Kerja Sudah Lama tapi Gaji Gak Naik-naik, Jangan-Jangan Itu Salahmu Sendiri

by akbar 576 views0

Kerja Sudah Lama

Riwayat kerjamu di perusahaan ini sudah enam tahun, tapi kenapa ya setiap ada kenaikan gaji kok cuma nambah satu lembaran merah? Itupun waktunya gak tentu. Dipromosiin sama bos enggak, malah kerjaan makin gila.

Apa kamu mengalami hal seperti ini? Bila iya, segera introspeksi diri dan cari tahu apa penyebabnya. Jangan gampang menyalahkan perusahaan tempatmu bekerja, karena bisa jadi itu kesalahanmu sendiri.

Masa iya kesalahan sendiri? Perasaan gak pernah kena SP alias surat peringatan.

Jangan salah. Yang namanya kesalahan tentu gak hanya sekadar pelanggaran. Walaupun kamu karyawan paling rajin sekalipun, gajimu gak akan naik kalau kamu masih melakukan empat hal ini.

1. Gak ada inisiatif mengerjakan hal lain di luar jobdesk yang rutin

Mengerjakan pekerjaan rutin di divisimu hingga tuntas itu bukan prestasi, tapi kewajiban. Ya iya dong, karena kamu udah dibayar buat ngelakuin pekerjaan itu. Kalau kerjaanmu seadanya aja, sampai kiamat gak akan naik gaji deh.

Bos juga berpikir, buat apa naikin gajimu karena kamu juga belum siap diberikan tanggung jawab yang lebih besar. Masih untung gak kehilangan pekerjaan.

kerja sudah lama
Terjebak rutinitas kerjaan kadang gak baik juga buat jenjang karier lho (stres kerja/Hellosehat)

Inisiatif mengerjakan pekerjaan lain di luar jobdesk rutin bukan berarti menyelesaikan pekerjaan orang lain lho ya. Tapi lebih kepada menawarkan diri untuk membantu atau menangani salah satu proyek yang jadi tanggung jawab divisimu.

Misalnya nih kamu adalah staf digital marketing di divisi marketing, dan dua pekan lagi perusahaanmu bakal bergabung di pameran besar. Sudah pasti yang bertanggung jawab besar di event itu adalah staf promosi kan? Tapi kamu masih bisa lho memberikan kontribusi besar di acara tersebut.

Gimana caranya? Bisa saja dengan inisiatif membantu jaga booth atau jadi kru event. Sekaligus kamu juga bisa membuat live report di media sosial tentang promosi yang disediakan oleh perusahaan atau brand tempat kamu bekerja.

2. Kurang vokal dalam menyumbang ide baru

Setiap meeting hanya diam saja dan ikut sama keputusan bos jelas gak baik. Bos pun butuh masukan dari setiap anak buahnya untuk membuat sebuah terobosan atau pemecahan masalah baru.

Ketika kamu cuma duduk manis dan diam sembari nunggu perintah, bos pun bakal memandangmu gak lebih dari sekadar “Yes Man”. Buat apa bayar mahal-mahal orang yang memang gak pernah sumbang ide.

Jika memang kamu merasa seperti ini, percuma deh ngelobi-lobi sang bos untuk naikin gaji. Kalau punya bos yang pengertian, dari awal kerja kamu sudah pasti diminta untuk lebih vokal sekaligus dikasih kerjaan yang cukup banyak. Itu karena dia pengin tahu seberapa kuat kamu dalam mengemban tanggung jawab besar.

kerja sudah lama
Jadilah seorang yang aktif dan vokal di dunia kerja (Pemimpin/Entrepreneur)

Tapi kalau bosmu cuek, ya berarti kamunya yang harus mulai berkontribusi lebih besar tanpa diminta. Dengan begitu, dia juga bakal lihat kemampuanmu yang sebenarnya.

Makanya, jangan kesal melulu kalau dikasih tugas banyak terutama yang sifatnya analisa. Bisa jadi itu cara bosmu untuk menilai performa kerjamu. Setelah kemampuan sudah mumpuni, bisa deh dipertimbangkan buat promosi atau naik gaji.

