Manfaat Cek Kesehatan Jantung: Jangan Salah Pilih Asuransi yang Pas

by DuitPintar 4.425 views1

cek kesehatan jantung

Orang biasanya baru periksa ke dokter kalau udah ngerasa ada yang salah pada dirinya. Istilah kerennya, orang cenderung ke tindakan kuratif alias pengobatan daripada preventif atawa pencegahan.

 

Alasannya klasik: gak mau ngeluarin duit karena belum pasti sakit. Okelah, kita gak mau duit yang dihasilkan dari kerja keras terbuang sia-sia.

 

Tapi, upaya preventif ini bukan perbuatan sia-sia. Apalagi preventif terhadap penyakit kritis, seperti jantung!

 

Masih ingat bagaimana penyakit jantung merenggut nyawa artis yang juga politikus, Adjie Massaid? Gak ada yang nyangka pria gagah yang rajin berolahraga itu bisa terkena serangan jantung.

 

Di Indonesia, penyakit jantung adalah penyakit paling mematikan nomor 2 setelah stroke. Padahal, menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama, penyakit ini bukan salah satu pembunuh terbesar manusia pada 1990-an.

 

Pemicu penyakit ini umumnya adalah gaya hidup perkotaan yang dekat dengan junk food dan stres. Faktor keturunan juga berperan besar.

 

Jadi, kalau orang tua punya riwayat penyakit jantung, tetep mesti waspada walau udah rajin berolahraga dan makan makanan sehat. Karena itulah cek kesehatan jantung itu penting.

 

Kita gak bisa menduga-duga, kena atau gak ya? Kepastian bisa didapat lewat cek kesehatan jantung.

 

Gak mau kan, tiba-tiba terkapar kena penyakit jantung. Padahal masih ada keluarga yang disayangi dan harus ditanggung kehidupannya.

 

[Baca: Melihat Pentingnya Asuransi bagi Masa Depan Keuangan Anda]

 

Dalam hal ini, manfaat cek kesehatan jantung yang lain bisa dipetik. Yakni, bagaimana melakukan penanggulangan.

 

Yang paling utama, tentu kita perlu memperbaiki gaya hidup. Jauhi kebiasaan yang meningkatkan risiko penyakit jantung. Selain itu, kita bisa mempertimbangkan asuransi yang tepat untuk melindungi keluarga.

 

Melindungi Keluarga Lewat Asuransi

Salah satu cara menanggulangi dampak penyakit jantung adalah mengikuti asuransi yang tepat. Setidaknya ada 3 pilihan asuransi bagi yang hendak melindungi keluarga dari ancaman telantar lantaran kehilangan pencari nafkah, yakni:

 

– Asuransi Jiwa

– Asuransi penyakit kritis

– Asuransi + BPJS

 

Untuk menentukan mana asuransi yang pas, mari kita ulas bersama-sama manfaat tiga proteksi tersebut.

 

1Asuransi Jiwa

cek kesehatan jantung

Asuransi jiwa bermanfaat khususnya untuk mereka yang sudah berkeluarga 

 

Asuransi jiwa adalah produk asuransi yang memberikan manfaat jika yang tertanggung meninggal dunia. Misalnya seorang bapak meninggal saat polis asuransi jiwanya masih berlaku, keluarganya akan mendapat uang pertanggungan.

 

Bisa dibayangkan betapa bernilainya materi tersebut bagi kelangsungan hidup keluarga. Meski nyawa tentu gak sebanding dengan materi berapa pun jumlahnya.

 

Selain itu, asuransi ini bisa diklaim jika seseorang sudah mencapai usia senja. Sebab, pada saat ini ia tak lagi bisa mencari nafkah buat keluarga.

 

Kalau hendak menanggulangi dampak penyakit jantung lewat asuransi jiwa, berarti perlindungan buat keluarga tersedia ketika kita tiada. Biaya-biaya yang timbul akibat penyakit itu gak ditanggung.

 

[Baca: Mengulas 4 Macam Asuransi Jiwa Agar Anda Tahu Pilih yang Mana]

 

2. Asuransi penyakit kritis

Sesuai dengan namanya, asuransi ini menanggung risiko penyakit kritis. Selain jantung, penyakit yang biasanya dikategorikan kritis antara lain:

 

– Stroke

– Gagal ginjal

– Gagal hati

– Koma

– Luka bakar hebat

 

Uang pertanggungan akan cair begitu kita didiagnosis terkena penyakit kritis sesuai dengan polis. Tapi bukan berarti kita bisa langsung mengikuti asuransi ini begitu tahu sakit kritis.

 

cek kesehatan jantung

Penyakit jantung termasuk kategori penyakit kritis, jadi jangan remehin proteksi asuransinya ya

 

 

Polis asuransi ini umumnya berlaku 30-60 hari setelah penandatangan. Jadi, biaya perawatan baru ditanggung jika diagnosis muncul kemudian, bukan sebelumnya.

 

Kita seperti sambil menyelam minum air jika ikut asuransi penyakit kritis. Selain mendapat perlindungan dari penyakit kritis non-jantung, kita beroleh uang pertanggungan dalam proses penyembuhan. Uang bukan cair ketika kita meninggal.

 

3. Asuransi swasta + BPJS Kesehatan

Yang terakhir, memanfaatkan koordinasi manfaat asuransi swasta dan BPJS. Jadi, kita ikut dua layanan asuransi.

Karena itu, kita juga mendapat dobel manfaat, yaitu:

 

1. Kita gak perlu bayar biaya pengobatan dari puskesmas sampai rumah sakit pakai BPJS

2. Kita bisa naik kelas waktu dirawat di rumah sakit pakai asuransi swasta

 

Tapi, ini berarti kita juga mesti dobel membayar iuran. Bila sudah ada asuransi dari kantor, itu bagus, karena kita tinggal daftar BPJS. Bahkan saat ini kantor juga diminta mengikutkan karyawannya ke program BPJS Kesehatan, gak cuma Ketenagakerjaan.

 

cek kesehatan jantung

Jangan remehin fasilitas kesehatan yang disediakan oleh pemerintah ya, asal mau bersabar, BPJS Kesehatan banyak manfaatnya 

 

 

Namun harus diingat, proses koordinasi manfaat harus ditempuh sesuai dengan prosedur. Kalau menyalahi prosedur, gak mungkin manfaat itu bisa dinikmati.

 

[Baca: Untungnya Kita Sudah Bisa Merasakan Koordinasi Manfaat BPJS Kesehatan dengan Pihak Asuransi Swasta, Nih Buktinya!]

 

 

Dari tiga butir penjelasan di atas, semoga kita bisa lebih bijak mengambil keputusan. Seperti kata pepatah lama, lebih baik mencegah daripada mengobati.

 

Cek kesehatan itu penting agar bisa bersiap menanggulangi risiko di depan mata. Sebagai langkah antisipasi dampak risiko itu, asuransi bisa diambil demi melindungi keluarga dari ancaman bangkrut.

 

 

 

Image Credit:

  • http://4.bp.blogspot.com/-Tyx-9HKHeFU/U-cP0OfZH1I/AAAAAAAAAlM/kRZF10OvFPs/s1600/life-insurance-cost.jpg
  • http://www.protekita.com/wp-content/uploads/2015/05/asuransi-penyakit-kritis.jpg?a37e88
  • http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/685665/big/ilustrasi-bpjs-140603-andri.jpg

Tags:

Masih banyak lagi dari duitpintar.com