Mau Bikin Usaha Gak Usah Nunggu Modal Cukup. Ini Alasannya

by Hardian 1.798 views0

Mau Bikin Usaha

Rencana memang segalanya ketika mau bikin usaha. Bahkan nunggu modal sampai cukup pun rela dilakukan demi rencana itu.

Masalahnya, masa penantian sampai modal dirasa cukup kadang malah merugikan. Namun bukan berarti kita mesti buru-buru bikin usaha.

Untuk mendapat gambaran lebih jelas, berikut ini kita simak untung-rugi bikin usaha kalau nunggu modal cukup.

Untung

1. Lebih Siap

Sembari nunggu modal cukup, kita bisa menyiapkan rencana bikin usaha lebih matang. Misalnya dengan mencari supplier yang menawarkan harga barang paling murah.

Bisa juga menyelesaikan perizinan sampai tuntas agar gak bermasalah ketika usaha sudah jalan. Sering didapati usaha yang dipermasalahkan lantaran dijalankan sambil mengurus izin. Mestinya, izin sudah ada dulu baru kemudian menjalankan usaha.

2. Gak ada beban cicilan utang

Mau Bikin Usaha
bebas tanpa beban gak ada yang perlu dipikirkan kecuali usahanya (bebas/shutterstock)

Ketika membuka usaha dengan bantuan utang, ada beban berupa cicilan tiap bulan. Ini yang gak dialami ketika kita nunggu modal cukup untuk menjalankan usaha.

Pokok utang dan bunga kadang menjadi beban tersendiri dalam bisnis. Misalnya ambil utang dengan tenor 3 tahun, maka selama 36 bulan mesti merelakan sebagian keuntungan untuk membayar utang.

Bila gak diimbangi dengan pengaturan keuangan yang mumpuni, bisa-bisa hanya tersisa sedikit laba. Belum lagi ketika bisnis gak berjalan seperti yang diharapkan.

3. Lebih tenang dalam usaha

Sambungan dari poin kedua, utang yang gak ada berarti beban pun sama. Artinya, usaha bisa dijalankan dengan lebih tenang tanpa kepikiran utang.

Semua orang pasti mau seperti itu, kan? Pikiran yang tenang saat menjalankan usaha bisa membuat kita lebih berhati-hati merancang strategi.

Sebaliknya, kepanikan dan pikiran yang kalut bisa berujung bencana ketika akan memutuskan sesuatu. Terutama dalam bisnis, ketenangan amat diperlukan agar langkah yang diambil gak serampangan.

Rugi

1. Bisa dibalap yang lain

Bila terlalu lama nunggu modal cukup, bukan mustahil ide di kepala terlupakan. Bisa juga ide bisnis itu ketinggalan zaman, atau bahkan didahului oleh orang lain yang berpikiran sama.

Mau Bikin Usaha
rezeki sudah ada yang atur bro gak usah takut (waralaba/ wajibbaca)

Orisinalitas dalam bisnis penting. Umumnya, kita akan dianggap mencontek atau copy cat kalau mendirikan usaha yang modelnya mirip dengan usaha lain yang sudah ada.

Dampaknya, orang akan antipati alias malas jadi pelanggan. Kecuali kita memang menawarkan keunggulan nyata, misalnya rasa makanan lebih enak jika bisnis itu di bidang kuliner.

2. Terpengaruh inflasi

Inflasi terus ada tiap tahun, bahkan sering tiap bulan. Inflasi bisa membuat harga bahan baku usaha naik, sehingga kita susah menjangkaunya.

Inilah risiko jika nunggu modal cukup untuk bikin usaha. Bila memutuskan hendak menunggu, sebaiknya kita memasukkan komponen inflasi untuk menghindari pengeluaran tak terduga ketika akan membuka usaha.

3. Kesempatan hilang

Membuka usaha antara lain bergantung pada kesempatan. Saat ini mungkin ada kesempatan di depan mata. Tapi esok hari bisa saja peluang usaha itu sirna.

Makanya, kita juga mesti bersiap menghadapi risiko kesempatan usaha yang hilang gara-gara terlalu lama nunggu modal cukup. Meski begitu, bukan berarti peluang itu bakal hilang selamanya.

Tugas kita adalah berusaha meraih kesempatan tersebut. Bukan duduk menunggu kesempatan datang lagi sambil menyesali keputusan.

4. Semangat usaha melorot

Mau Bikin Usaha
tidak semangat bekerja ujung-ujungnya jadi gagal lho (gak semangat/Okezone)

Risiko lainnya, yang mungkin paling membahayakan, adalah semangat usaha melorot. Semangat ini diperlukan untuk menjaga motivasi dalam berbisnis.

Modal penting, tapi tanpa semangat, gak akan ada artinya. Bahkan modal yang cekak pun jika ada semangat membara bisa membuat usaha maju pesat. Sudah banyak pengusaha yang bisa sukses dengan modal seadanya.

Setelah melihat sisi untung-rugi nunggu modal cukup untuk buka usaha di atas, diharapkan kita bisa memilih keputusan yang paling pas. Keputusan itu mesti dilandasi dengan kesadaran akan risiko yang dihadapi.

Selanjutnya, diperlukan langkah antisipasi untuk meminimalkan dampak risiko. Bila memutuskan nunggu modal, misalnya, harus ditargetkan berapa lama. Semangat usaha pun harus dipelihara.

Adapun jika hendak mengajukan kredit, harus dihitung kemampuan bayar. Strategi bisnis pun perlu matang dirancang agar bisa melunasi cicilan tiap bulan dari laba yang didapatkan.

Penting juga untuk melakukan riset dulu sebelum mengajukan pinjaman. Pilih yang bunganya kecil dan tenornya sesuai dengan kemampuan bayar. Ada lho, kredit multiguna dengan bunga mulai dari 12,3 persen per tahun dan tenor sampai 4 tahun.

Intinya, mau menggunakan modal sendiri atau pinjam ke bank, bisnismu tetap berpeluang sukses. Asal sudah diperhitungkan matang-matang, dan tidak hanya menjadi angan-angan belaka.

 

CTA BFI

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Ini Dia Cara Cepat Dapat Pinjaman Usaha]

[Baca: 5 Kisah Pengusaha Sukses yang Memulai Bisnis dari Nol]

[Baca: Biar Gak Mengalami Kegagalan dalam Berwirausaha, Belajar Dari 7 Hal Ini]

[Baca: Kredit Usaha Rakyat Rp 25 Juta Tanpa Agunan Bukan Hanya Isapan Jempol Loh!]

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com