Mau Beli Reksa Dana? Perhatikan Dulu 5 Hal Ini

by akbar 1.589 views0

Beli Reksa Dana

punya dana terbatas

Produk investasi dalam bentuk reksa dana memang cukup populer di kalangan masyarakat. Setiap reksa dana yang ditawarkan oleh para manajer investasi dan agen penjual reksa dana memiliki keunggulan masing-masing dari segi keuntungan maupun risiko.

Tentunya hal ini akan sangat membingungkan bagi investor awam yang ingin berinvestasi tapi masih minim pengetahun tentang reksa dana. Oleh karena itu, perlu banget untuk tahu apa saja yang harus dilakukan sebelum membeli reksa dana.

Nah, supaya gak bingung, simak dulu yuk tips berikut ini:

1. Menentukan Tujuan dan Jangka Waktu Investasi

Sebagai Investor, kamu harus memiliki perencanaan atau tujuan dan jangka waktu investasi, serta mengetahui profil risiko diri sendiri dalam berinvestasi. Hal ini wajib diketahui agar kamu bisa memilih produk investasi yang tepat.

Beli Reksa Dana
pilih produk yang tepat jangan salah tangkap (mengintai/juicyecumenis)

Kamu juga harus mengetahui dan memastikan terlebih dahulu alasan mengapa membeli sebuah produk investasi. Hal ini ditujukan agar dana yang diinvestasikan dapat mencapai tujuan dan bermanfaat di kemudian hari.

Misalnya, kamu punya profil risiko rendah dan gak mau investasi di produk yang fluktuatif dalam jangka pendek. Tapi, di sisi lain kamu gak bisa investasi lama-lama, karena dana mau dipakai misalnya dalam setahun ke depan. Kalau begini, kamu cocoknya investasi di reksa dana pasar uang.

Karena reksa dana pasar uang menempatkan mayoritas asetnya pada deposito yang pergerakannya cukup stabil dengan fluktuasi pasar yang rendah. Jangka waktu investasinya pun pendek, sekitar 3-12 bulan. Dengan begitu dana investasimu bisa diambil dengan cepat.

2. Memilih Jenis dan Produk serta Manajer Investasi Reksa Dana

Setelah kamu paham akan apa yang menjadi tujuan dan berapa lama jangka waktu investasi, maka hal selanjutnya adalah memilih produk reksa dana yang tepat. Pada investasi reksa dana sendiri ada beberapa jenis reksa dana yang memiliki perbedaan dalam menghasilkan return dan risiko.

Oleh karena itu pemilihan produk reksa dana juga disesuaikan dengan profil risiko dari setiap Investor. Setelah memilih produk reksa dana, kamu harus tahu track record dan pengalaman Manajer Investasi yang mengelola produk tersebut.

Beli Reksa Dana
kalau protofolionya bagus udah jangan ragu hajar aja (jempolan / Tovigma)

Hal ini penting, lantaran kinerja reksa dana yang menjadi pilihanmu akan ditentukan oleh keahlian Manajer Investasi dalam mengelola reksa dana tersebut. Kalau mereka gak cakap, kamu bisa rugi lho.

3. Memahami Prospektus Reksa Dana

Prospektus reksa dana berisi mengenai detail produk reksa dana. Hal ini meliputi informasi produk seperti biaya transaksi (pembelian, penjualan kembali, dan pengalihan unit penyertaan reksa dana) dan komposisi aset portfolio.

Beli Reksa Dana
Pahami dulu ya baru deh beli (mempelajari pola investasi/medzoconsultoriafinanceira )

Pada portfolio juga berisi uraian pandangan Manajer Investasi yang mengelola reksa dana tersebut ke depan. Ini mencakup prediksi mereka soal kondisi dan tren ekonomi yang terjadi dan dinilai relevan dengan portofolio reksa dana, serta hal lain yang menyangkut pengelolaan reksa dana.

4. Melihat Return dan Risiko Reksa Dana

Keuntungan (return) yang akan diterima dan risiko yang ditanggung adalah hal yang tidak luput dalam berinvestasi. Karena setiap investasi, risiko berbanding terbalik dengan keuntungan (return). Semakin tinggi risiko maka potensi yang akan diterima akan semakin besar (high risk high return).

Dan dalam berinvestasi reksa dana, urutan risiko yang paling tinggi dengan potensi keuntungan paling besar adalah reksa dana saham. Kemudian reksa dana campuran memiliki risiko lebih rendah dari reksa dana saham dengan potensi return di atas reksa dana pendapatan tetap dan pasar uang.

Adapun risiko paling rendah adalah reksa dana pasar uang dengan potensi keuntungan yang tidak jauh berbeda dengan bunga deposito.

5. Melihat Kinerja Reksa Dana

Setiap bulan, Manajer Investasi yang mengelola produk reksa dana akan menerbitkan laporan kinerja (performance) reksa dana yang disebut fund fact sheet. Fund Fact sheet ini diterbitkan untuk memberikan informasi terkini mengnai komposisi porsi dan aset apa saja yang berada di dalam portfolio, serta perkembangan aset dari reksa dana.

Kinerja reksa dana dapat tercermin berdasarkan data historikal suatu reksa dana, seperti pergerakan Nilai Aktiva Bersih (NAB), return, dan risiko. Makin panjang data historis yang dipergunakan untuk mengevaluasi, maka akan menghasilkan pertimbangan yang makin baik sebelum membuat suatu keputusan investasi.

Penilaian kinerja reksa dana dengan data historikal yang baik adalah minimal lima tahun. Jika kinerja suatu reksa dana selama lima tahun terakhir bagus dan hanya mengalami kerugian kecil di saat krisis, hal itu menandakan bawa Manajer Investasi yang mengelola produk tersebut memang handal. Kinerja sebuah reksa dana bisa dibilang bagus jika kenaikannya di atas prosentase kenaikan IHSG dan reksa dana sejenis lainnya (benchmark indeks reksa dana yang sejenis).

Meski demikian, hal yang juga perlu diperhatikan adalah bahwa kinerja masa lalu suatu reksa dana bukan cerminan atau kepastian kinerja masa datang. Melainkan hanya menjadi salah satu alat untuk membuat pertimbangan sebelum kamu memutuskan berinvestasi pada reksa dana.

Jadi sudah jelas kan harus ngapain dulu sebelum beli reksa dana? Jangan sampai berinvestasi tanpa pertimbangan matang. Karena di sini masa depan kamu yang jadi taruhannya!

 

“Artikel lainnya, silakan klik tautan berikut ini : Bareksa.com

 

Masih banyak lagi dari duitpintar.com