Karena Kita Gak Tahu Hari Esok, Ini yang Harus Dilakukan Investor Reksa Dana

by Tifanny 1.128 views0

investor reksa dana

“Li, mau ikut ngelayat gak?” ujar Tono kepada Ali seusai jam kerja.

“Siapa yang meninggal Ton?” tanya Ali sambil membereskan meja kerjanya.

“Emang kamu belum dengar beritanya? Itu, si Denis, Manajer Keuangan kita. Kena serangan jantung semalam pas pulang kantor,” jelas Tono.

“Ah, yang bener? Kemarin aku masih meeting sama dia loh,” kata Ali kaget.

“Itu dia. Umur emang gak ada yang tahu, Li,” ucap Ali sambil menghela napas.

Gak ada satupun manusia di muka bumi ini yang tahu kapan ajal menjemput. Ini bukan bermaksud nakut-nakutin loh. Tapi pernah gak kita terpikir untuk mempersiapkan hal-hal penting dalam hidup sebelum waktunya tiba? Salah satunya pasti soal finansial.

Sebagai seorang Manajer Keuangan misalnya, Denis sangat peduli dengan pengelolaan keuangan pribadinya. Ternyata selama 5 tahun terakhir, Denis yang sudah menikah dan memiiki seorang anak ini aktif sebagai seorang investor reksa dana.

Untungnya, Denis sudah membuat surat wasiat. Di dalamnya, Denis mencantumkan rekening reksa dana sebagai salah satu warisan untuk anaknya. Jadi ketika Denis meninggal, sang anak mendapatkan harta sebesar nilai investasi Denis yang bisa dilanjutkan atau dicairkan.

Apa lagi sih yang harus dipersiapkan oleh seorang investor reksa dana sebagai antisipasi hal-hal yang gak diharapkan? Simak ulasannya berikut ini ya!

1. Komunikasi

Buat yang sudah punya pasangan, idealnya punya gaya komunikasi yang baik dan transparan, terlebih soal keuangan. Investor reksa dana sangat dianjurkan untuk memberitahu pasangan dan ahli warisnya tentang harta reksa dana yang ia miliki.

investor reksa dana
Halo… sebenanya aku punya reksa dana lho. ~ apahhhh!!!~ (Menelepon / negista.wordpress)

Beritahu juga secara detail dan jelas tentang nama perusahaan, nomor telepon, dan manajer investasi yang menangani rekening investasi.

Gak usah sok-sok mau kasih kejutan dengan menunda memberitahu keluarga tentang harta reksa dana kita. Akan sangat disayangkan kalau harta reksa dana disalahgunakan oknum yang gak bertanggung jawab dan keluarga sulit menerima apa yang menjadi hak mereka.

2. Berpikir jauh ke depan

Tujuan orang berinvestasi sudah pasti karena ingin memperoleh penghasilan tambahan yang gak menyita waktu. Saat memutuskan berinvestasi reksa dana, dibutuhkan komitmen untuk aktif menanamkan uangnya ke produk investasi ini. Jangan sampai ada keinginan konsumtif sedikit, investasinya dicairkan. Ini sih sama aja bohong.

Berpikirlah bahwa hasil investasi digunakan untuk kebutuhan jangka panjang, seperti biaya pendidikan anak atau hidup di hari tua. Satu lagi, bahwa imbal hasil investasi reksa dana juga bisa bermanfaat sebagai warisan atau peninggalan berharga untuk keluarga atau ahli waris.

3. Terorganisir

Terorganisir di sini maksudnya adalah usahakan semua informasi tentang investasi reksa dana yang dimiliki itu disimpan dengan baik. Termasuk bukti atau laporan yang diberikan oleh manajer investasi.

Surat konfirmasi transaksi dan laporan bulanan lazimnya dikirimkan ke alamat rumah dalam bentuk surat, tapi ada juga yang lewat e-mail. Ini yang membuat keluarga atau ahli waris gak mengetahui. Tapi, paling gak catat semua akses pribadi yang berkaitan dengan rekening investasi reksa dana dalam catatan khusus dan rahasia.

Nantinya, catatan ini berhak dibuka oleh ahli waris. SImpan dan susun yang rapi, sehingga memudahkan dalam pengurusan nantinya.

4. Membuat surat wasiat

nvestor reksa dana
Jangan cuma bisa nulis surat cinta, surat wasiat juga penting bro! (Surat Resmi / pixabay)

Gak ada salahnya mempersiapkan surat wasiat saat masih sehat, apalagi jika ahli waris lebih dari satu orang. Masukkan semua detail harta yang dimiliki, termasuk saldo investasi reksa dana. Minta bantuan notaris yang mengerti tentang hukum waris.

Buat surat wasiat sejelas dan sedetail mungkin sehingga tidak memicu konflik keluarga. Ingat, gunakan ketentuan waris berdasarkan kesepakatan yang berlaku dalam keluarga. Gak mau keluarga jadi terpecah-belah gara-gara warisan, kan?

Kemungkinan Terburuk

Oke, di atas kasusnya Denis ternyata sudah mempersiapkan semuanya. Namun bagaimana kalau yang terjadi investor reksa dana meninggal dan belum sempat memberitahu keluarga tentang investasinya tersebut?

