Lindungi Diri dari Investasi Bodong dengan Lakukan 5 Langkah Ini

by Bunga D. Kusuma 1.715 views0

untuk jam 6

Finansialku

Cukup banyak investasi bodong yang bermunculan dan terkuak oleh OJK. Makanya gak heran kalau gak sedikit masyarakat Indonesia yang menjadi korban dari investasi bodong.

Daya jual investasi bodong itu sendiri adalah iming-iming keuntungan besar. Dan berhubung tingkat pemahaman keuangan di Indonesia juga masih rendah, ini menjadi penyebab maraknya berbagai kegiatan investasi bodong di tengah masyarakat.

Di tahun 2016, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia meningkat menjadi 29,66 persen dan indeks inklusi keuangan sebesar 67,82 persen. Angka ini pun telah naik dari yang sebelumnya di tahun 2013, yakni tingkat literasi keuangan hanya sebesar 21,84 persen dan indeks inklusi keuangan 59,74 persen.

Data ini diambil dari hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dirilis oleh OJK. Meski demikian, angka sebesar 29,66 persen belum bisa dikatakan tinggi.

Dengan kurangnya tingkat literasi keuangan, wajar saja banyak dari kita yang mudah terbuai investasi bodong. Namun, investasi bodong tentunya punya perbedaan yang mencolok dengan investasi yang sebenarnya.

Perbedaan itu pun bisa kamu pahami. Biar lebih jelasnya, teliti dulu deh lewat ulasannya di bawah ini:

1. Cari tahu apakah sudah terdaftar di OJK

OJK
Kalau udah terdaftar di OJK, pasti lebih aman. Soalnya ada yang mantau dan mengawasi (OJK/ annualreport)

Salah satu tolak ukur melihat investasi bodong adalah dengan mengecek apakah perusahaan investasi yang menawarkan tersebut terdaftar di OJK atau tidak.

OJK atau Otoritas Jasa Keuangan adalah lembaga pengawas dan pengatur seluruh kegiatan dalam sektor keuangan, termasuk mengawasi bank, investasi pasar modal, asuransi, dana pensiun, bisnis pembiayaan, dan lain-lainnya. OJK juga punya wewenang untuk mengawasi segala jenis investasi di Indonesia.

Meski begitu, ini tidak berarti bahwa perusahaan yang telah mengantongi izin dari OJK gak akan melakukan pelanggaran hukum. Pada November tahun 2014 pun OJK telah menemukan 262 penawaran investasi yang bermasalah, Sebanyak 218 di antaranya tidak memiliki izin OJK, dan sisanya telah berada di bawah izin OJK.

Makanya, kamu perlu berhati-hati walaupun sebuah perusahaan investasi telah memiliki izin dari OJK. Pahami juga rekam jejak perusahaan penyedia investasi tersebut.  

2. Waspadai investasi yang katanya menjanjikan tapi gak masuk akal

Beberapa tahun silam, dunia investasi sempat dihebohkan dengan terkuaknya salah satu praktik investasi bodong yang dilakukan oleh Koperasi Langit Biru (KLB). Koperasi ini menawarkan hasil investasi yang sangat tinggi, salah satunya adalah paket investasi besar senilai Rp 9,2 juta.

Dalam paket investasinya, investor dijanjikan bonus sebesar Rp 1,7 juta selama sembilan bulan, Rp 12 juta pada bulan kesepuluh ke atas, dan Rp 31,2 juta pada bulan ke-24. Siapa yang gak mau coba? Kamu mau dong pasti kalau dapat keuntungan sebesar itu.

KLB pun berhasil menghimpun lebih dari 125 ribu anggota. Baru belakangan diketahui bahwa investasi itu kosong dan hanya money game belaka. Pemilik koperasi tersebut melakukan penipuan hanya dengan gali lubang tutup lubang.

Modus penipuan yang dilakukan oleh KLB adalah dengan iming-iming hasil investasi yang gak masuk akal. Jika investasi nyata hanya menawarkan keuntungan 10-30 persen per tahun, KLB berani menjanjikan sebesar 40-60 persen per tahun.

Sebetulnya, gak semua investasi dengan hasil besar adalah investasi bodong. Asalkan kamu tahu instrumen investasi yang digunakan. Hasil investasi sebesar 40-60 persen juga bukan sesuatu yang mustahil.

Kegiatan investasi bodong seperti yang dilakukan oleh KLB biasanya menyasar calon investor yang minim atau sama sekali gak memiliki pengetahuan investasi yang memadai. Banyaknya korban yang terjebak dalam skema investasi bodongnya pun menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat memang gak memiliki pengetahuan investasi yang cukup.

3. Cermati produk investasinya

Salah satu ciri umum investasi bodong adalah investasi tersebut gak punya produk dan produktivitas yang jelas. Tawaran investasi ini semata-mata cuma menawarkan imbal hasil tinggi tanpa kejelasan apa yang dijualnya.

