Kenali 8 Tanda Kamu Harus Resign Secepatnya

by akbar 1.580 views0

kamu harus resign

Harus resign dari perusahaan tempatmu bekerja bukan pilihan yang mudah. Terutama buat karyawan yang sudah bertahan selama bertahun-tahun di perusahaan tersebut.

Banyak benefit yang sudah dapat kamu nikmati di perusahaan tersebut selain cuti dan tunjangan hari raya (THR). Bahkan, beberapa darimu sudah diberikan fleksibilitas waktu untuk izin, kerja di luar kantor, dan lainnya karena sang bos memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terhadapmu.

Namun ada kalanya kamu harus resign demi masa depan yang lebih baik. Kamu semua pasti punya cita-cita untuk jadi sukses, bukan? Kadang, peluang karier yang lebih baik hanya bisa didapatkan dengan mengundurkan diri dari perusahaan lama, dan mencari yang baru.

Biar lebih jelas, kenali dulu 8 tanda kamu harus resign secepatnya dari tempatmu bekerja sekarang. Ketika kamu mengalami salah satu di antara 8 tanda ini, perbaruilah CV-mu secepatnya, dan rajin-rajinlah browsing lowongan kerja.

1. Masa depan perusahaan tempatmu bekerja makin suram

kamu harus resign
masa depan perusahaan suram? segera sebar cv ya (cemas dengan situasi/wibw)

Omzet perusahaan menurun drastis hingga mencapai 70 persen selama lebih dari 3 bulan. Dewan direksi setiap tahun selalu mengalami pergantian, namun  gak ada yang punya solusi jitu buat perusahaan.

Gak ada inovasi juga yang bisa dilakukan oleh para petinggi perusahaan. Sebagian besar manager dan group head mulai resign satu persatu.

Kalau ini terjadi di perusahaan tempatmu bekerja, maka ini adalah sinyal buat kamu untuk segera cari “sekoci penyelamat” alias tempat kerja baru.

Apa mau nunggu sampai di-PHK kantor? Walaupun dapat pesangon, tapi ini bukan ide yang baik. Ketika kamu menjumpai fenomena ini, segera browsing lowongan pekerjaan, jangan menunda-nunda. Karena peringatan PHK dapat muncul kapan saja.

2. Tidak ada jenjang karier yang baik

Kinerjamu sangat bagus, kamu juga merupakan seseorang yang selalu bisa mencapai target dalam semua program kerja. Tapi hadiah yang kamu terima hanyalah piagam penghargaan setiap tahun sebagai “Employee of the Year,” bukan kenaikan jabatan.

Jika kamu menjumpai peristiwa ini, untuk apa menetap lama di perusahaan tersebut? Terutama buat kamu yang masih muda alias berusia 20 tahunan. Saatnya mencari tantangan baru di perusahaan baru.

3.Sering gak dipercaya mengemban tanggung jawab

Kamu punya potensi yang mumpuni dalam menyelesaikan tugas, tapi gara-gara politik kantor, kamu justru gak dilibatkan dalam proyek-proyek penting yang sedang berjalan. Itu tandanya, budaya di tempatmu bekerja gak sehat.

Gak jarang orang mengalami fenomena diskriminasi seperti ini. Diskriminasi pekerjaan bisa saja disebabkan karena masalah sosial, seperti agama, ras, faktor pendidikan, dan bahkan masalah sederhana seperti faktor suka atau gak suka si atasan terhadap karyawan.

Resign-lah setelah kamu diterima di perusahaan yang baru, dan maksimalkan potensimu di sana.

4. Kamu lebih kompeten dari sang bos

kamu harus resign
Ketika apapun sudah terlihat terlalu mudah, carilah tantangan baru di dunia kerja (skil dewa/ultramilionarios)

Sebagian dari kamu pasti senang ketika berada di posisi ini. Sang bos sangat ketergantungan sama dirimu, apalagi kalau bosnya asyik dan friendly. Gak jarang mereka memberimu kebebasan dan fleksibilitas, karena kamu memang lebih paham semua hal dibanding dia.

Kenapa harus resign secepatnya jika kamu ada di posisi ini? Tanyakan balik saja ke dirimu, kenapa yang jadi bos dia, dan bukan kamu yang jauh lebih kompeten? Rugi dong, kerja buat orang yang gak kompeten.

