Kalau Sudah Beli Travel Insurance, Pasti Gak Bakal Marah-marah di Sosmed

by DuitPintar 1.019 views1

beli travel insurance thumbnail

Inget enggak kejadian Agnes Monica ngamuk-ngamuk di Twitter gara-gara kopernya dibobol di bandara. Dia melampiaskan kekesalannya itu lewat cuitan di akun Twitter @agnesmo.

 

“Di airport Indonesia, kunci koper dibuka dengan paksa. Ini gimana pertanggung-jawabannya ya? Ada 3 koper yang dirusak kuncinya (bukan kunci TSA). Oh my gosh. Jaman sekarang, mentalnya kalau masih gini, gimana bisa maju?”

 

Mungkin sudah bukan berita baru maraknya pembobolan koper penumpang di bandara. Tapi karena yang ngamuk selebriti wajar jika jadi bahan berita paling seru di media. Mulai dari media cetak, online, sampai televisi kompakkan beritakan kasus pembobolan koper Agnes Monica.

 

Apa yang dialami Agnes Monica bisa dialami siapa saja. Semua orang punya peluang kopernya jadi korban tangan-tangan jahil. Atau malah paling fatal kopernya hilang.

 

Masih mending kalau kasusnya terjadi di bandara dalam negeri. Lha kalau di luar negeri bagaimana?

 

Paling banter komplein ke counter ‘Lost and Fund’ maskapai penerbangan. Itu pun belum ada jaminan kopernya bisa balik sedia kala.

 

Kerusakan koper memang diganti maskapai dengan syarat-syarat dan ketentuan yang ketat. Paling mentok maskapai bakal kasih beberapa puluh dollar buat modal beli baju sementara kalau koper hilang.

 

Apa yang bisa dipetik dari cerita di atas? Yup, risiko perjalanan. Kehilangan atau kerusakan koper adalah bagian dari risiko.

 

Tak ada yang kebal jadi target kriminal selama jadi pelancong
Tak ada yang kebal jadi target kriminal selama jadi pelancong

 

Tapi itu baru sebagian kecil saja. Masih ada daftar risiko perjalanan lainnya yang mesti dicermati. Misalnya saja jatuh sakit pas berpergian, kecelakaan, sampai meninggal dunia.

 

Untungnya, risiko itu bisa dialihkan ke pihak lain bila melengkapi rencana perjalanan dengan travel insurance atau travel asuransi. Kalau mengalami kasus mirip Agnes Monica di mana jadi korban pembobolan koper, maka kerugiannya bisa diklaim ke perusahaan asuransi.

 

Memang sih, kerugian yang diganti perusahaan asuransi tak bisa mengganti barang yang hilang. Tapi setidaknya bisa meminimalisir risiko.

 

Beda kasus kalau kenapa-napa selama perjalanan, misalnya kecelakaan, baru deh berasa benefit dari travel insurance.[Baca : Pahami Jenis-Jenis Asuransi yang Anda Butuhkan]

 

Lagi pula travel insurance punya banyak jenis yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, tingkat kemampuan, dan nilai perjalanan yang dilakukan. Katakanlah kalau asuransi itu sekadar memenuhi syarat pengajuan aplikasi visa ketika berkunjung ke negara Eropa (Schengen) dan Amerika, mungkin pertimbangan utamanya adalah cari yang harganya murah.

 

Beda kasus kalau asuransi itu benar-benar dibutuhkan untuk memproteksi dari risiko selama perjalanan. Pertimbangannya bisa macam-macam dan kalau bisa, perlindungannya komplet.

 

Cara beli travel insurance

Membeli produk ini gampang banget. Hampir semua perusahaan asuransi punya produk travel insurance.

 

Kalau mau praktis bisa beli di biro travel dan bandara. Mungkin sudah tak asing lagi ya lihat ada orang menawarkan asuransi di Bandara Soekarno-Hatta atau bandara lainnya di daerah.

 

asuransi perjalanan ternyata enggak semahal yang dikira
asuransi perjalanan ternyata enggak semahal yang dikira

 

Berikut ini data-data yang perlu dicantumkan:

 

– Nama

– Tanggal lahir

– Nomor paspor

– Alamat rumah

– Nomor telepon

– Data ahli waris (nama, hubungan dengan tertanggung, dan nomor identitas)

 

Manfaat travel insurance

Travel insurance sejatinya tak ada bedanya dengan jenis asuransi lain. Hanya saja asuransi ini ditujukan bagi pelancong dari risiko kerugian akibat pesawat delay, jatuh sakit, kecelakaan, jadi korban kriminalitas, dan lain sebagainya.

