling gampang untuk berkomunikasi dengan kita soal dagangan. Facebook dan kawan-kawan adalah salah satu cara itu.
  3. Berikan nota untuk semua dagangan yang laku terjual. Nota ini menguatkan eksistensi toko sebagai usaha. Selain itu, identitas toko pada nota akan memudahkan orang yang membeli dagangan kita untuk datang lagi.
  4. Bikinlah situs toko agar pasar lebih luas. Mungkin untuk awalnya gak buka layanan pembelian online. Yang penting identitas toko dijelaskan di situs. Tapi, kalau bisa sekalian buka toko online, kenapa menolak potensi keuntungan lebih besar itu?
cara promosi toko offline
Raksasa e-commerce Amazon aja sampai bikin toko offline loh

[Baca: 6 Jenis Toko Online untuk Anda Ketahui]

  1. Jika ada, pajang testimoni pelanggan pada situs. Harus asli, lho, bukan abal-abal. Kalau bisa dapat foto pelanggan bersama produk yang dibelinya, itu lebih bagus. Tapi ingat, pasang foto harus minta izin dulu ke pelanggan tersebut.
  2. Kirim surat ke media-media massa agar diliput. Pastikan dalam surat itu tertera daya tarik untuk menjadi berita, misalnya keunikannya. Yang pasti, jangan bayar untuk diliput, apalagi ke wartawannya. Kalau bayar, tempatnya di iklan media itu, bukan menjadi berita.
  3. Bikin program diskon atau keuntungan lain buat pelanggan. Cara ini sangat efektif meski jadul. Siapa yang gak tertarik korting 50 persen coba? Hanya, pastikan program ini gak justru bikin rugi.

Mau bisnis online atau offline, promosi sangatlah penting. Bisa dibilang, promosi adalah jiwa dari suatu bisnis. Tanpa promosi, toko offline bakal kering. Gak punya daya tarik.

Karena itu, dalam perhitungan yang dikucurkan, jangan lupa masukkan komponen promosi. Atur sebaik-baiknya agar dana promosi bisa ditekan tapi jangkauan tetap luas dan tepat sasaran.

[Baca: Buka Bisnis Online vs Offline, Mana yang Lebih Bikin Untung?]

 

Image credit:

  • http://cdn.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/10/07/259807/670×335/toko-offline-atau-online.jpg
  • https://www.maxmanroe.com/wp-content/uploads/2015/11/toko-buku-Amazon.jpg

Tags:

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com