Kata Siapa Kehadiran Anak Bisa Bikin Bisnis Terhambat?

by akbar 278 views0

kehadiran anak

Seorang entrepreneur selalu mengibaratkan bisnis barunya seperti bayi yang baru lahir. Dan sama seperti bayi, bisnis tersebut juga butuh pengasuhan yang baik agar tumbuh kembangnya pun berjalan baik dan lancar.

Bekerja sampai 20 jam sehari juga rela dilakoni entrepreneur demi mengembangkan bisnisnya. Karena kekhawatirannya yang terbesar adalah jika bisnisnya stagnan, rugi, atau terancam bubar.

Lantas bagaimana jika ketika bisnis berjalan dan butuh perhatian, tiba-tiba si entrepreneur dikaruniai seorang anak? Apakah itu akan menjadi kekhawatiran?

Tentu beda rasanya menjalankan bisnis ketika belum punya momongan, dan saat sudah jadi orangtua. Butuh penyesuaian pastinya, terutama dalam hal berbagi waktu.

Punya bayi jelas merupakan karunia dan kebahagiaan yang gak ternilai bagi tiap orang. Namun sebagian yang lain kadang berpikir kalau hal ini bisa sedikit menghambat produktivitas kerja dalam mengembangkan bisnis. Sebab jam kerjamu gak akan bisa sama seperti dulu, harus dibagi dengan merawat dan menjaga si kecil.

Apakah benar kelahiran anakmu bisa mengganggu bisnis? Tentu saja tidak. Justru ini menjadi sebuah tantangan dan motivasi baru buatmu sebagai orangtua. Gak perlu khawatir akan hal ini, terapkan 5 prinsip ini agar kamu terus termotivasi.

1. Sadarilah menjadi orangtua harusnya membuatmu jadi semangat, bukan terbebani

kehadiran anak
Jadi orangtua itu bahagia, dan anak bisa jadi semangat (ayah dan anak/hest)

Jangan melihat status barumu sebagai orangtua menjadi beban baru untuk dipikul. Ingatlah, kelahiran buah hatimu di dunia ini adalah karunia. Gak semua orang bisa menikmati hal tersebut.

Justru jadikanlah buah hatimu sebagai penyemangat dalam mengembangkan bisnis. Di masa yang akan datang, kebutuhan anakmu pun meningkat bukan? Tentu hal itu juga harus diikuti dengan kenaikan pendapatan tiap bulan. Nah, ini bisa didapat dari penghasilanmu sebagai pebisnis.

2. Kesuksesanmu kelak bisa menjadi inspirasi untuk sang anak

kehadiran anak
Dia pun bakal senang kalau kamu sukses (balita/newwallpaper)

Siapa yang gak bangga punya orangtua yang sukses berwirausaha? Semua anak pasti bangga. So, pasti mau dong jadi figur yang menginspirasi seperti itu?

Nah, jadikan ini saat yang tepat untuk menjadi sosok panutan bagi anakmu. Jadilah entrepreneur yang sukses dan berdedikasi.

Anakmu pun kelak akan bangga ketika ia bercerita tentang ayah atau ibunya di depan teman-teman atau orang lain. Tandanya, kamu berhasil menjadi teladan sekaligus idola dari anakmu.

3. Berkomitmen meluangkan waktu untuk keluarga

kehadiran anak
Manfaatkan seluruh waktu luangmu bersama keluargamu (keluarga/Rizqy Agung)

Sesibuk apapun dirimu, jangan sampai mengabaikan waktu berkualitas bersama keluarga, khususnya sang anak. Bekerja demi masa depan memang berat, namun esensi dari bekerja tentu untuk menghidupi keluargamu bukan?

Sah-sah saja seorang entrepreneur bekerja saat weekend asal ada batasannya. Dengan lahirnya sang buah hati, harusnya ini jadi pemicu buat kamu untuk semakin pintar membagi waktu. Pastinya gak mau dong anakmu lebih dekat dengan pengasuh dibandingkan orangtuanya sendiri?

Kalau kamu berkomitmen untuk meluangkan waktu buat keluarga, otomatis kerjamu menjadi lebih efektif. Sebisa mungkin pekerjaan akan kamu selesaikan pas hari kerja, karena waktu weekend kamu dedikasikan untuk sang anak. Bisnismu juga bisa makin sukses kan?

4. Apa yang terjadi di kantor, tidak dibawa-bawa ke rumah

kehadiran anak
Jika kamu kesal, bete, atau emosi karena masalah pekerjaan, jangan dibawa-bawa ke rumah (kerja sambil piknik/entrepreneur)

Sebesar apapun masalah yang menerpa bisnismu, jangan pernah dibawa-bawa ke rumah. Apalagi jika kamu merupakan pribadi yang temperamen atau emosional.

Siapapun pasti pernah mengalami hal buruk. Namun bukan berarti kamu bebas melampiaskan amarahmu begitu saja, apalagi ke anggota keluargamu. Memasang wajah murung di depan mereka saat pulang kantor, jelas gak baik.

Dengan kehadiran anak, kamu pasti bakal lebih disiplin memisahkan masalah kerja dengan keluarga. Sebab kamu menyadari bahwa ini bisa membawa pengaruh buruk untuk anak. Sang anak bahkan bisa mengalami masalah psikis tertentu mulai dari gangguan karakter, penyimpangan sosial, hingga kenakalan. Gak mau, kan ini terjadi dengan anakmu?

Oleh karena itu, belajarlah untuk memisahkan emosimu saat di tempat kerja dan di rumah. Kalau emosimu stabil, otomatis produktivitas kerjamu pun akan semakin baik. Efeknya? Bisnis pun dapat berjalan makin lancar.

5. Hadir sepenuhnya ketika ada di rumah

kehadiran anak
Melupakan pekerjaanmu sejenak untuk bercengkrama bersama mereka, sah-sah saja (keluarga/be money smart)

Selama ini kamu mungkin masih sering ngurusin kerjaan melalui ponsel atau laptop ketika di rumah. Mau itu sedang libur atau akhir pekan, kamu biasanya masih aktif berkomunikasi dengan klien atau ngasih penugasan ke karyawan.

Nah, dengan hadirnya anak, kebiasaan ini pasti mau gak mau bakal berhenti. Sebab ada sang buah hati yang membutuhkan perhatianmu sepenuhnya ketika kamu ada di rumah.

Kalau sudah begitu, pasti kamu gak bakal gangguin bawahanmu lagi pas waktunya libur atau akhir pekan. Karyawan pun kerjanya juga makin happy dong. Kalau karyawan senang, otomatis produktivitas mereka pun bisa meningkat. Dan bisnismu juga jadi makin cepat berkembangnya.

Pada intinya, punya momongan memang jadi tantangan bagi kamu. Tapi hal itu tidak harus menjadi beban jika kamu paham apa esensinya menjadi orangtua. Justru, hal ini bisa menjadi pemicu semangat dan sentimen positif bagimu untuk bisa sukses dalam berbisnis.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Kalau Masih Didik Anak Kayak Gini, Susah Kuliahin Anak di Luar Negeri]

[Baca: Mau Anakmu Jadi Bos? Ajari Hal-Hal Ini]

[Baca: Ngajarin Anak Tentang Bisnis Sedari Dini, Kenapa Gak?]

Masih banyak lagi dari duitpintar.com