Jangan Takut Investasi Saham, Kalau Bisa Kenapa Nggak

by Hardian 893 views0

jangan takut investasi saham

Banyak yang bilang investasi saham oke karena untungnya lebih gede dibanding investasi lainnya. Apalagi kalau dijejerkan dengan investasi minim risiko kayak deposito atau emas.  

Tapi gak sedikit yang mikir 1.000 kali untuk terjun ke investasi saham karena dinilai rumit. Sudah begitu, risikonya pun lebih besar. Mau untung gede kok takut investasi saham yang risiko gede pula.

Iya kali ada jenis investasi yang risikonya kecil tapi potensi keuntungannya gede. Kalau benar ada, udah pada kaya orang-orang sedunia. Yang ada juga penipuan ala Dimas Kanjeng.

Sebenarnya, investasi saham itu simpel. Rumus pokoknya: beli saat harga saham rendah dan jual saat harganya naik. Simpel kan? Hahaha

Iya, memang perlu usaha ekstra untuk meraup untung besar dari investasi saham. Tapi bukan berarti orang awam gak bisa ikut investasi saham.

Bicara soal investasi saham, pastinya IPO alias initial public offering yang menjadi sorotan. Sebab, peluang mendapat keuntungan dari beli saham IPO guede. Apa itu IPO? Bagaimana caranya meraih untung dari investasi saham, khususnya IPO?

jangan takut investasi saham
Semua bisa dipelajari asalkan ada niat, termasuk soal saham IPO, berani? (Saham IPO / Liputan6)

IPO

IPO adalah penawaran saham perdana sebuah perusahaan. Jadi begini. Ada dua jenis perusahaan berdasarkan kepemilikan sahamnya.

Pertama, perusahaan yang sahamnya gak dijual bebas ke publik. Kedua, perusahaan yang sahamnya bisa dimiliki publik.

Perusahaan jenis pertama yang beralih ke jenis kedua akan menggelar IPO. Tujuannya adalah mendapat dana segar untuk mengembangkan perusahaan atau membayar utang menjelang jatuh tempo.

Saham yang ditawarkan perdana inilah yang sering disasar investor. Mereka akan berbondong-bondong memesan saham yang akan dilepas, lalu menjualnya pada hari pertama penjualan saham tersebut.

Alasannya, harga saham IPO biasanya melonjak pada hari pertama perdagangan. Bahkan lonjakannya bisa mencapai 30 persen!

Misalnya, saat periode pemesanan, harga saham PT ABC Rp 2.000 per lembar. Pada hari IPO, harganya bisa menjadi  Rp 2.600 per lembar. Kalau beli 1.000 lembar, keuntungannya adalah Rp 600 x 1.000 = Rp 600.000.

Tapi apakah semua saham IPO harganya akan naik pada hari pertama perdagangan? Tidak. Jadi, gak dipukul rata kalau pesan saham sebelum IPO dan menjualnya pada hari pertama bakal untung besar.

jangan takut investasi saham
Kalau diseriusin untung dari saham IPO bisa beli pulau loh hehehe (Keuntungan Saham IPO / Liputan6)

Agar Dapat Untung

Untuk menghindari zonk saat investasi saham, kita mesti melihat riwayat perusahaan yang berencana melantai di bursa saham itu. Makin terkenal namanya, makin besar peluang mendapat keuntungan.

Jikapun perusahaannya kecil, gak berarti peluang nol. Hanya, mesti diperhatikan status perusahaan itu. Apakah benar berupa perusahaan. Jangan-jangan tempat usaha yang numpang di ruko suram atau garasi saja.

Kalau perusahaannya kayak gitu, kecil peluangnya sahamnya dilirik investor. Kalau kita beli, bakal susah menjualnya kembali karena dianggap gak  punya prospek.

Selain itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni:

1. Jumlah saham

Jika jumlah saham yang dilepas lebih dari 30 persen, lebih banyak investor yang bisa membelinya. Artinya, lebih gampang menjualnya.

2. Harga saham

Sebelum diperdagangkan, harga saham akan ditentukan oleh Lembaga Penilai Harga Efek yang independen. Dalam penilaian itu tertera kinerja dan prospek perusahaan ke depannya. Selain pas di  kantong, harganya mesti sesuai dengan kinerja plus prospek. Hindari jika kinerjanya jeblok, misalnya rugi terus dalam beberapa tahun, tapi harganya dipatok tinggi.

jangan takut investasi saham
Biar harganya tepat, salah satu Lembaga Penilai Harga Efek yang bisa digunakan adlalah IBPA (IBPA / Kontan)

3. Jumlah peminat

Ketika ditawarkan, pastikan peminat saham itu banyak, bahkan melebihi penawaran (over-subcribed). Itu artinya peluang harga saham naik lebih besar ketika dijual kemudian.

4. Kondisi pasar

Meski saham yang dijual dari perusahaan beken, kalau kondisi pasar sedang lesu, investor mungkin tidak akan terlalu bergairah untuk membelinya. Pasar saham dibilang lesu jika transaksi investor minim.

Saat IPO, saham dari perusahaan tersebut bisa dibeli dari underwriter alias penjamin emisi. Perusahaan underwriter umumnya ada nama “Securities” atau “Sekuritas” di belakangnya, seperti BCA Sekuritas dan Ciptadana Securities.

Untuk membeli saham, kita datang saja langsung ke perusahaan tersebut. Info seputar saham bisa didapatkan dari media massa dan Bursa Efek. Kita pun juga bisa bertanya-tanya ke perusahaan underwriter. Jika sudah fasih, bisa transaksi sendiri secara online lho.

Ini juga penting. Cari perusahaan underwriter yang mau membantu memberikan penjelasan, bukan hanya melayani transaksi jual-beli layaknya pedagang.

Gimana? Sudah tahu proses dan seluk-beluknya kan? Jangan takut investasi saham, kecuali gak siap mendapat keuntungan besar dari investasi ini.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Waspada dengan 7 Penipuan Berkedok Investasi Berikut Ini!]

[Baca: Untungnya Investasi Saham Blue Chips, Cari Tahu Lebih Yuk!]

[Baca: Investasi Saham Online dengan Modal Sedikit Bisa Untung Selangit, Gak Percaya?]

Tags:

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com