Mau Beli Mobil Bekas? Jangan Cuek Sama Dokumen Ini Ya

by akbar 885 views0

Mau Beli Mobil Bekas

Gak hanya urusan fisik, mesin, dan kaki-kaki yang harus kamu perhatikan saat mau beli mobil bekas. Masih ada hal lain yang perlu kamu teliti karena itu ibarat nyawanya mobil bekas tersebut.

Beli mobil bekas memang bisa menguntungkan secara finansial. Namun tanpa dokumen-dokumen ini, kamu bakal kesulitan untuk mengurus kepemilikan baru. Pastikan juga semuanya lengkap dan datanya benar.

Nah, apa saja sih dokumen yang gak boleh kamu cuekin saat membeli mobil bekas? Mari simak di bawah ini.

1. Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB)

BPKB adalah surat yang menandakan kepemilikan kendaraan secara sah. Ada dua tampilan BPKB yang perlu kamu ketahui.

Mau Beli Mobil Bekas
Kalau mobil yang mau kamu beli gak ada BPKBnya, lebih baik gak usah dibeli sekalian (bpkb/bintang otomotif)

Untuk BPKB lama, bukunya berwarna biru dan berisi 22 halaman. Nomor BPKB tercetak timbul di pojok kanan atas, dan memakai kode huruf di akhir nomor BPKB. Dalam BPKB lama ini juga tidak ada nomor KTP pemilik yang ditampilkan.

Sedangkan BPKB baru, bukunya berwarna coklat. Jumlah halaman lebih tipis, yaitu 10 halaman. Nomor BPKB terletak pada sisi vertikal bagian kanan, tidak ada kode huruf di akhir nomor BPKB, dan nomor KTP pemilik tercantum di halaman pertama.

Waspadalah, banyak orang yang menyalahgunakan BPKB untuk mencari keuntungan. Jangan cuma kamu cermati, tapi pahamilah dengan baik wujud dari BPKB itu.

Periksalah isi BPKB. Apakah ada perubahan dari alamat pemilik, keterangan kepabeanan, catatan perlunasan pajak dan lainnya. Sesuaikan juga nomor rangka, mesin, tipe, nopol, tahun pembuatan, dan warna mobil dengan apa yang tercantum di BPKB.

Tanpa BPKB, mobil yang kamu beli bisa saja merupakan mobil curian. Walau ditawari harga murah, risikonya besar. Bahkan bisa menyeretmu ke penjara.

2. Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) dan Lembar Pajak

Sama seperti BPKB, kamu pun wajib mencocokkan data yang tertera di STNK dengan mobil bekas yang mau kamu beli. Sedangkan di lembar pajak, kamu bisa mengetahui kapan pajak mobil tersebut jatuh tempo.

Mau Beli Mobil Bekas
Jangan cuma perhatiin pajaknya aja, perhatikan juga yang lain. Cocokkan dengan spesifikasi mobilnya (STNK/Polres Cimahi)

Pastikan mobil yang akan kamu beli pajaknya belum kadaluarsa. Karena kalau sudah kadaluarsa, sudah pasti kamu kena denda ketika perpanjang pajak atau balik nama.

STNK pun banyak palsunya, oleh karena itu kamu tetap harus waspada. Cara membedakan yang asli dan palsu juga butuh ketelitian, gak cukup hanya dicek aja.

Tulisan di STNK asli tidak akan luntur jika terkena air. Tinta dan kertasnya pun memiliki kualitas tinggi. Periksa juga di sisi kanan atas, harusnya terdapat hologram logo korps Polri dan tulisan STNK. Ada juga pita atau benang pengaman yang dibuat seperti rajutan di bagian sisinya.

Jika kamu ragu, periksalah STNK itu ke Samsat. Ajak pemilik untuk ikut bersamamu guna memastikan keaslian STNK-nya.

3. Faktur

Faktur merupakan bukti pembelian yang diberikan kepada dealer saat mereka menerima unit dari pabrik. Faktur berisikan keterangan nomor mesin, rangka, harga penjualan dealer, dan nama pembeli pertama.

Dari faktur inilah nantinya lahir apa yang namanya BPKB. Dan kamu bisa mengetahui mobil ini tangan pertama atau kedua.

Bila mobil bekas yang ingin kamu beli tidak disertai faktur, kamu masih bisa membuatnya kembali dengan membawa surat keterangan hilang dari kepolisian ke agen pemegang merek (APM) yang bersangkutan. Biayanya bervariasi, tergantung APM masing-masing mobil.

Mau Beli Mobil Bekas
Pastika nomor rangkanya juga sama dengan yang tercantum di faktur (no rangka/Autobild)

Pada dasarnya, faktur bukanlah dokumen yang diperlukan untuk perpanjang STNK atau balik nama. Namun jika hilang, itu bisa membuat harga jual mobilmu menjadi lebih rendah.

4. Kuitansi pembelian

Jangan lupa untuk menyediakan kuitansi bermaterai 6.000 ketika melakukan transaksi beli mobil bekas. Kuitansi sangat penting jika kamu berniat menjual lagi mobil tersebut di masa yang akan datang.

Pastikan kuitansi tersebut ditandatangani pemilik kendaraan sesuai BPKB. Dengan kuitansi ini pun kamu jauh lebih tenang ketika harus melakukan balik nama.

Pada intinya, bakal ada banyak hal yang harus kamu pertimbangkan ketika mau beli mobil bekas. Oleh karena itu, penting untuk teliti, dan pastinya jangan buru-buru.

Mencari pembanding itu penting. Ada baiknya kamu survei harga ke showroom dulu selama sepekan sebelum akhirnya memutuskan beli yang mana.

Dan ketika ingin beli, jangan lupa dengan 4 dokumen ini ya. Selamat berburu mobil bekas!

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Tarif STNK-BPKB Naik, Yakin Mau Beli Mobil Baru?]

[Baca: Sering Bawa Mobil? Berikut 6 Tips Hemat BBM Ala DuitPintar]

[Baca: Sering Keluar Kota Pakai Mobil Pribadi? Begini Caranya Melindungi Diri]

Tags:

Masih banyak lagi dari duitpintar.com