 

Semua perlindungan itu tergantung dari isi klausulnya. Secara umum, ada beberapa benefit yang ditawarkan dalam travel insurance.

 

  • Benefit perjalanan di mana melindungi risiko dari terjadinya keterlambatan perjalanan, kehilangan atau kerusakan bagasi, dompet hilang, dan semua hal yang terkait dengan perjalanan.

 

  • Benefit pengobatan jika selama perjalanan jatuh sakit sehingga harus rawat jalan atau inap di rumah sakit

 

  • Asuransi kecelakaan diri di mana memproteksi bila mengalami cacat akibat kecelakaan maupun mengakibatkan kematian yang terjadi selama perjalanan. Ada juga tanggungan biaya ambulans maupun repratiasi jenasah.

 

  • Benefit khusus misalnya saja perlindungan terhadap kebakaran rumah selama ditinggal dalam perjalanan, layanan telepon 24 jam, bencana alam, dan lain-lain.

 

Sakit tuh enggak kenal waktu dan tempat
Sakit tuh enggak kenal waktu dan tempat

 

Terus bagaimana mencari produk yang tepat? Simak tipsnya ini.

 

1.Pilih yang seusai kebutuhan

Tentukan produk yang relevan dengan kebutuhan. Misalnya kalau sudah punya asuransi kesehatan maka tak perlu klausul pengobatan. Cukup risiko dari kehilangan barang atau manfaat selama perjalanan seperti pesawat delay, overbooked, dan sejenisnya.

 

2.Lama perjalanan

Travel insurance hanya melindungi dalam rentang tanggal yang tertera dalam polis asuransi. Jadi  pastikan jadwal perjalanan sama yang tercantum dalam polis.

 

Atau kalau memang dalam setahun punya agenda bekali-kali melakukan perjalanan, maka bisa memilih travel insurance dengan jaminan tahunan.

 

3.Bandingan satu produk dengan yang lain

Luangkan waktu untuk membandingkan satu produk dengan yang lain. Pelajari dengan teliti dan detail masing-masing produk baru kemudian memutuskan. Tak ada salahnya minta masukan dari biro travel yang lebih paham dan pengalaman.

 

4. Tujuan perjalanan

Kemana tujuan perjalanan, apakah dalam negeri atau keluar negeri. Kalau travelling keluar negeri, biasanya perusahaan asuransi akan memberi pilihan untuk perjalanan worldwide atau ASEAN. Harga polis juga tergantung lamanya perjalanan.

 

Selain itu, perhatikan gaya perjalanan kita apakah masuk tipe suka blusukan yang menggunakan transportasi darat dan laut atau perjalanan yang sudah dikelola biro travel. [Baca: 5 Pilihan Tempat Wisata Asri di Indonesia dengan Bujet di Bawah 500 ribu]

 

Sejumlah negara wajib mensyaratkan travel insurance dalam pengajuan visa
Sejumlah negara wajib mensyaratkan travel insurance dalam pengajuan visa

 

Keengganan orang membeli travel insurance rata-rata karena dianggap mahal dan ‘belum perlu’. Kecuali, melancong ke negara-negara yang mewajibkan travel insurance sebagai syarat pengajuan aplikasi.

 

Sekarang ini banyak kok paket travel insurance dengan premi yang bisa disesuaikan dengan isi kantong. Misalnya saja paket premi Rp 25 ribu perhari maupun sekian dollar Amerika Serikat per hari. Tentu paket premi ini tergantung dengan tujuan perjalanan.


Sekali lagi, travel insurance perlu untuk meng-cover risiko-risiko yang mungkin terjadi selama dalam perjalanan. Membekali diri dengan travel insurance, perjalanan pun terasa nyaman dan aman.

 

 

 

Image credit:

  • http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/seorang-pencuri-melipatkan-diri-dalam-koper-sebelum-melakukan-aksi-_110610204428-236.jpg
  • https://blognyamitra.files.wordpress.com/2013/08/asuransi-perjalanan-tampak-muka.jpg
  • http://media-cdn.timesfreepress.com/img/photos/2015/01/17/0118webesicktravel59131667_t1070_h4fb1c5eb2635ec326b639d31d6de4f6e570518a2.jpg
  • http://www.skyscanner.co.id/sites/co.id/files/153694119_small.jpg

Masih banyak lagi dari duitpintar.com