3. Apatis dengan perusahaan

Sikap apatis atau peduli gak peduli dengan apa yang terjadi di perusahaan jelas harus dihindari. Salah satu contohnya adalah cuma datang ke kantor buat kerja dan pulang. Gak pernah mau ikut acara-acara kantor, seperti gathering, bukber, atau acara lain dengan alasan yang gak jelas.

Sudah apatis, terus kebiasaannya sering curcol di media sosial kalau bete di kantor. Lantas, perusahaan tempat kerjanya dijelek-jelekin pula.

Tujuan berkarier orang apatis tentunya cuma ngantor dan nunggu gajian. Gak bakal ada ide mau bikin inovasi atau terobosan-terobosan baru yang kiranya bakal menyumbang keuntungan besar buat perusahaan.

Bila sikap ini dipelihara, ya wassalam deh, bakalan susah naik gaji tahun depan. Kinerja yang baik itu gak hanya dinilai dari KPI (key performance index) yang dirancang bos, tapi ada komponen-komponen lain juga. Sebut saja seperti, kerajinan, loyalitas, dan keaktifan.

Bisa saja kamu adalah karyawan yang tergolong sulit mencapai target, namun perusahaan ngasih kamu kenaikan gaji karena menilai kamu sebagai orang yang gigih bekerja, sering menyumbang ide, dan sanggup menjaga nama baik perusahaan.

4. Soft skill kurang mumpuni

Kemampuan akademis dan teknik di dunia kerja, disebut dengan hard skill. Hard skill bisa diukur lewat riwayat pendidikanmu. Misalnya kamu lulusan desain grafis, sudah pasti bisa gambar, bikin layout, edit foto, dan lain-lain kan? Itulah yang namanya hard skill.

Lantas apa itu soft skill? Soft skill adalah kebalikan dari hard skill alias non-akademik. Bisa diartikan juga sebagai kemampuan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain atau interpersonal. Biasanya soft skill dilatih dalam organisasi.

Soft skill dalam dunia kerja erat kaitannya sama bagaimana cara kamu berkomunikasi dengan atasan, rekan kerja se-divisi, divisi lain, hingga klien. Selain itu, soft skill juga berkaitan sama cara pengambilan keputusan.

kerja sudah lama
Tenang saja, softskill masih bisa diasah kok di dunia kerja (tim kerja/Executive Nashville)

Secara hard skill mungkin kamu memang “ahlinya”, tapi urusan manajerial yang membutuhkan soft skill belum tentu kamu juga bisa. Bila kamu mengalami hal ini, gak usah khawatir, soft skill masih bisa kamu asah dengan baik.

Mulailah untuk jadi lebih terstruktur dalam urusan pekerjaan. Buatlah jadwal kerja dan targetmu ke depan. Metode ini cukup baik untuk mengasah skill manajerialmu terutama dalam hal waktu.

Mulailah aktif dalam berkomunikasi dengan atasan dalam berbagai hal, tapi bukan berarti cari muka biar kelihatan kerja ya. Tentunya lebih kepada berdiskusi secara personal untuk mencari solusi yang terbaik bagi perusahaan atau brand di masa depan.

Nah gimana nih? Apa kamu memiliki satu dari empat hal di atas? Kalau iya, berarti udah tahu dong harus memperbaiki apa ke depannya supaya gaji naik. Pokoknya jangan ulangi kesalahan-kesalahan di atas deh.

Tapi kalau kamu merasa sudah melakukan yang terbaik di lingkungan kerja dan kenyataannya kariermu tetap gak mulus, itu tandanya kamu harus mulai mencari perusahaan baru. Buat apa bertahan lama di perusahaan yang gak mau mengapresiasi kerja kerasmu?

Masih banyak ikan di laut bro-sis! Kalau kamu pekerja berkualitas, percaya deh kalau pasti banyak perusahaan yang nyari orang kayak kamu. Semangat ya!

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Ini Nih 6 Hal yang Bukan Gak Mungkin Bikin Karir Kamu Hancur]

[Baca: Sukses dalam Berkarier Itu Hak Semua Orang, Termasuk Si Introvert]

[Baca: Cari Cara Jadi Sukses? Yang Penting Gak Pelihara 6 Mental Negatif Ini Sih..]

Tags:

Masih banyak lagi dari duitpintar.com