Kalau Punya Kendaraan, Maksimalin Buat Cari Uang Tambahan Lewat 9 Startup Indonesia Ini

by bunga 640 views0

untuk jam 3

Finansialku

Sebenarnya selama ada niat positif dan rajin mencari informasi seluas-luasnya, menghasilkan uang bukan hal yang terlalu sulit. Salah satunya dengan memanfaatkan mobil pribadi. Kok bisa?

Tahu dong kalau yang namanya pasang iklan, baik produk atau jasa itu tarifnya lumayan fantastis dan banyak hal yang harus diperhatikan. Nah, kini ada inovasi menarik di dunia periklanan, yaitu memasang iklan produk atau jasa pada bodi mobil pribadi.

Ide awal iklan melalui bodi mobil ini terinspirasi dari startup Amerika bernama Wrapify. Kemudian para startup Indonesia yang bergerak dalam bidang periklanan pun mengikuti dengan menawarkan jasa periklanan melalui bodi kendaraan-kendaraan pribadi masyarakat secara luas.

Kalau kita punya kendaraan pribadi dan tertarik menawarkan kendaraan sebagai media promosi, bisa kok. Bayaran dihitung dari jumlah kilometer kendaraan yang kita gunakan setiap harinya.

Lantas, startup apa saja yang menawarkan cara mendapatkan uang untuk pemasangan iklan di mobil? Berikut daftar sembilan startup Indonesia yang bisa kita tuju kalau ingin memanfaatkan kendaraan pribadi sebagai mesin pencetak uang berjalan:

1. Ubiklan

Bisnis pemasangan stiker iklan pada mobil bernama Ubiklan ini didirikan oleh Glorio Yulianto dan Kalvin Handoko pada akhir tahun 2016. Gak tanggung-tanggung, bisnis yang baru berdiri ini meraup pendanaan tahap awal lebih dari Rp 1,3 miliar dari Gunawan dan Benny Girsang, afiliasi perusahaan periklanan Warna Warni Group.

Cuma install aplikasi Ubiklan dan pilih iklan yang diinginkan, kamu pun bakal dibayar tiap bulan! (Ubiklan/ ubiklan.com)
Cuma install aplikasi Ubiklan dan pilih iklan yang diinginkan, kamu pun bakal dibayar tiap bulan! (Ubiklan/ ubiklan.com)

Mitra Ubiklan di antaranya Tokopedia, Carmudi, hingga OLX. Ubiklan memanfaatkan GPS untuk pelacakan mobil melalui smartphone pengemudi.

2. Promogo

Startup ini didirikan pada tahun 2016 oleh Sergio Rusli dan Andrew Tanyono dengan ribuan mitra pengemudi. Mereka juga berhasil menggaet beberapa perusahaan, seperti Wings, Allianz, Fabelio hingga GO-JEK untuk beriklan melalui layanan yang mereka sediakan.

3. Sticar

Partnership yang terdiri dari Rio Darmawan, Enzo Hutabarat, dan Eric Rammada berhasil mendirikan Sticar pada awal tahun 2016. Startup ini memberikan batasan maksimal jarak tempuh mitra pengemudi maksimal 50 km. Selain itu, tarif yang dikenakan pun berbeda, tergantung di posisi mana iklan tersebut dipasang pada bodi mobil.

4. Klana

Gak hanya pemasangan iklan melalui bodi mobil, Klana juga kini berfokus pada iklan di bagian dalam mobil. Bagian samping pengemudi mobil juga dijadikan sebagai brand ambassador bagi perusahaan tertentu. Beberapa perusahaan rental mobil yang menjadi mitra Klana di antaranya, seperti Uber, GrabCar, dan GO-CAR.

5. Karta

Gak cuma mobil, motor juga bisa dimanfaatin buat pasang iklan lewat Karta (Karta/ techinasia)
Gak cuma mobil, motor juga bisa dimanfaatin buat pasang iklan lewat Karta (Karta/ techinasia)

Sedikit berbeda dari startup iklan lainnya, Karta menggunakan kendaraan beroda dua untuk memasarkan iklan-iklan dari perusahaan mitranya. Startup ini didirikan oleh Andrew T. Setiawan dan dua orang rekannya, Tjokro Wimantara dan Jeff Hendrata.

Karta menggunakan GPS yang ada di smartphone para pengendaranya untuk menghitung jarak tempuh dari kendaraan yang digunakan. Bagi kamu yang memiliki motor, bisa menjadikan Karta sebagai salah satu pilihan buat menghasilkan uang tanpa harus jadi ojek online.

6. KarAds

Semenjak berdiri pada bulan Mei 2016 hingga akhir Februari 2017, KarAds mampu meyakinkan sekitar seribu mitra pengemudi mobil untuk menjadikan kendaraannya sebagai media iklan. Kabarnya, startup ini menggunakan dana sendiri alias bootstrapping untuk menjalankan operasional bisnis mereka.

7. WrapMobil

Startup ini mulai didirikan oleh Manish Nathani di akhir tahun 2016 dengan menawarkan iklan di bodi mobil para mitra pengemudi mobil. Jarak tempuh pengemudi tentu saja masih mengandalkan fitur GPS yang ada di smartphone pengemudi.

8. DoQar

Sbegai startup baru, DoQar gak mematok jarak minimum dan maksimum yang harus ditempuh pengemudi (DoQar/ techinasia)
Sebagai startup baru, DoQar gak mematok jarak minimum dan maksimum yang harus ditempuh pengemudi (DoQar/ techinasia)

Berdiri sejak Agustus 2016 oleh Eko Mulyanto dan Freddy Gunawinata, DoQar meluncurkan layanan secara beta pada 14 Februari 2017 dan beroperasi secara bootstrapping.

Dikabarkan per Maret 2017 kemarin, DoQar mengklaim telah menerima gak kurang dari 500 orang pendaftar. Startup ini gak membatasi jarak minimal dan maksimal yang harus ditempuh oleh pengemudi setiap harinya.

9. StickEarn

Ratusan mobil dikabarkan telah bergabung dengan startup yang didirikan oleh Garry Limanata, Sugito Alim, Hartanto Alim, dan Archie ini. Sekitar 10 perusahaan sudah memanfaatkan layanan dari startup ini untuk beriklan hingga awal tahun 2017.

Nah, ternyata kendaraan pribadi kita bisa dijadikan sebagai alat pencetak uang berjalan sekaligus menjadi income sampingan kan. Tunggu apa lagi? Kalau memang berminat, segera daftarkan diri pada situs resmi startup di atas dan jadikan kendaraan gak hanya menjadi barang konsumtif saja, tetapi juga bisa menjadi sumber pendapatan yang produktif.

Sebagai informasi tambahan, pelacak GPS yang terkoneksi dengan startup tersebut dapat melacak kendaraan kita apabila suatu ketika kendaraan dicuri. Ada manfaat sistem keamanan tambahan lainnya juga kok, jadi kita gak perlu khawatir apabila terjadi kehilangan.

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Simak Nih 3 Cara Nambah Penghasilan Lewat Hobi Utak-atik Mesin Mobil atau Motor]

[Baca: Nekat Kredit Mobil Buat Dibisnisin Taksi Online, Bikin Untung atau Buntung?]

[Baca: Gini Caranya Maksimalin Kendaraan yang Masih Kredit Buat Dapat Dana]

Masih banyak lagi dari duitpintar.com