Limit Kartu Kredit Itu Asal-Usulnya Darimana Sih?

by DuitPintar 12.731 views3

limit kartu kredit

Kartu kredit sudah di tangan tapi enggak bisa ngapa-ngapain. Maksudnya? Ya limit kartu kreditnya pas-pasan. Limit kartu kredit yang pas-pasan kadang bikin kita enggak leluasa pakai. Misalnya limit kartu kredit Rp 5 juta, baru bentaran belanja bulanan di supermarket dah keburu habis.

Sebenarnya bisa saja ‘memaksakan’ bertransaksi dengan kartu kredit di atas limitnya. Istilah kerennya adalah over limit. Tapi ini enggak gratis karena ada biaya yang besarannya tergantung sama kebijakan pihak penerbit kartu kredit.

Secara umum, pengertian over limit adalah biaya yang dikenakan kepada pemilik kartu kredit jika penggunaan kartu kreditnya sudah melewati batas limit yang disetujui. Jadi kalau limit kartu kredit Rp 5 juta tetapi dipakai hingga Rp 6 juta, ya otomatis kena biaya over limit.

Doddy pernah mengaku dongkol kalau kena biaya over limit di tagihan kartu kreditnya. Dia menyebutnya sebagai biaya siluman. ”Gini nasibnya kalau limit kartu kredit enggak sampai Rp 10 juta. lewat dikit kena biaya over limit!” keluh asisten manajer di sebuah perusahaan PR agency ini.

Makanya, salah satu pengukur kesaktian kartu kredit itu ada di limitnya. Kalau limitnya kecil, mau enggak mau tak bisa leluasa dalam bertransaksi. Misalnya saja ada tawaran kredit motor dengan cicilan nol persen seharga Rp 15 juta pakai kartu kredit. Lha kalau limitnya di bawah itu, cuma bisa manyun.

Wajar dong kalau Doddy berencana ingin menaikkan limit kartu kreditnya. Dia kepengen kartu kreditnya ‘lebih sakti’ lagi saat bertransaksi keuangan.

[Baca: Kartu Kredit yang Bermanfaat Itu Adalah yang Menawarkan Fasilitas-fasilitas Ini]

Pasalnya, dia sudah merasakan nikmatnya pakai kartu kredit. ”Bukan gengsinya semata tapi bisa gampang telusuri duit dipakai buat apa saja karena kelihatan di tagihannya,” tukasnya.

Cuma sebelum menghubungi pihak penerbit kartu kredit untuk naikkan limit kartu kredit, ada baiknya tahu dulu pertimbangan bank dalam menentukan limit kartu kredit. Tentunya bank tak sembarang dalam menentukan limit kartu kredit. Apa saja itu?

1. Pendapatan 

kartu kredit
Bank punya kebijakan dalam menentukan limit kartu kredit (Beragam Kartu Kredit / Twimg)

Yang paling pertama dilihat bank dalam menentukan limit kartu kredit adalah pendapatan seseorang. Rata-rata bank akan kasih limit kartu kredit tiga kali dari pendapatan bulanan.

Misalnya saja pendapatan Rp 5 juta maka bisa dapat limit kartu kredit sampai Rp 15 juta. Tapi perlu ingat, BI sudah menerapkan kebijakan maksimum plafon kartu kredit.

2. Total utang

Bank akan melihat adakah utang atau tidak. Jika nasabah bebas utang kemungkinan limitnya akan besar. Beda kasus jika ada utang maka bank akan mempertimbangkan apakah limit yang ditetapkan itu akan membebani atau tidak.  Sebut saja apakah ada pinjaman di bank seperti KPR, KTA, dan maupun kredit multiguna.

3. Domisili

Lama tinggal di suatu tempat atau domisili turut menjadi penilaian bank dalam mengambil keputusan limit kartu kredit. Jika nasabah punya riwayat domisili di suatu tempat dalam jangka lama kemungkinan bisa mendapatkan limit kartu kredit yang relatif besar.

Kenapa? Bank tentunya tak mau ambil risiko jika terjadi tunggakan pembayaran tak bingung mencarinya. Beda sama nasabah yang sering pindah-pindah domisili mungkin limit kartu kreditnya sedikit lebih kecil.

4. Status kepemilikan rumah

 

KPR Syariah
Status kepemilikan rumah turut menentukan limit kartu kredit (Rumah / WordPress)

Status kepemilikan rumah penting banget bagi bank. Coba deh lihat aplikasi pengajuan kartu kredit pasti diminta jawab pertanyaan ‘status kepemilikan rumah saat ini’. Bank tentunya lebih memprioritaskan nasabah pemilik rumah dibanding yang masih ngontrak atau ngekos.

