Mau Keuanganmu Lebih Sehat? Menikah Saja!

by Fafa Khalifah 2.713 views0

Keuanganmu Lebih Sehat

Umur berapa sih yang pas buat nikah? Susah juga kalau disodori pertanyaan gini. Gak ada patokan pasti. Tapi biasanya pertanyaan itu ditujukan bagi yang usianya lewat 20-an.

Mungkin sekadar pertanyaan basa-basi, apalagi kalau ketemu teman lama. Pertanyaannya pasti gak jauh seputar nikah atau udah punya momongan berapa. Gak afdol kayaknya kalau gak singgung yang beginian.

Sulit rasanya mengelak ketika diajak bahas soal nikah. Ketika memasuki usia yang dianggap matang buat nikah, lumrah sudah kepikiran untuk berbagi pikulan beban hidup bersama seseorang.

Tapi di saat bersamaan, kepikiran juga rasa takut memasuki gerbang pernikahan. Bahkan sebagian sering diserang rasa ragu saat ingin memutuskan.

Misalnya dari sisi cowok. Takut dan ragu menikah bisa jadi karena masalah finansial. Merasa belum punya penghasilan tetap atau pendapatannya masih ala kadar. Padahal nikah itu gak perlu menunggu pekerjaan tetap, yang penting siap.

Sedangkan dari pihak cewek, bimbang karena menikah sama saja mengekang kebebasan. Belum lagi mesti beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan baru setelah berstatus nyonya.

Wajar saja kalau ada rasa ragu terikat dalam pernikahan. Pernikahan itu gak selalu indah ibarat cerita dongeng. Ada manis dan pahit yang mesti dihadapi ketika sudah memutuskan untuk mengarungi bahtera rumah tangga bersama pasangan.

Tapi di lain pihak, menikah itu banyak bawa keberuntungan. Nah, kali ini yang diulas secara khusus adalah keberuntungan yang berkaitan dengan finansial.

1.Kantong tebel

Keuanganmu Lebih Sehat
Tunjangan pria yang menikah pasti beda sama yang lajang, sukur-sukur bisa lebih gede (banyak uang/pilahberita)

Menikahlah dan pendapatan dengan sendirinya naik. Jangan buru-buru protes. Ini bukan asbun alias asal bunyi, tapi sudah ada bukti penjelasan secara ilmiah.

Berdasarkan riset bapak-bapak ilmuwan dari Virginia Commonwealth University terungkap cowok yang menikah pendapatannya naik 22 persen dibanding saat bujang.

Studi ilmiah itu masuk akal kok. Lagi pula gampang dibuktikan. Misalnya dari tunjangan saja. Tunjangan pria yang menikah pasti beda sama yang lajang. Entah itu tunjangan pendidikan anak, asuransi, dan syukur-syukur ada tunjangan khusus istri.

2. Bank mudah jatuh cinta

Aplikasi kredit suka ditolak bank? Gak usah galau. Ada solusi paling jitu, yakni menikahlah. Status non jomblo ikut berpengaruh terhadap lolosnya aplikasi kredit di bank.

Lebih-lebih kalau bentuk utangan itu berupa kredit pemilikan rumah (KPR). Bank bakal lebih sreg kalau calon nasabahnya adalah pasangan suami istri. Begitu ada dokumen kartu keluarga (KK), peluang KPR disetujui terbuka lebar.

Enaknya lagi, hanya yang sudah menikah saja yang bisa mengajukan KPR dengan joint income. Cara ini yang membuat cicilan KPR gak lewat dari 30 persen dari income.

3. Enteng bayar pajak

Keuanganmu Lebih Sehat
Pajak seorang lajang jelas berbeda sama yang menikah.(bayar pajak/Liputan6)

Lagi nih, yang jomblo jangan protes. Pemerintah memang gak pro sama kaum jomblo dalam urusan pajak. Tengok saja aturan main pajak penghasilan di mana yang sudah berkeluarga dapat keringanan bayar pajak.

Istri bisa terbebas dari keharusan punya Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) karena keluarga itu dianggap sebagai satu kesatuan ekonomis. Selain itu pajak makin berkurang lagi kalau ada tanggungan anak.

4. Joint income

Semua jerih payah adalah milik berdua. Itu esensi dari istilah joint income bila suami istri sama-sama bekerja. Joint income ini jelas menambah pundi-pundi duit di rekening ketika dua penghasilan digabung jadi satu.

Lalu joint income ini juga membawa rasa secure. Ketika ada masalah terhadap salah satu pendapatan, maka gak perlu gusar karena pasangan siap memberi dukungan finansial.

5. Pengeluaran terkendali

Cinta dan berbagi. Itu rumusan menikah. Rumusan itu berlaku pula dalam urusan uang. Beban pengeluaran bisa dikendalikan dan dipikul berdua. Misalnya saja berbagi pengeluaran untuk tagihan rutin, living cost, sampai kebutuhan konsumtif lainnya.

6. Belajar seni perencanaan keuangan

Di saat menikah itulah, seseorang bakal dipaksa belajar perencanaan keuangan (perencanaan keuangan/Brigther Life)
Di saat menikah itulah, seseorang bakal dipaksa belajar perencanaan keuangan (perencanaan keuangan/Brigther Life)

Menikah akan memaksa seseorang belajar seni mengatur keuangan. Sudah pasti itu! Bagaimana pun ketika sudah menghapus status belum kawin di KTP, maka mau gak mau mesti berpikir jauh ke depan.

Memikirkan kondisi keuangan ketika ada buah hati nanti, asuransi, menyisihkan uang untuk investasi, dan lain sebagainya. Pelan tapi pasti, kelihaian mengatur keuangan bakal terasah.

Dari enam poin itu bisa jadi bukti kuat kalau menikah itu bawa keberkahan dan keberuntungan finansial. Tambahan lagi, menikah itu selalu bawa pintu rezeki yang tak disangka-sangka. So, siap lamar atau terima pinangan dari dia?

 

 

Yang terkait artikel ini:

Baca: Ketahui Akibat Suami Istri Beda NPWP terhadap Tunggakan Pajak

Baca: Jalan Keluar Ajukan KPR saat Pasangan Masuk Daftar Hitam BI

Baca: Realita Keuangan Seusai Menikah yang Bikin Kaget

Masih banyak lagi dari duitpintar.com