Kenali 11 Tanda Kebangkrutan Ini Biar Bisa Antisipasi

by bunga 716 views0

Tanda Kebangkrutan

Finansialku

Menjadi kaya bukanlah tanda kalau kamu udah mencapai kebebasan finansial. Sama halnya dengan kebangkrutan bukan berarti akhir dari kehidupan finansial. Sebagai contoh, sebuah keluarga sederhana yang cuma punya uang Rp 50 ribu untuk bertahan hidup setiap harinya gak bisa serta merta dibilang bangkrut. Kenapa? Karena nilai diri kita gak ditentukan dari isi dompet semata.

Kalau kamu bisa mengatur pengeluaran, pendapatan yang sedikit bukanlah masalah. Itu juga bukan berarti kamu bakal jatuh miskin dan bangkrut. Lalu apa aja sih tanda-tanda seseorang bekal bangkrut? Berikut ini 11 di antaranya:

1. Gak punya tabungan

Kalau kamu hidup setiap harinya dengan mengandalkan pendapatan tanpa mampu menabung sedikitpun, maka bisa dibilang kamu rawan akan kebangkrutan. Sayangnya, mayoritas keluarga menganut gaya hidup seperti ini lho, dengan beranggapan kalau penghasilan cukup untuk membayar kebutuhan hidup dan utang yang menumpuk. Namun kenyataannya, kalau kamu terus hidup seperti ini, maka tanpa kamu sadari kamu sudah berada di ambang kebangkrutan.

2. Punya utang kartu kredit

Harus mulai waspada kalau punya utang kartu kredit yang tagihannya melebihi 50 persen gaji (utang kartu kredit/csdnews)
Harus mulai waspada kalau punya utang kartu kredit yang tagihannya melebihi 50 persen gaji (utang kartu kredit/csdnews)

Tujuan diciptakannya kartu kredit adalah sebagai untuk mempermudah transaksi nasabah sehingga gak perlu membawa dana tunai kemana-mana. Namun banyak yang salah kaprah dan menggunakan kartu kredit untuk membeli sesuatu di luar kemampuannya.

Hal inilah yang akhirnya mengakibatkan tumpukan utang dan menjadi pertanda awal seseorang akan jatuh miskin. Percayalah, gak ada utang yang menguntungkan. Utang cuma bakal mempersulit hidupmu dan menguntungkan pihak pemberi pinjaman.

3. Punya utang biaya pendidikan (student loan)

Salah satu jenis utang yang kini populer adalah utang biaya pendidikan atau student loan.

Sulitnya memperoleh penghasilan yang memadai memaksa orangtua dan pelajar menempuh pendidikannya dengan cara berutang. Bahayanya utang biaya pendidikan adalah kemampuan kamu untuk menghasilkan uang akan dijadikan jaminannya, sehingga gak ada sistem sita otomatis yang mengakhiri utang tersebut.

Selama kamu mampu menghasilkan uang (walaupun sedikit), maka kamu tetap harus mencicil utang tersebut. Alhasil, tanpa perencanaan keuangan yang baik, utang biaya pendidikan bisa menjadi sebuah keputusan menuju kemiskinan.

4. Punya cicilan kendaraan bermotor

Yang namanya sebuah cicilan adalah sebuah kewajiban yang harus dibayar setiap bulannya. Kalau kamu mangkir, ya jangan kaget kalau kendaraan bakal disita. Kendaraan bermotor baru dikatakan sebagai aset kalau kendaraan tersebut menghasilkan arus kas yang positif. Jika sebaliknya, maka kendaraan bermotor tersebut hanyalah menjadi liabilitas. Kalau kita gak pintar memanfaatkan kendaraan bermotor yang belum lunas itu, bisa saja langkah awal berinvestasi ini malah menjadi sebuah jalan menuju kebangkrutan.

5. Gaya hidup ditentukan oleh penghasilan 

Pada tahap inilah kamu bakal sadar kalau apa yang kamu inginkan belum tentu apa yang kamu butuhkan. Kamu mencari uang untuk membiayai hidupmu, bukan sebaliknya. Kalau gaya hidupmu berubah sesuai penghasilan, artinya penghasilanmu gak akan pernah cukup dan cuma bakal menjeratmu dalam gaya hidup konsumtif.

Walau banyak duit, hidup tetap sederhana aja supaya gak cepat bangkrut guys (belanja/ islamia)
Walau banyak duit, hidup tetap sederhana aja supaya gak cepat bangkrut guys (belanja/ islamia)

Lalu gimana cara menyiasatinya supaya hal kayak gini gak terjadi? Solusinya adalah dengan membuat anggaran kebutuhan setiap bulannya. Ingat ya, anggaran yang dibuat adalah berdasarkan kebutuhan, dan bukan keinginan. Dengan adanya anggaran, kamu bisa membatasi diri untuk gak membeli sesuatu yang gak dibutuhkan. Namun buatlah anggaran yang masuk akal dan feasible, dan lakukan review setiap bulannya untuk memperoleh anggaran yang sesuai.