5. Jumlah pengajuan pembuatan kartu kredit

Jumlah pengajuan pembuatan kartu kredit bisa mempengaruhi besaran limit kartu kredit lho. Artinya, makin banyak mengajukan permohonan pembuatan kartu kredit kemungkinan besar limitnya lebih kecil.

Cuma perlu diingat, BI sudah membatasi kepemilikan kartu kredit berdasarkan pendapatannya. Mereka yang pendapatannya antara Rp 3-10 juta maksimum hanya punya dua kartu kredit.

6. Jumlah kredit yang dimohon nasabah

Bank akan menilai dengan hati-hati permohonan nasabah yang meminta besaran nominal limit kartu kredit tertentu. Bank akan mengukur apakah permohonan itu layak atau tidak. Dilihat juga sejauh mana limit kartu kredit itu bakal membebani keuangan bulanan nasabah ataukah sebaliknya.


Rata-rata itu pertimbangan bank dalam menentukan limit kartu kredit. Di samping itu, bank juga wajib mematuhi aturan main dari BI dalam penentuan limit kartu kredit. Pasalnya, BI mengingatkan agar pemilik kartu kredit memahami limit kartu kredit disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan untuk melunasinya.

Dari situ Doddy bisa mengukur apakah bisa menaikkan limit kartu kreditnya. Lagi pula mengajukan permohonan menaikkan limit kartu kredit itu adalah hak nasabah. Nah apa saja yang perlu Doddy ketahui agar permohonannya dikabulkan?


1. Saldo tabungan

Sisa saldo di tabungan bisa mempengaruhi besaran limit kartu kredit. Ya kalau saldonya cekak bisa jadi bank bakal memberi limit kartu kredit kecil.

Pertimbangannya dari saldo tabungan yang dimiliki. Beda kasus kalau saldo tabungannya besar yang akan membuat bank memberi limit kartu kredit yang lebih besar pula.

scan buku tabungan
Saldo tabungan pun bakal dicek lebih dulu (Buku Tabungan / Blogpost)

2. Sejarah transaksi

Bisa disebut bank itu punya sifat pengertian. Maksudnya mengerti banget sama prestasi nasabahnya. Kalau nasabahnya punya rekam jejak selalu melunasi kartu kredit tepat waktu, maka reputasi di dunia perutangan bagus.

Bank pun bakal dengan senang hati memberi limit kredit lebih tinggi bagi kelompok nasabah yang sukses menyelesaikan tagihannya. Bahkan tak jarang bank berinisiatif menawarkan perubahan limit kartu kredit sebelum diminta.

3. Tiada tunggakan

Doddy bakal dianggap sebagai ‘anak manis’ jika selama pakai kartu kredit tak pernah sekalipun menunggak. Bank melihat Doddy sebagai nasabah yang minim risiko sehingga layak dikabulkan permintaan limit kartu kreditnya dinaikkan.

4. Lunasi tagihan kartu kredit dengan kartu kredit lain

Kalau kebetulan punya kartu kredit lain, cobalah digunakan untuk membayar tagihan kartu kredit. Cara ini membuat bank tahu kalau nasabahnya punya kartu kredit dari bank lain. Biar nasabahnya tetap setia menggunakan kartu kredit terbitannya, bank bakal menawarkan kenaikan limit kartu kredit.

5. Aktif digunakan

Seberapa sering kartu kredit dipakai turut menentukan bank dalam pertimbangan menaikkan kartu kredit. Artinya, bank bisa melihat kalau kartu kredit itu aktif dan frekuensi digeseknya sering. Hal ini menandakan si pemiliknya sering bertransaksi keuangan.

limit kartu kredit
Penentuan limit kartu kredit juga berdasarkan alasan keamanan nasabah (Keamanan Kartu Kredit / ehowcdn)

Ternyata sederhana bukan cara menaikkan limit kartu kredit? Cuma kenaikan kartu kredit ini bisa menjadi buah simalakama.

Di satu sisi bisa membuat daya beli menjadi besar dan di sisi lain besaran utang pun membengkak. Maka itulah, sebaiknya tetap bijak menggunakannya. Kadang kala bank memberi batasan limit kartu kredit demi alasan keamanan untuk nasabahnya.


Perlu dicatat lagi, kartu kredit hanyalah alat bantu transaksi bukan uang tunai lebih. Keleluasaan dalam bertransaksi tanpa uang tunai memang kelebihan kartu kredit. Tapi tetap pahami keleluasaan itu selalu dibatasi demi kepentingan nasabah dan penerbit kartu kredit.

 

limit kartu kredit

Masih banyak lagi dari duitpintar.com