Kalau Sayang Duit, Kenalan Dulu Dong Sama LPS yang Bikin Simpanan di Bank Jadi Aman

by DuitPintar 4.663 views1

simpanan di bank

Pernah temukan stiker berwarna kuning dengan gambar dua tangkupan tangan di pintu masuk bank? Atau mungkin stiker bertuliskan tabungan Anda di bank ini dijamin oleh LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan?

 

Kalau yang paham makna stiker itu, pasti merasa aman menabung di bank tersebut. Lalu bagaimana yang belum tahu? Oke, ini penjelasannya.

 

Apa itu LPS?

LPS itu lembaga yang terbentuk dari UU No 24/2004 yang bersifat independen untuk menjamin simpanan masyarakat di bank baik konvensional maupun syariah dan bank asing atau bank swasta nasional.

 

LPS merupakan jawaban dari kekhawatiran publik menyimpan dananya di bank. Maklumlah, menabung di bank ternyata tidak 100% aman karena jika sewaktu-waktu bank tersebut bangkrut, bagaimana nasib duit yang ditabung?

 

Itulah alasan pemerintah mendirikan LPS. Selain menjamin simpanan nasabah di bank, LPS juga berperan dalam menjaga stabiltas perbankan sesuai kewenangan yang diamanatkan undang-undang. LPS resmi beroperasi secara penuh sejak 22 September 2005.

 

Seperti disebutkan sebelumnya, LPS menjamin semua simpanan nasabah bank yang berbentuk tabungan, deposito, giro, sertifikat deposito, atau bentuk lain yang dipersamakan dengan itu. Selain itu, LPS juga menjamin simpanan nasabah bank syariah. Simpanan itu dalam bentuk giro wadiah, tabungan wadiah, tabungan mudharabah, dan deposito mudharabah.

 

[Baca: Deposito Bisa Kasih Untung Kok, Begini Caranya]

 

Di awal-awal, nilai simpanan yang dijamin LPS adalah Rp 100 juta. Kemudian berubah sejak 13 Oktober 2008 di mana nilai simpanan yang dijamin LPS maksimal Rp 2 miliar nasabah per bank. Ingat ya per bank bukan per rekening.

 

Maksudnya, bila seorang nasabah punya lebih dari satu rekening simpanan di suatu bank, maka simpanan yang dijamin adalah jumlah seluruh saldo seluruh simpanannya tersebut. Lewat dari jumlah itu, maka tidak mendapat jaminan dari LPS.

 

simpanan di bank 1

 

 

Dari besaran nilai yang dijaminkan, artinya LPS lebih pro terhadap pemilik simpanan kecil atau di bawah Rp 2 miliar. LPS bersedia mengembalikan semua simpanan nasabah itu sepanjang memenuhi syarat layak bayar yang disebut 3T.

 

Apa itu 3T? Kepanjangan dari:

  1. Tercatat dalam pembukuan bank;
  2. Tidak melakukan tindakan yang merugikan bank;
  3. dan, Tingkat bunga simpanan tidak melebihi tingkat bunga penjaminan. Artinya, simpanan dengan bunga di atas tingkat bunga wajar yang ditetapkan oleh LPS, secara otomatis tidak mendapatkan penjaminan simpanan dari LPS.

 

Pokoknya kalau 3T terpenuhi, jangan khawatir duit pasti balik bila bank bangkrut!

 

LPS lindungi nasabah ketika bank dilikuidasi

Siapa yang menjamin bank sehat sepanjang masa? Ingat kasus krisis moneter tahun 1998 di mana sejumlah bank kolaps sehingga membuat nasabah panik dan buru-buru menarik dananya. Sayang, tak semua nasabah bisa mendapatkan dananya kembali.

 

Kenapa bisa begitu? Mari ketahui posisi nasabah ketika bank dilikudasi alias bangkrut. Sebagai lembaga keuangan berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT) maka  aturannya mengacu pada UU Hukum Dagang PT. Ketika bangkrut, bank bisa mengajukan hak pailit yang diatur dalam peraturan tersebut.

 

Adapun urutan pembayaran Bank yang dilikuidasi adalah:

 

  1. Kewajiban terhadap Pemerintah, pajak dan sebagainya (di atur dalam pasal 1134 jo 1139 KUH Perdata).
  2. Bank Indonesia, BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia).
  3. Pemegang Hak Preferen, Hak Gadai dan Hipotik yang diatur dalam pasal 1133 jo 1134 KUH Perdata.
  4. Gaji Pegawai.
  5. Pinjaman antar Bank.
  6. Nasabah Penyimpan Dana.

 

Dari situ terlihat dengan nyata di mana posisi nasabah ada di urutan keenam. Simpanan nasabah baru akan dikembalikan jika semua kewajiban poin dari 1 sampai 5 dituntaskan. Iya kalau duit bank masih ada sisa, kalau sudah ludes? Siap-siap saja gigit jari.

 

Dengana adanya LPS, kekhawatiran itu tak perlu lagi. Terlebih, mayoritas nasabah yang menyimpan dananya ada di bawah Rp 2 miliar. Dari 152,8 juta rekening nasabah yang menyimpan dananya di bank, hanya 187 ribu rekening saja dengan simpanan di atas Rp 2 miliar.

 

Kapan LPS bayar klaim simpanan nasabah?

Tak perlu panik ketika bank tempat menyimpan uang dilikudiasi atau dicabut izinnya oleh Bank Indonesia (BI). Selama bank tersebut ikut kepesertaan LPS, maka semua simpanan masuk dalam cover LPS. Layaknya asuransi, bank-bank yang menjadi anggota LPS harus membayar kontribusi kepesertaan dan premi penjaminan.

 

LPS akan mengembalikan simpanan nasabah maksimal 5 hari sejak proses verifikasi tuntas dilakukan untuk menentukan simpanan yang layak bayar. Tentunya dengan rumus 3T yang disebutkan sebelumnya.


simpanan di bank 2

 

Kesimpulannya, percayakanlah simpanan di bank yang sudah menjadi peserta LPS. Di samping itu, perhatikan juga suku bunga simpanan jangan sampai di atas yang ditetapkan LPS karena jaminan otomatis gugur.

 

Selain itu, jika punya saldo lebih dari Rp 2 miliar, ada baiknya dipecah ke beberapa bank yang berbeda. Langkah ini untuk menekan risiko dan lebih aman. Kalau satu bank bangkrut, tapi tabungan di bank lain masih aman.


[Baca: Tabungan Itu Banyak Jenisnya, Musti Kenalan Dulu Biar Gak Salah Pilih]

 

 

 

Image credit:

  • http://cdn1-a.production.liputan6.static6.com/medias/89037/big/lps-tutup-bank130207b.jpg
  • http://sebarbrosur.com/wp-content/uploads/2014/08/02-LPS.jpg

Tags: ,

Masih banyak lagi dari duitpintar.com