Makan Murah di Kaki Lima Bisa Bikin Nyesel Kalau Ngelakuin 5 Hal Ini

by Tifanny 1.426 views0

Makan Murah Di Kaki Lima

Siapa sih yang gak suka makan di warung kaki lima? Udah enak, menunya bervariasi, terus hemat juga.

Tapi tahu gak sih, niat makan murah di kaki lima bisa cuma jadi niat kalau kamu ngelakuin lima hal ini:

1. Order terus sampai buncit

Harga makanan di warung kaki lima memang juara murahnya, tapi sering kali porsinya pun gak sebanyak di restoran. Ini nih yang bikin pengeluaran jadi bengkak. Khususnya buat yang pelihara naga di dalam perut alias makannya banyak.

murah meriah
Tuh lihat kalau kebanyakan makan bisa maju terus pantang mundur lho hehehe (Perut Buncit / craveonline)

Buat yang makannya banyak, seporsi nasi uduk sama ayam goreng gak akan bikin kenyang. Alhasil, pesen deh tuh sampai dua porsi. Belum lagi ditambah sayuran, minuman, dan lauk lain kalau masih merasa kurang. Coba saja hitung kalau gak percaya.

Contoh menu yang dipesan:

– Nasi uduk: Rp 6.000

– Ayam bakar: Rp 18.000

– Sayur cah kangkung: Rp 8.000

– Tahu atau tempe: Rp 2.000

– Es teh manis: Rp 7.000

Total: Rp 41.000

Kalau hanya sekali makan sih masih hemat ya ngeluarin Rp 41.000. Nah kalau tambah porsi sampai beberapa kali? Rencana makan murah di kaki lima ya cuma wacana kalau gini ceritanya.  

[Baca: Mau Makan Murah di Jakarta Timur Dengan Rp 50 Ribu? Di 7 Tempat Ini Aja]

2. Kelamaan nongkrong

murah meriah
Hayoo jangan kelamaan nonkrong, besok masih kerja masbro! (Pulang Kerja Nongkrong / winnetnews)

Ngumpul dan ngobrol ngalor-ngidul sama teman-teman emang paling seru dan sering bikin lupa waktu ya, termasuk di warung kaki lima. Bayangin deh kalau sekali nongkrong, betah duduk berlama-lama. Bisa-bisa perut yang sudah terisi makanan dan kenyang, bisa terasa lapar dan haus lagi.

Akhirnya pesan lagi deh ini-itu. Emang sih cuma cemal-cemil doang atau pesan minuman doang. Tapi kalau terus-terusan? Akhirnya tiba saatnya bayar dan kaget sendiri deh lihat bon.

3. Sok traktir biar dibilang royal

murah meriah
Tuh dengerin apa kata Om Bob, gak usah sok kaya kalau makan masih ngutang hehehe (Bob Sadino / merdeka)

Murah sih. Tapi kalau sering-sering nraktir tiap nongkrong di kaki lima, jangan ngeluh kalau dompet sekarat pas tengah bulan. 

Jangan hanya karena demi gengsi, kamu rela membahayakan kantong ya. Ingat, masih ada hari esok. Jangan sampai baru tanggal 15 udah makan mie instan setiap hari sampai akhir bulan.

[Baca: Gak Usah Gengsi Lakukan 7 Hal Ini Kalau Gak Mau Keuangan Sekarat Akhir Bulan]

4. Royal sama pengamen dan pengemis

Terlepas dari harga miring dan suasana merakyat, makan murah di kaki lima itu identik sama pengamen dan pengemis. Anehnya, di setiap warung kaki lima yang ramai, di situ pula pengamen dan pengemisnya banyak kayak bubaran buruh pabrik.

murah meriah
Tuh, musti hati-hati deh kalau sama yang pura-pura gini! (Pengemis Pura-Pura Cacat / tribunnews)

Silih berganti mereka bakal datang buat mengais recehan kamu. Mau sedekah kepada mereka gak apa-apa, tapi kalau setiap pengamen dan pengemis yang datang selalu kamu “sawer” Rp 2 ribu perak, kerasa juga lho.

Kalau lima orang aja yang datang, udah Rp 10 ribu sendiri yang kamu keluarin. Belum buat bayar tukang parkir sama makanannya. Hamsyong deh.

5. Nongkrong setiap malam

Segala sesuatu yang sifatnya telalu berlebihan pasti gak baik. Sama halnya kalau nongkrong di warung kaki lima setiap malam. Mending kalau cuma ikutan nongkrong atau minum doang. Lah kalau setiap malam jajan? Apa gak bikin kantong meringis?

Kalau udah gak ada duit gimana? Tinggal nangis bombay lalu menyesal deh! (Amsyong / druva)
Kalau udah gak ada duit gimana? Tinggal nangis bombay lalu menyesal deh! (Amsyong / druva)

Semalam saja kalau kamu ngeluarin Rp 50 ribu, dikali 22 hari kerja, sudah berapa tuh? Rp 1,1 juta! Duit segitu kan idealnya bisa buat pos tabungan atau investasi lho.

Selain gak sehat buat kantong, sering jajan gitu juga bisa berdampak buat kesehatan kamu. Kalau sakit, biaya berobat ke dokter kan pasti jauh lebih mahal.

Bener kalau makan murah di kaki lima bisa ngehemat bujet jajan. Tapi kalau dilakukan sembarangan dan gak terkontrol, sama aja bohong. Mending sekalian aja makan di restoran mahal tapi sekali sebulan. Iya gak?

Tags:

Tifanny

Menjadi Public Relation Officer adalah cita-cita saya beberapa tahun lalu. Ternyata pasion saya yang sebenarnya adalah menjadi penulis profesional. Keuangan adalah hal yang selama ini sering saya abaikan. Kini saya sadar bahwa keuangan memegang peran penting dalam kehidupan semua orang. Dan hal itulah yang ingin saya bagikan ke semua orang.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com