6. Gak memikirkan masa depan

Pernah gak menghabiskan Tunjangan Hari Raya dan Bonus Tahunan dalam satu hari? Misalkan kamu menghabiskannya cuma untuk membeli ponsel keluaran terbaru. Kalau pernah, nyesel gak udah melakukannya?

Menabung dan mempersiapkan masa depan memang sulit, tapi bakal lebih sulit lagi kalau kamu gak memulainya sejak dini. Biaya kebutuhan hidup di masa depan bakal sulit diprediksi, yang pasti adalah waktu yang kamu manfaatkan untuk mempersiapkannya. Dengan begitu, sangatlah penting untuk mempersiapkan masa depanmu dari sekarang dan jangan terus menundanya.

7. Gak peduli kesehatan

Kesehatan adalah hal yang utama dalam hidup. Percuma kamu membanting tulang mencari uang setiap hari kalau ujung-ujungnya uang tersebut menguap cuma untuk  biaya perawatan rumah sakit. Tahu gak kalau tubuh dan pikiran yang gak sehat bakal mengakibatkan stres dan depresi? Artinya, gak peduli seberapa banyak uang yang kita miliki, kalau kita depresi dan gak bisa menikmatinya, itu sama saja kalau kita bangkrut.

8. Hubungan sosial gak sehat

Sebagai manusia yang ambisius, terkadang kita terlalu sibuk mencari uang sehingga lupa memperhatikan lingkungan sekitar lagi. Kamu bisa aja mengutamakan pekerjaan dan mementingkan uang, tapi jangan pernah melupakan aspek-aspek kehidupan lainnya.

Kebanyakan kerja bisa membuat kamu kurang gaul sama lingkungan sekitar (workaholic/ cba.ca)
Kebanyakan kerja bisa membuat kamu kurang gaul sama lingkungan sekitar (workaholic/ cba.ca)

Manusia hidup dalam sebuah komunitas. Hal itu jelas gak dapat dipungkiri. Makanya, penting untuk membagi waktu dengan baik supaya tiap aspek dalam hidup kita bisa berjalan dengan baik. Ingat ya, teman dan keluarga itu gak bisa dibeli dengan uang.

9. Minat gak berkembang

The only way to do great work is to love what you do – Steve Jobs

Cara satu-satunya untuk memiliki pekerjaan yang baik adalah dengan menyukai pekerjaannya – Steve Jobs

Kata-kata Steve Job ini memang benar. Seseorang akan menghasilkan pekerjaan yang baik hanya kalau dia menyukai yang dikerjakannya. Hanya dengan mengembangkan minat dan passion, maka kamu pun akan semakin kaya. Kalau kamu mengerjakan sesuatu yang bukan merupakan minatmu, maka pekerjaan tersebut akan kehilangan arah dan tujuan, sehingga lama-lama pasti bakal mati.

10. Uang jadi penyebab pertengkaran

Ciri-ciri kebangkrutan yang sangat jelas adalah pertengkaran karena uang. Saat uang menjadi penyebab kehancuran, maka itu adalah tanda bahwa kita sedang berada di ambang kehancuran finansial alias kebangkrutan. Saat uang menjadi alasan pertengkaran, kedua belah pihak gak akan berkembang karena dibutakan oleh uang.

Bekerjalah untuk mengembangkan diri, bukan hanya karena uang semata. Hanya dengan cara itulah kita bisa menghindari pertengkaran yang gak ada nilai manfaatnya.

11. Gak berkontribusi dalam hidup

Kalau kamu pernah melihat arus kas yang sebenarnya, maka harusnya kamu sadar kalau di atas kebutuhan rumah tangga terdapat poin yang sering kali dilupakan oleh mayoritas orang. Poin tersebut adalah: zakat atau sedekah.

Di sini sedekah bukan hanya dinilai dari uang, tapi yang dituju adalah jawaban dari, “Apa yang selama ini sudah kamu lakukan untuk sesama?” Untuk menjadi kaya, kamu gak hanya melengkapi diri sendiri, tapi juga turut memberi kepada orang lain.

Setiap orang, pada titik tertentu sebenarnya pernah mengalami kebangkrutan. Cobalah melihat kembali 11 tanda jatuh miskin di atas. Apakah kamu pernah mengalami salah satunya? Tapi jangan takut. Dengan perencanaan, kamu bahkan bisa mengubahnya menjadi kebebasan finansial.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Tanpa Sadar Ini 4 Jenis Pengeluaran yang Bisa Bikin Kamu Miskin]

[Baca: 5 Hal yang Harus Kamu Lakuin Biar Gak Bangkrut Setelah Pesta Pernikahan]

[Baca: Buat Pengguna Kartu Kredit Hindari 10 Kesalahan ini Kalau Gak Mau Bangkrut]

Masih banyak lagi dari duitpintar.com