5. Dipimpin oleh atasan yang gak baik

Faktor atasan juga menjadi penentu apakah kamu bakal bertahan lama di perusahaan ini atau tidak. Karena di dunia kerja, seyogyanya yang kamu cari adalah “bos yang baik”. Seberat apa pun pekerjaan, pasti bisa kamu lalui jika sang bos memotivasimu.

Jika sang bos memiliki tingkat kepemimpinan yang buruk, korup, dan mementingkan diri sendiri, ini akan menjadi tanda kamu harus resign secepatnya.

Belajarlah dari pengalaman ini. Dan ketika kamu hadir di wawancara kerja dengan “user”, pelajarilah karakter calon bosmu dengan detail. Mulai dari gaya bicaranya, ketepatan waktu ketika menjumpaimu, dan pandangannya soal perusahaan tempatnya bekerja.

6. Gak ada tantangan lagi di tempatmu bekerja

Kamu mungkin sangat mencintai perusahaan tempatmu bekerja. Omzet perusahaan pun masih meningkat signifikan, dan benefit serta bonus juga sudah kamu rasakan.

Apapun tugas yang diberikan, kamu bisa selesaikan dengan cepat seperti membalikkan telapak tangan, gak ada yang sulit. Akibatnya, kamu jadi terlalu santai, karena pekerjaan sekarang sudah tidak menantang lagi.

Ajaklah atasanmu untuk bicara dan mempertimbangkan promosi jabatan untukmu agar kamu bisa mengemban tanggung jawab yang lebih besar dengan gaji yang sesuai. Namun jika hal tersebut sepertinya mustahil, segeralah cari pekerjaan baru dan resign.

Kamu tentu gak mau kerja gitu-gitu aja bukan? Lebih baik cari tantangan baru, supaya kemampuanmu pun terus terasah dan berkembang.

7. Kebutuhan hidup bertambah tapi gaji gak nambah

Seiring berjalannya waktu, kebutuhan tentu bertambah dan seharusnya hal itu juga diikuti dengan gaji yang naik. Gaji yang segitu-segitu aja tentu gak bakal bisa membantumu untuk nabung dengan jumlah yang lebih banyak.

kamu harus resign
Gaji gak naik-naik nih, mau 5 tahun juga cuma naik selembar merah.(gaji seret/8share)

Ujung-ujungnya, kamu harus ngirit-ngirit ngurangi pengeluaran. Kalau yang dikurangi adalah pengeluaran yang bersifat konsumtif mungkin gak apa-apa, tapi kalau urusannya sama uang makan, bayar listrik, dan lainnya? Itu sih menyiksa diri.

Walaupun perusahaan tempatmu bekerja tergolong “aman” alias stabil dalam omzet, kamu harus resign demi mendapat penghasilan yang lebih baik. Mau sampai kapan terima gaji pas-pasan?

8. Mengganggu kehidupanmu

Kerja keras boleh, tapi jangan lantas hal itu mengganggu kehidupan pribadimu. Jangan sampai karena urusan kerja, kamu jadi kurang liburan, gak bisa nongkrong sama teman-teman, bercengkrama dengan keluarga, atau olahraga.

Kalau kehidupanmu saja jadi gak sehat, gimana mau cari duit dengan maksimal? Segeralah resign dan cari perusahaan baru di mana kamu bisa mengemban beban pekerjaan yang wajar.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, meski kamu harus resign secepatnya, bukan berarti ini boleh dilakukan sebelum dapat pekerjaan baru. Saat ini, gak sedikit perusahaan yang mengurangi pegawai demi efisiensi. Artinya, gak gampang buatmu untuk dapat pekerjaan baru.

Melamar kerja saat berstatus “nganggur” jelas gak tenang, apalagi jika tabunganmu gak banyak. So, pastikan kamu sudah dapat pekerjaan di tempat yang baru sebelum mengajukan surat resign ya!  

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: 5 Kerugian Finansial Jika Jadi Kutu Loncat di Dunia Kerja]

[Baca: Nih, 5 Kesalahan Bos yang Bikin Bawahan Resign]

[Baca: Jangan Buru-buru Resign Saat Passion Gak Sejalan dengan Karir. Lakukan Ini Dulu]

Masih banyak lagi dari duitpintar.com