Nabung Tuh Harus Kayak Lampu Hijau Alias Jalan Terus Supaya Hidup Tenang di Hari Tua

by Hardian 981 views0

hidup tenang di hari tua

“Bang..bing..bung..yuk..kita ke bank…” Buat generasi yang lahir sebelum era reformasi, petikan lirik lagu itu pasti familier di telinga.

Penyanyi cilik yang sekarang udah gede, Saskia dan Geofanny, mempopulerkan lagu berjudul “Menabung” itu bersama legenda Titiek Puspa. Pesan moral lagu itu sangat mengena: mengajak kita menabung sedari dini.

Hingga kini, ajakan itu masih relevan. Sebab masih saja ada orang yang susah atau bahkan gak mau menabung sejak kecil.

Idealnya, menabung dijadikan kebiasaan sejak kita masih piyik. Dengan begitu, manfaatnya bisa terus kita nikmati sampai kelak di hari tua.

Menabung bukanlah hanya soal membuka rekening tabungan di bank, lalu rutin memasukkan dana sekian rupiah tiap bulan. Lebih dari itu, menabung adalah salah satu cara mewujudkan impian di masa depan.

Hidup tenang di hari tua tanpa masalah finansial tentunya menjadi impian kita semua dong. Nah, jika terbiasa menabung sebelumnya, impian itu bakal lebih mudah terwujud.

hidup tenang di hari tua
Nabung dari kecil, pas usia senja santai bisa joging, bukan lari menghindari debt collector (Lansia Joging / Merdeka)

Di bank, gak ada batasan usia seseorang punya tabungan. Yang baru lahir pun bisa saja punya tabungan, tapi atas nama orang tuanya.

Intinya, menabung idealnya dilakukan sedini mungkin. Bahkan gak perlu langsung di bank. Nabung recehan di celengan pun amat berguna.

Duit receh itu kalau dikumpulkan sampai bertahun-tahun, besar juga jumlahnya. Bahkan bisa dipakai buat membeli barang mahal.

Jika sanggup menyisihkan koin demi koin atau lembar demi lembar uang, banyak manfaat yang didapat dari kebiasaan baik itu. Gak perlu menunggu sampai usia tua, berikut ini manfaat menabung sejak kecil buat kita:

1. Backup

Meski sudah ikut program asuransi dan BPJS, dana cadangan buat keperluan tak terduga tetap mesti disiapkan. Kadang pencairan dana asuransi dan proses BPJS makan waktu, sehingga ketika butuh dana secepatnya pasti kerepotan.

Misalnya terlibat kecelakaan di jalan dan rumah sakit butuh uang muka untuk menjalankan operasi secepatnya. Bisa langsung ambil tabungan, sembari proses asuransi dan BPJS berjalan.

Begitu juga ketika kena PHK. Dana di tabungan berguna untuk menyambung hidup sembari cari pekerjaan baru.

hidup tenang di hari tua
Kena PHK tuh bagaikan ketemu Dementor di siang bolong, bikin merana bro! (Karyawan Depresi / Sadarlah)

2. Tambahan modal usaha

Saat lulus kuliah dan pengin jadi wirausaha, duit di tabungan bisa jadi tambahan. Jadi, gak perlu pinjam modal usaha seluruhnya ke bank.

Dalam kasus kena PHK seperti contoh di atas juga berlaku. Daripada cari kerja belum tentu cepat dapat, mungkin bisa buka usaha sendiri saja. Ambil deh tabungan buat tambahan.

3. Beli barang dambaan

Keinginan punya rumah sendiri lebih mudah terpenuhi jika punya tabungan. Demikian juga dengan keinginan lainnya, misalnya beli kendaraan.

Menabunglah sedikit demi sedikit dengan target tahun sekian bisa beli barang dambaan. Buat yang mau beli dengan cara kredit, manfaat menabung bisa lebih terasa.

Uang muka kredit bisa diambil dari tabungan, lalu cicilan bisa dipotong dari rekening per bulan. Gak hanya beli barang, keinginan berlibur pun lebih gampang terwujud kalau ada tabungan.

4. Tambahan pensiun

Saat usia senja dan gak ada lagi pemasukan karena sudah pensiun, kita akan bersyukur memiliki tabungan. Memang, ada dana pensiun buat bekas karyawan. Tapi jumlahnya belum tentu pas untuk memenuhi kebutuhan.

hidup tenang di hari tua
Jangan remehin recehan. Duit Rp 100 juta tanpa 100 perak gak bisa disebut Rp 100 juta lho (Celengan Tanah Liat / Cloudfront)

Jika ada tabungan, bisa hidup tenang di hari tua. Gak perlu terlalu bergantung pada anak-cucu untuk mendapat santunan.

Dana itu pun bisa dipakai buat melakukan hal-hal yang sebelumnya belum tercapai. Contohnya liburan ke Eropa atau bisa juga diolah sebagai investasi.

Dengan demikian, selain bisa hidup tenang, kita kelak dapat meninggalkan warisan yang berharga buat keluarga ketika meninggal. Harta, tentu saja.

Tapi yang lebih penting adalah bukti bahwa menabung sejak dini itu berguna buat kehidupan ke depan. Jika gak menabung, keluarga gak akan bisa menikmati jerih payah kebiasaan menyisihkan duit itu.

Menabung mesti dilakukan sejak dini. Kapan harus berhenti? Gak ada batas kapan berhenti. Menabunglah dan kecap manfaatnya sampai malaikat maut menyapa.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Jangan Remehkan Uang Receh. Ini 5 Alasan Kamu Gak Boleh Ngeremehin Uang Receh]

[Baca: 4 Strategi Mengatur Keuangan Ketika Jadi Korban PHK]

[Baca: Masih Susah Nabung? Coba 5 Cara Jitu Menabung Ini Dulu Deh]

Tags:

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com