3.-3-Senjata-Andalan-untuk-Menghindari-Investasi-Bodong-1
Jangan cuma tergoda iming-iming untung besar. Kalau ujung-ujungnya dibawa kabur, nangis deh ntar (maling/ cirebontrust)

Bila dibandingkan produk investasi bodong dengan investasi lainnya, katakanlah saham, produk ini mempunyai produktivitas yang jelas, yaitu aktivitas emiten. Alat ukurnya pun jelas, yaitu kinerja emiten. Begitu pula dengan properti, bentuk produknya bisa dibuktikan keberadaannya.

Kontras sekali dengan investasi bodong yang gak punya kejelasan produk dan produktivitas. Investasi bodong gak menghasilkan aktivitas dan prosesnya.

Aktivitas yang dilakukan hanya berupa money game, yaitu menggunakan uang nasabah setelah membayar hasil investasi. Skemanya akan terus seperti itu hingga akhirnya gak bisa mendapatkan investor lagi dan setoran keuntungannya pun macet.

Salah satu tips untuk menghindarinya adalah dengan menanyakan secara jelas apa yang didapatkan dengan menyetor uang. Investasi secara umum hanya terbagi dua, yaitu real asset dan paper asset.

Real asset sendiri adalah bentuk investasi yang nyata, yang bisa dipantau keberadaannya. Sementara paper asset berupa surat yang nilainya bisa dipantau secara transparan.

Hal ini adalah hal yang penting. Bila sebuah tawaran investasi gak bisa meyakinkanmu akan hal ini, maka kamu patut mencurigainya sebagai investasi bodong.

4. Awasi penggunaan skema Ponzi

Investasi yang cepat mendatangkan uang biasanya menggiurkan. Skema yang digunakan pun bisa berupa arisan atau money game seperti yang dijelaskan di atas. Sebetulnya, skema-skema investasi bodong tersebut merupakan turunan dari skema Ponzi.

Print
Skema Ponzi menjanjikan keuntungan yang fantastis tapi sumbernya dari investor baru. Kalau investor baru gak ada lagi? Ya wassalam (Ponzi/ abaforlawstudents)

Di Indonesia telah banyak terjadi penipuan investasi yang tergolong sebagai skema Ponzi. Biasanya keuntungan yang dijanjikan cukup fantastis, dibandingkan jumlah setoran yang diminta. Nasabah pun diminta memberikan setoran awal sekian juta, dan nantinya ia akan mendapatkan penghasilan pasif yang cukup besar.  

Masalahnya, bisa saja pada awalnya kamu mendapatkan persentase keuntungan yang dijanjikan, namun ketika nasabah sudah gak lagi bertambah, maka uang akan macet. Kok gitu? Karena skema Ponzi ini memanfaatkan persentase dari dana investor yang menyetor belakangan.

Karena itulah skema ini disebut skema piramida, di mana investor di atasnya akan diuntungkan terus oleh setoran investor di bawahnya. Ketika uang sudah mulai macet, maka perusahaan bodong tersebut pun akan melarikan diri dan uang nasabah akan hilang seketika.  

5. Mencermati tawaran MLM

MLM atau juga dikenal Multi Level Marketing, adalah jenis pemasaran berjenjang. Memang gak semua MLM jelek, namun modus-modus investasi bodong berbasis operasional MLM semakin banyak.

Hampir mirip dengan skema piramida, MLM yang jelek juga biasanya memiliki ciri-ciri berikut:

  • Gak memiliki produk yang sungguh-sungguh menarik.
  • Gak memfokuskan pada produk, melainkan pada perekrutan dan pengutipan komisi anggota yang direkrut belakangan. Tentunya dengan iming-iming penghasilan pasif.

MLM pada dasarnya adalah sistem pendistribusian barang dari produsen ke konsumen dengan memanfaatkan jenjang bertingkat. Untuk jenis MLM yang legal, pemerintah melakukan supervisi yang ketat.  

Seperti diketahui, investasi bodong di Indonesia sudah memakan korban mencapai lebih dari Rp 40 triliun. Jumlah ini akan terus bertambah bila gak ada kesadaran dalam membedakan investasi bodong.

Gimana guys, sudah jelas kan dengan yang namanya investasi bodong? Pokoknya selalu ingat poin-poin ini ya kalau ditawarkan produk investasi. Ayo jadi investor cerdas, jangan cuma ngejar keuntungan belaka tanpa pertimbangan!

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Bukan Investasi Bodong; Fund Fact Sheet Jadi Bukti Transparansi Reksa Dana]

[Baca: Waspada dengan 7 Penipuan Berkedok Investasi Berikut Ini!]

[Baca: Awas Tertipu Bisnis Investasi Emas, Cermati Modus Money Game]

Masih banyak lagi dari duitpintar.com