Tenang dulu. Manajer investasi yang aktif akan rajin memberi laporan rutin via email. Nah, secara peraturan, manajer investasi wajib melakukan yang namanya update data investor.

Update data ini dilakukan sesuai dengan profil risiko yang diambil masing-masing investor. Bagi investor dengan profil risiko rendah, update data wajib dilakukan paling lambat 2 tahun sekali. Untuk profil risiko menengah dan tinggi masing-masing dilakukan paling lambat 1 tahun dan 6 bulan sekali.

Dalam proses update data inilah manajer investasi akan terus mencoba menghubungi investor reksa dana. Jika tidak mendapat respon dari investor, mereka biasanya akan menghubungi nomor lain atau mendatangi rumah investor.

Dengan cara terakhir ini, pihak keluarga waris pada akhirnya bisa mengetahui tentang rekening investasi reksa dana. Bagi pihak perusahaan investasi reksa dana sendiri tentu saja memperoleh informasi bahwa investornya telah meninggal.

Oleh karena itu, sangat disarankan bagi para investor reksa dana untuk memberi informasi selengkap dan sejelas mungkin saat membuka rekening.

Apa yang Harus Dilakukan Ahli Waris?

investor reksa dana
Kalau mau lawan musuh dalam perang ya harus persiapan dong (Pria Berpedang / Topten)

Ahli waris seorang investor reksa dana pada umumnya diberi dua pilihan: meneruskan investasi atau mencairkan.

Jika sang ahli waris memutuskan untuk meneruskan, nama investor yang meninggal harus segera diganti menjadi nama si ahli waris. Prosedur formalnya, reksa dana atas nama investor meninggal dijual. Nah, dana penjualan itu digunakan untuk membeli reksa dana dengan nama si ahli waris.

Lalu bagaimana saat si ahli waris memilih pilihan yang kedua, yaitu mencairkan reksa dana? Akan dilakukan penjualan unit penyertaan reksa dana. Saat dana investasi sudah masuk ke rekening bank milik investor, baru dilakukan pembagian secara adil kepada para ahli waris yang berhak berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Dokumen yang harus dipersiapkan oleh ahli waris

Segala sesuatu yang berhubungan dengan warisan berbentuk harta atau materi, tentu ada ketentuannya. Pihak bank atau lembaga keuangan yang mengelola dana investasi reksa dana mengharuskan ahli waris melengkapi dokumen berikut ini:  

1. Surat keterangan waris dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Klien Muslim – fatwa waris atau penetapan waris dari Pengadilan Agama

b. Non-Muslim pribumi – surat keterangan hak waris dari lurah/camat

c. Non-Muslim Tionghoa – surat keterangan waris dari notaris

d. Non-Muslim Timur asing – surat keterangan waris dari Balai Harta Peninggalan (BHP)

2. Surat pernyataan yang ditandatangani oleh seluruh ahli waris yang namanya tercantum dalam surat penetapan waris sesuai dokumen nomor 1.

3. Surat kematian dari lurah atau camat

4. Surat keterangan kematian dari rumah sakit

5. Fotokopi KTP dari tiap-tiap ahli waris

6. Fotokopi kartu keluarga (KK)

7. Fotokopi surat nikah

8. Formulir terbagi atas 2 jenis:

9. Formulir redemption untuk keputusan dicairkan

10. Formulir redemption dan pembukaan rekening saat memutuskan untuk dialihkan ke ahli waris

Saat dokumen lengkap, proses pencairan atau pergantian nama bisa selesai dalam waktu satu hari kerja.

Mungkin saja setiap bank atau lembaga keuangan bisa memiliki persyaratan dokumen yang berbeda. Jangan salah sangka bahwa persyaratan di atas bertujuan mempersulit ahli waris.

Justru cara ini bertujuan untuk melindungi ahli waris dan perusahaan manajer investasi dari kemungkinan tuntutan hukum.

Sekali lagi, ini bukan tentang mendahului takdir kehidupan loh ya. Akan lebih bijak jika kita bisa mempersiapkan yang terbaik untuk masa depan.

Harta yang dimiliki di dunia tentu gak bisa di bawa mati, dan akan ditinggalkan untuk keluarga yang masih hidup. Terbukalah kepada anggota keluarga tentang segala hal, khususnya harta atau materi.

Gak mau kan semua hasil jerih payah yang awalnya ditujukan untuk keluarga tercinta pada akhirnya malah gak bisa dinikmati karena kurang persiapan?

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Beli Reksa Dana Lebih Baik Langsung ke Bank atau Online]

[Baca: Infographic: Semua yang Perlu Kamu Tahu Soal Investasi Reksa Dana]

[Baca: Reksa Dana Memang Menguntungkan Tapi Kena Pajak Nggak Ya]

Tags:

Tifanny

Menjadi Public Relation Officer adalah cita-cita saya beberapa tahun lalu. Ternyata pasion saya yang sebenarnya adalah menjadi penulis profesional. Keuangan adalah hal yang selama ini sering saya abaikan. Kini saya sadar bahwa keuangan memegang peran penting dalam kehidupan semua orang. Dan hal itulah yang ingin saya bagikan ke semua orang.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com